CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption272


__ADS_3

Malam itu sungguh membuat Anita kelelahan,Jimmy menggosok punggungnya dengan minyak kayu putih karena mengeluh punggungnya sakit,perutnya kembung.Jimmy tersenyum saat Anita menepuk nepuk perutnya.Biar tidak masuk angin perutnya juga pasti tetap kembung.


"Aku ingin nenemui Siska dan Ibu Sepuh ya.Katanya mereka gak jadi pulang sore, ganti pagi katanya.Mereka mau naik kereta saja katanya.Siska dan Mas Faris sudah beli tiket," kata Anita.


"Kenapa nggak dianter Lucas aja biar lebih cepat.Daddy punya teman yang kantornya ada helipad di Solo,sekalian antar Siska sama Ihsan.Lumayan kan nggak capek banget," kata Jimmy.


"Nggak,Lucas jangan boleh menerbangkan helikopter,tar semua orang nggak pulang ke rumah tapi ke pemakaman.Apa kamu nggak lihat dia dua hari ini kurang tidur,Jack dan Marcel juga.Biar saja Jim,lagipula mereka pesan yang eksekutif koq," kata Anita seraya mengenakan kembali pakaiannya.


"Baiklah,baiklah Sayang.Rony dan anak buahnya juga ngantarkan tamu yang lain ke Bandara besok.Temui mereka tapi jangan terlalu lama,aku menunggu di sini, punggungku juga sakit," kata Jimmy.


"Ya, sebentar ko nggak lama lama," kata Anita seraya melangkahkan kakinya ke luar kamar.


Anita bergegas menemui Siska di kamarnya,tapi ternyata belum kembali ke kamarnya.


Ia pun ke luar ke taman samping,ada banyak teman Jimmy,termasuk Bayu dan Ihsan yang lagi asyik ngobrol.


"Siska ke mana?" tanya Anita.


"Tadi di sana lagi ngobrol sama Julian," jawab Bayu.


"Apa?Sial," umpat Anita kesal.


"Kak, ada apa?" Ihsan bangkit dari duduknya melihat raut wajah Anita berubah muram.Karena ia tahu betul kalau sudah pasang muka seperti itu dia bakalan ngamuk.


"San,bantu aku cari mereka," kata Anita.


"Mungkin saja Siska udah balik kamar Ta," kata Bayu.


"Gak ada,aku barusan dari sana.Dasar brengsk,coba saja kalau berani," kata Anita.


"Kamu juga San,kenapa kakakmu malam malam pergi sama pria asing nggak dilarang.Kalau diperkosa bagaimana?" marah Anita.


"Waduh Ta,lebay aja sih.Nggak mungkin lah Julian sengawur itu.Gak usah semarah itu lah,kamu lagi hamil Ta jangan emosian.Ya udah aku bantu cari juga.San, coba kamu telpon Siska ada di mana," kata Bayu.


Ihsan segera melakukan apa yang diminta Bayu.


"Nggak diangkat Mas," kata Ihsan.


Bayu segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Ju,di mana Lu?"

__ADS_1


"Aku lagi ada urusan,ada apa?" jawab suara Julian.


Bayu sengaja mengeraskan suaranya karena ia tahu Anita tidak akan percaya ucapannya.


"Kasih tahu aja Lu ada di mana, ada yang nyari Lu nih," kata Bayu lagi.


"Bay,Lu mau ngajak gua berkelahi Lu? Gue lagi ada urusan dan nggak mau diganggu siapa siapa.Bilang aja gue nggak ada."


Julian memutus sambungan telpon.


"What's going on (ada apa)?" tiba tiba Lucas muncul dari belakang.


"Lucas, tolong lacak Julian ada di mana," pinta Anita.


"Ada di taman belakang, sedang ngobrol sama seseorang," jawab Lucas.


Tanpa berkata apa pun Anita berlari menuju taman belakang. Bayu dan Ihsan juga berlari mengejarnya.Dan Lucas juga ikut mengejar mereka.


Anita melihat Julian sedang berbicara serius dengan Siska di kursi taman.Anita semakin tidak bisa menahan amarahnya saat melihat Julian mengenggam tangan Siska.


Keduanya tampak terkejut karena ada seseorang yang berdiri diam tak jauh dari tempat mereka duduk.


Sampai akhirnya Julian nenyadari bahwa yang berdiri diam itu adalah Anita.Lampu taman yang redup membuatnya lama baru menyadari kehadiran Anita.Julian buru buru melepaskan tangan Siska.


