
Jack dan Jim duduk di sofa sambil nonton Balap formula1.Sementara Lucas sibuk dengan laptopnya,entah apa yang sedang dia kerjakan.
"Does he always bother you(Apa dia selalu mengganggumu)?" tanya Jack seraya menunjuk ke arah Lucas.Yang ditunjuk hanya melirik sebentar.
" Jim,her voice so sexy,I think you love it so much(suaranya sungguh seksi,kurasa kau sangat menyukainya)," gumam Lucas sambil cengar cengir.Jim melemparkan sekotak tisyu yang mulus mendarat di kepala Lucas.
"Brengsek,kau menguping ya?" Jim menghampiri Lucas dan menjitak kepalanya hingga mengaduh.Jack tertawa keras.
"Tidak sengaja Jim, auw sakit kepalaku," katanya sambil mengusap usap bekas jitakan Jim.
"Kurasa aku harus mencarikan istri untukmu," rungut Jim.
"I agree(aku setuju)," kata Jack.
"Agree apa? I'm still young, too early talk about marriage(Aku masih muda,terlalu cepat untuk membicarakan pernikahan)," kata Lucas sedikit emosional.
"Ya kalau nggak mau dikawinin ya jangan ngawur, Bocah.Umurmu sudah dua dua, harus lebih dewasa.Jangan sembarang cewek dipacarin,sembarang cewek diajak tidur," omel Jim.Jack tertawa keras melihat expresi keponakannya.
__ADS_1
"I'm not like that crazy you know ? I still know where's the limit(aku tidak segila itu kau tahu? Aku masih tahu batasan)." Lucas bangkit dari duduknya, ia beranjak pergi membawa laptopnya ke kamar.
"Cih,ngambek," gumam Jim seraya duduk samping Jack.Orang di sebelahnya terkikik melihat ekspresi kesalnya.
" Just let him go Jim( biarkan saja jim)," gumam Jack.Pria itu menghabiskan air mineral yang ada di tangannya.
"Bagaimana denganmu Jack? Kapan kau menikahi Laura? Jangan biarkan dia menunggu terlalu lama," Jim menepuk bahu Jack.
"After you and Anita clear. Look, minggu depan aku mau kembali ke USA.Passport ku enam bulan lagi expired,akan kuurus perpanjangannya. Aku juga akan berbicara dengan Laura dan orang tuanya," jawab Jack. Jim menghela nafas panjang.
"Jack apa kau tidak ingin kembali ke USA dan tinggal di sana? kalau kau ingin aku tidak akan keberatan," kata Jim.
"Kau bisa bantu Jonathan mengurus perusahaanku di sana. Aku bisa mengurus diriku sendiri di sini, sekarang ada Anita bersamaku. Aku pasti bisa melakukan apa pun tanpamu," Jim mengambil minuman dingin di kulkas.
Jack menatap Jim lekat, ia tahu ada kesedihan di mata sahabatnya itu.
"Not now, saat waktunya tepat aku akan meminta sendiri padamu. Aku akan bawa Laura ke sini setelah menikah dengannya.
__ADS_1
Dia sudah setuju dengan itu," jelas Jack.
"Jack,thank you very much," Jim kembali menepuk bahu Jack.
"Go on sleeping Jim (tidurlah). Anita mungkin menunggumu," Jack mematikan TV. Jim bangkit dari duduknya kemudian beranjak pergi.
"Good night," katanya kemudian naik ke lantai dua.
Jim membuka pintu kamar tanpa suara.Anita tampak sudah terlelap di balik selimutnya. Ia melihat jam di ponselnya,jam sebelas malam. Anita menggeliat saat Jim mencium pipinya. Ia menyingkap selimut Anita.
"Kenapa tidak ganti pakaian sih," gerutunya. Anita mengerjapkan matanya karena mendengar gumaman Jim.
"Jim,maaf aku tertidur," Anita menegakkan tubuhnya.Jim segera beranjak ke lemari untuk mengganti pakaiannya dan membawakan baju tidur untuk istrinya.
"Harus ganti ya?" tanya Anita agak gemetar melihat baju tidur seksi yang ada di tangan suaminya.
"Tidak mau juga tidak apa,tidak usah pakai baju saja," Jim menarik baju casual Anita dan berhasil lepas dari tubuhnya.Giliran celana ketat Anita yang ditarik hingga lepas.
__ADS_1
"Jim akan kulakukan sendiri," katanya. perkataan Anita sedikit terlambat,karena Jim sudah mendekap erat tubuhnya.
"Malam ini dua ronde," jim berbisik di telinga Anita.Gadis itu hanya tersenyum pasrah dan mengikuti gerakan dan sentuhan suaminya. Memejamkan matanya dan merasakan setiap kenikmatan yang diterimanya.