
Anita memeriksa berkas-berkas di meja Arron,ada yang terlewat tanda tangan atau tidak. "Pagi...,"kata Arron yang memang sedari tadi memperhatikan dirinya di belakang meja.
"Pagi Boss, akan saya bawa ini ke ruang pressdir.Tapi yang dua hari lalu juga masih menumpuk di sana Tuan." Arron tersenyum, deg tampan pikir Anita. "That's ok, Pressdir baru sudah datang.Take it," jawab Arron. Anita bergegas membawa berkas itu di tangannya.
"Brukk!" ada yang menarik pintu dari dalam waktu Anita memdorong pintu ruang pressdir. Berkasnya berjatuhan di depan pintu ruang pressdir dan "Prakk!" terdengar benda jatuh bersamaan.Anita menatap orang yang menabraknya."Kau.." geramnya seraya memungut pinselnya yang jatuh di antara berkas Anita."Mmm maaf.. hei," Anita tidak melanjutkan kata-katanya."Awas kalau ponselku rusak,"geram pria itu."Jim..," gumam Anita. Ia masih terpaku menatap pria itu.
"Hei kenapa bengong?" kata Jim sambil memunguti berkas Anita.Ia membantu Anita membawakan berkas-berkas itu dan meletakkannya di meja pressdir.
"Jim.."gumam Anita seakan terhipnotis. Pria itu tersenyum dan menjentikkan jarinya di depan wajah Anita." Kau terpesona oleh ketampananku heh,"Jim menyentilkan jarinya di kening Anita.
"Apa kau bekerja di sini?" tanya Anita lagi.
__ADS_1
"Iya, aku pegawai baru di sini,senang melihatmu Anita,sudah pergi sana." Jim mendorong Anita ke luar,Anita masih termangu sembari berjalan ke ruangannya. Jim..sudah lama sekali, kau tampak sangat dewasa, Anita tersenyum sendiri.
"Anita." Gadis itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Ya, ada apa Benson? Apa laporan yang aku minta sudah selesai?" Anita tersenyum manis, Benson salah tingkah.
"Sudah kukirim Email," Benson menyodorkan selembar kertas."Ini copy passportku, aku tidak sempat scan, dipakai terus sama Ely," Benson tertawa kecil.Pria berparas menawan, berambut ikal itu segera berlalu.Design manager, kenapa banyak pria tampan di perusahaan ini pikir Anita.Di ujung lorong tampak Jim sedang berbicara serius dengan beberapa orang, dan orang-orang yang melintas mengangguk sopan kepadanya. Anita memasuki ruangannya dengan lesu, Arron tampak sibuk di belakang laptopnya. Anita membuka komputernya, banyak sekali Email masuk.Ah sepertinya bakal sibuk minggu ini gumamnya.
Arini menghampiri meja Anita,dia tampak kelelahan dengan pekerjaanya.
"Shenme wenti Anita (ada masalah apa Anita)?"tiba-tiba suara Arron di belakangnya. Anita menoleh dan menyodorkan rekap SPT karyawan kepadanya.Arron tersenyum, pria itu juga menggaruk kepalanya.
__ADS_1
"Anita, kalian lembur lah, nanti aku juga temani," jawabnya.Arron ah, kenapa makin hari Tuan semakin perhatian, membuat kami ini meleleh,Anita tersenyum kecil.
"Dua anak buahmu juga lembur Rin, enak saja, harusnya aku tidak terlibat," gerutu Anita.Arini mengerlingkan matanya kemudian berlalu.
Anita melihat Jim melintas di depan ruangan, Anita cepat-cepat mengejarnya. "Jim!" beberapa orang yang ada di situ menatap aneh kepadanya. Jim menghentika langkahnya,menyandarkan punggungnya di dinding kaca menunggu Anita. Jim mengangkat alisnya saat Anita sudah di depannya."Jim apa kau mau ke depan ?" tanya Anita.
"Hmmm, kenapa?" balas tanya Jim.
"Nitip ini ya taruh di meja Pressdir, tidak keberatan kan?" rengek Anita. Jim tersenyum menatap Anita."My first love," gumamnya.
"Apa imbalannya?" Anita bergetar, Jim bergumam tidak jelas tapi samar-samar terdengar olehnya.
__ADS_1
"Mmm besok aku belikan es cream deh, di mana ruanganmu?" tanya Anita.
"Besok aku ambil," katanya kemudian berlalu. Malam itu Anita lembur sampai jam delapan malam.