"Aku ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginanmu.Aku ingin melamar Siska," kata Julian.


"Aku ingin kau jauhi sahabatku,jangan merayunya Julian.Kau boleh merusak orang lain tapi jangan satu satunya sahabatku," kata Anita.


"Ta,aku bersedia.Aku menerima lamaran Tuan Muda Anggoro, karena dengan begitu aku bisa terus dekat denganmu," kata Siska.


"Sis,tapi dia sudah meniduri banyak perempuan.Apa kau tidak jijik padanya? Oh,apa nama Anggoro begitu hebat di matamu?"


"Ta,aku sudah mengambil keputusan untuk menerimanya.Maafkan aku Anita, aku memang menyukai Tuan Muda Julian."


Tiba tiba Anita menangis tersedu sedu, ia menakupkan tangan ke mukanya.


Sementara tiga pria yang dari tadi berdiri di balik pepohonan dalam diam sangat kaget tiba tiba Anita menjadi histeris.


"Akan kutelpon Jimmy." Lucas segera mengeluarkan ponselnya dan berjalan ke luar taman.


Julian segera menghampiri Anita yang menangis sambil menutupi mukanya.

__ADS_1


"Anita,aku sangat mencintaimu bahkan sebelum Jimmy.Aku tidak mungkin memilikimu,itu pasti.Paling tidak aku bisa mewujudkan keinginanmu," kata Julian.


Anita mendorong Julian dan menamparnya sekuat tenaga.Julian menggenggam tangan Anita karena ia tampak kesakitan.


"Aku tidak menginginkannya lagi,apa kau bodoh tidak memahami kata kataku? Siska apa kau idiot sampai tidak memahami kata kataku?Dia tidak punya perasaan padamu.Aku tidak mau dia mempermainkanmu," teriak Anita.


"Ta,aku tahu.Aku bisa menerim semua kekurangan Tuan muda Anggoro.Aku menyukainya Anita," kata Siska.


"Brengsk,Setan!"


Anita,meraih batu yang ada di dekatnya dan bermaksud memukulkannya kepada Julian.Reflek Bayu dan Ihsan berlari dan menarik Julian dan Anita untuk saling menjauh.


"Ada apa ini,Julian?"


Jimmy segera memeluk Anita yang masih menangis dan memegang batu di genggamannya.


"Siska,Julian.Kuucapkan selamat kalau sampai kalian menikah suatu saat.Tidak perlu memberitahuku atau mengundangku karena mulai sekarang aku coret nama kalian dari hidupku.Akan kulupakan kalau aku pernah mengenal seseorang yang bernama Julian dan Siska," kata Anita.


"Ta..." Siska menghampiri Anita tapi Ihsan segera menahannya.


"Kak,Kak Nita sedang marah.Kakak tidak usah ngomong dulu," katanya.


"Kau buat keributan apa lagi Julian,tidak bisakah kau cari waktu yang tepat?" tanya Jimmy.


Julian diam tak mampu menjawab pertanyaan Jimmy.


"Jim,bawa aku pergi.Aku tidak mau di sini lagi.Aku akan mengemasi pakaianku."


Anita meninggalkan tempat itu menuju ke kamar atas dan membuka lemarinya.


Jimmy hanya mengikuti istrinya tanpa membantah sedikit pun.


"Sayang,kita mau ke mana ini hampir tengah malam.Lagi pula kalau kita pergi,apa yang dipikirkan semua tamu yang kita undang?Mereka masih mengobrol di luar, karena mungkin mereka berfikir kalau malam ini adalah kesempatan terakhir ketemu kerabat jauh."


Jimmy meraih bahu Anita dan memeluknya.Sementara Anita hanya diam dengan berurai air mata.


"Tidurlah,sini biar kupeluk."


Jimmy memberikan lengannya,dan Anita membaringkan kepalanya di atasnya.


"Jangan memikirkan orang lain,Istriku. Jangan membuat dirimu lelah memikirkan orang lain.Biarkan mereka menjalani takdir mereka sendiri,kalau pun mereka tidak mendengarkanmu,kalau hal buruk terjadi itu bukanlah urusanmu.Kau hanya perlu memikirkan aku dan anak kita. Besok kita pergi ke mana pun kau ingin ya, kita jalan jalan sebelum meninggalkan kota ini.Sekarang kita tidur ya."

__ADS_1


Anita menganggukkan kepalanya dan membenamkan wajahnya di dada Jimmy.


__ADS_2