
Anita mengerjapkan matanya, ia segera melihat jam di ponselnya.
“Yaa Tuhan, sudah setengah sembilan.Yuki, dia pasti sengaja tidak membangunkanku.”
Anita bergegas mengganti pakaiannya, mencuci muka dan sedikit memoleskan makeup di wajahnya.
Ia segera mengambil tasnya dan menemui Yuki dan Hans yang tampak masih sibuk dengan laptopnya.
“Ayo kita pergi, Li Zen pasti panik kalau aku tidak ke sana,” kata Anita.
“Nona, biar aku saja ya yang mendampingi nona Li Zen,” kata Yuki.
“Tidak,ayo cepatlah,” tolak Anita.Hans dan Yuki segera membereskan barang barangnya dan segera pergi ke perusahaan seperti yang diinginkan Anita.Sampai di ruangan Accounting Li Zen dan Arron tidak ada di mejanya.
“Rin,apa auditor sudah datang?” tanya Anita.
“Iya, mereka di ruang meeting di dekat ruang pressdir,” jawab Arini.
“Yuki,ayo kita ke sana,” kata Anita seraya mengambil buku memo dari tasnya.Ia langsung berjalan cepat menuju ke tempat yang dikatakan oleh Arini dan Yuki mengikuti di belakangnya.
Perlahan ia mengetuk pintu dan membukanya.Di meja rapat tampak Li Zen dan Jimmy duduk bersama tiga orang petugas pemeriksa.
“Maaf saya terlambat datang,” Anita segera menyalami ketiga petugas tersebut.Dan ia agak merasa kaget karena orang terakhir yang menjabat tangannya adalah orang yang dikenalnya.
__ADS_1
“Selamat pagi Bu Anita, saya ketua tim pemeriksa untuk perusahaan Ibu” sapanya.
Jimmy mengernyitkan dahinya, bagaimana pria itu tahu nama Anita.
“Apa Pak Faris pernah memeriksa di sini dulunya?” tanya Jimmy.
“Tidak, saya baru dipindah tugaskan ke sini beberapa bulan yang lalu dan baru kali ini memeriksa di sini,” jawabnya.
Jimmy semakin mengerutkan dahinya, Anita siapa lagi dia? Kenapa kulihat tatapan matanya tidak sama kepadamu.Jimmy terus bertanya dalam hati.
“Apa agendanya hari ini Pak?” tanya Anita.
“Ini surat tugas dari kantor kami,” salah seorang menyodorkan selembar surat tugas dan selembar lampiran.
“Pak Faris, Pak Wisnu dan Pak Hanan.Saya Anita,ini Ibu Yuki dan ini Ibu Li Zen, dan ini Komisaris yang kebetulan bisa hadir di perusahaan, Bapak Jimmy.Mohon maaf Pak Pressdir sedang ada tamu, jadi nanti siang baru bisa hadir. Baiklah,Yuki tolong surat tugas ini dicopy untuk arsip kita, aslinya dikembalikan ya,” kata Anita. Yuki segera pergi melakukan yang diminta oleh Anita.
“Saya akan di sini untuk memeriksa beberapa data perusahaan,” kata Pak Faris.
“Bu Li Zen yang akan mendampingi Pak Wisnu.Ibu Yuki yang akan mendampingi Pak Hanan.Saya akan mendampingi pak Faris di sini,” kata Anita seraya membuka laptopnya.
“Anita,apa tidak sebaiknya kamu yang mendampingi Pak Wisnu?” tanya Jimmy.
“Pak Jimmy saya mohon maaf untuk saat ini kondisi saya sedang kurang baik, mohon saya menyiapkan data di sini, akan saya panggil Arini untuk membantu saya,” mohon Anita.
__ADS_1
Jimmy tidak menjawab, terlihat sekali tatapan tidak senang atas sikap Anita.
Beberapa saat kemudian Yuki datang.
“Pak Jimmy, tamu Anda sudah datang,” katanya.
“Pak Faris,Pak Wisnu,Pak Hanan.Saya ada urusan sebentar.Kalau ada masalah yang perlu dikonfrontasi bisa cari saya,” kata Jimmy seraya menyalami ketiganya.
“Iya Pak Jimmy,terimakasih,” jawab Pak Faris.
Jimmy menatap Anita lalu meninggalkan ruangan itu.
Yuki dan Li Zen segera membawa kedua pemeriksa ke tempat yang ingin mereka lihat.
“Dek, apa kabarmu? Kenapa kamu sangat kurus dan pucat?Apa kamu sedang sakit? Lama tidak ketemu,” kata Faris memecah kebisuan.
“Baik Mas, Cuma sedikit kelelahan, sudah biasa.Ibu dan Fara apa kabar?” balas tanya Anita.
“Mereka semua baik dan sehat, Fara ikut suaminya ke Boston dari bulan lalu. Mungkin satu tahun mereka akan tinggal di sana,” jawab Faris.
“Data apa yang Mas mau lihat?” tanya Anita.
“Tolong berikan data soft copy dari IT Inventory tahun kemarin.Lengkap satu tahun ya,” jawab Faris seraya menyerahkan sebuah flash disk.Anita segera memberikan data yang diminta.
__ADS_1
“Bulan berjalan juga ya, untuk tahun ini.Pembelian dan penjualan sementara bulan ini.Dan saya mau laporan fisiknya juga untuk dua bulan terakhir,” kata Faris lagi. Anita segera menelpon Arini untuk mengantarkan laporan yang diminta oleh pemeriksa.
Beberapa saat kemudian Arini datang bersama beberapa orang lalu meletakkan banyak laporan di atas meja rapat.