
Anita duduk gelisah di tepi ranjang, seharian ini dia tidak bertemu dengan sang pemilik rumah.Di kantor biasanya Jim selalu memanggilnya untuk menyuruh ini dan itu atau sekedar protes dikasih berkas yang banyak dan harus lembur untuk tanda tangan. Ia merasakan kebosanan yang luar biasa. Matanya tertuju ke arah ponselnya yang menunjukkan pukul tujuh malam.Anita mengirimkan beberapa pesan kepada Jim.
"Sayang, nanti pulang jam berapa? Makan di rumah????"Anita menunggu jawaban.Ah kenapa cuma dilihat.
"Apa kamu nanti tidur di mess?"
"Apa kamu sudah makan?" Anita merasa kesal karena pesan itu cuma dilihat dan tidak dibalas.Anita beranjak ke luar kamar. Ia melihat Yuki sedang duduk dan mengobrol dengan beberapa pengurus rumah.
"Yuki," gadis itu menoleh dan menghampirinya.
"Nona memerlukan sesuatu? Apa Nona ingin makan malam sekarang?" Yuki menawarkan.
__ADS_1
"Tidak," Anita duduk di sofa ruang tengah dan Yuki mengikutinya.
"Apa Tuan selalu pulang malam? Atau malah tidak pernah pulang." Anita mulai menginterogasi.
"Tuan lebih sering tidur di mess,Nona?" jawab Yuki.
"Apa di rumah ini ada tempat untuk membaca?maksudku perpustakaan gitu."
"Yuki apa Tuan pernah membawa seorang wanita ke rumah,pacar atau kekasihnya gitu."
Yuki diam beberapa saat.Matanya terarah ke pintu perpustakaan yang sedikit terbuka, ia melihat bayangan seseorang di dekat pintu bagian dalam.Itu Tuan muda pikirnya.Ia harus lebih hati hati menjawab pertanyaan Anita, kalau salah jawab bisa dihabisi oleh tuannya.
__ADS_1
"Yuki! Kau belum menjawab," kata Anita sedikit kesal.
"Eh,mmm.Selama saya di sini rumah ini tidak dihuni oleh pemiliknya.Kadang kadang saja sehari dua hari Tuan Julian tidur di sini.Baru dua bulan ini Tuan Jim pulang ke sini.Itu pun jarang di rumah." Anita diam beberapa saat.
"Aku ingin tidur di kamar lain apa masih ada?" tanya Anita kemudian.
"Nona harus tidur di kamar Tuan, Itulah perintahnya.Bahkan kalau Nona bersikeras tidur di kamar lain, Tuan atau kami akan memindahkan Nona."
"Tapi aku tidak bisa tidur di kamar yang pemiliknya saja malas pulang untuk menempatinya.Aku bekerja di kantornya, bukan menjadi penunggu kamarnya." Yuki tersenyum kecil, begitu juga dengan Jim yang sedari tadi berada di balik pintu perpustakaan.Ia hampir saja bersuara saat tertawa,Anita kau memang menggemaskan pikirnya.Ia segera mengirimkan pesan ke ponsel Yuki untuk mengakhiri pembicaraannya dengan Anita.
"Nona, Mr.Jack memanggil saya, apa boleh saya pergi?" mohon Yuki.Anita menganggukkan kepalanya.Secepat kilat Yuki berlalu dari hadapan Anita. Untuk beberapa saat Anita masih duduk termangu.Ia melihat ke arah jam besar di sudut ruangan.Sudah jam delapan, akhirnya ia beranjak ke ruang kerja Jim untuk mematikan laptopnya.Berkali kali Anita melihat ponselnya, tidak ada balasan satu pun dari Jim.Kenapa tidak bertemu pria itu sehari saja membuatnya benar benar tersiksa.Come on Anita, kamu harus bisa mengatasi kecanduanmu bertemu pria itu.Akhirnya Anita mematikan semua lampu dan bergegas kembali ke kamar Jim.
__ADS_1
Anita membuka pintu dan berdiri terpaku di ruangan itu.Ternyata laki laki yang sangat dirindukannya itu sudah berbaring di tempat tidurnya.Anita menutup pintu dan menghampiri tanpa suara.Mata pria itu terpejam dan tampak sangat nyenyak dalam tidurnya.Anita membalikkan badan untuk mematikan lampu.Air matanya terjun bebas tanpa terasa, apa dirinya begitu membosankan sampai sampai membalas pesan pun tidak mau, pulang pun tidak menyapanya.Anita membaringkan tubuhnya di sofa.Matanya terpejam tapi pikirannya ke mana mana.