CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption229


__ADS_3

Sampai di kamar hotel Anita mengganti pakaiannya dengan kimono yang disediakan hotel.Perutnya lebih kelihatan dengan pakaian seperti itu. Penat dan sedih di hatinya mendadak luntur dengan tampilan dirinya di dalam kaca.Ia membelai perutnya dan tersenyum.


“Sayang, Mami cantik kan seperti ini?”


Anita mengambil alat makeup dari tasnya,ia segera mencuci mukanya dengan sabun muka.Mengeringkan nya dengan tisyu dan dan mengaplikasikan bedak ke wajahnya yang mulus.Dirapikannya alis mata tebalnya, dioleskannya lipstick warna pink soft.


“Lihat Sayang, Mami cantik sekali kan?” Anita memuji diri sendiri di depan cermin.Tiba tiba terdengar pintu kamar diketuk. Tanpa berfikir macam macam Anita membuka pintu.


Hans tampak kaget dan menjatuhkan tas pakaian Anita.


“Hans, ada apa? Kau melihat hantu? Hans!” teriak Anita.


“Eh,mmm anu maaf,” kata Hans terbata bata.


Anita membungkuk untuk mengambil tas pakaiannya.Hans masih saja berdiri tak bergerak menatap Anita.Tuan Jimmy ampuni aku, aku tidak bisa bergerak melihat istrimu,bisik hati Hans.


“Hans, kau jadi bodoh atau jadi gila ya?” Anita menoyor dahi Hans lalu membanting pintu.


Hans terduduk lemas di sofa ruang tamu. Pantas saja Tuan selalu sibuk menghapus makeup Nona setiap kali ke luar kamar.


Sibuk mengamati pakaian Nona saat di luar. Nona pakai kimono seperti itu, pria mana pun tidak akan tahan.Hans bodoh, sadaar, sadaar.


Hans menggetok kepalanya sendiri.


Tuan Julian tidak bisa berkutik dan seperti kerbau dicocok hidungnya kalau menghadapi Nona.


Tiba tiba saja pintu di depan Hans terbuka,Julian masuk dan dengan cepat menyerang Hans.


“Anj!ng Lo ya, Lo pikir gua gak bisa nglacak Lo ada di mana.Gue habisi Lo ya.” Julian kembali menyerang dan memukuli Hans,sementara Hans yang segera sadar segera membalas dan mengunci tangan Julian.

__ADS_1


Dorris,Bustam dan Ruben masuk dan memisahkan mereka.


“Tuan, sudah Tuan,” kata Dorris.


“Brengsek, berani beraninya dia,” nafas Julian tersengal karena menahan amarah.


“Nona yang memintaku,dia tidak mau bicara dengan Tuan,” kata Hans.


Anita yang baru akan merebahkan diri segera bangkit karena mendengar suara ribut di ruang tamu.


Semua orang tertegun saat Anita berdiri di depan pintu.


Anita memang sudah berganti pakaian, tapi makeup tipisnya yang belum dihapus membuat lima orang pria di ruang tamu itu seakan berubah menjadi patung.


“Kenapa kalian melihatku seperti melihat hantu?” suara Anita membuat kelimanya tersadar dari kebodohan mereka.


“Pergilah kalian semua,aku sangat lelah dan mau istirahat. Dorris, kumohon bawa Tuanmu pergi dari sini. Datanglah besok pagi menemuiku.”


Anita masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.


“Anitaa! Aku tahu aku salah!” teriak Julian.


Anita merebahkan dirinya, moodnya yang sudah membaik mendadak kembali memburuk.


“Kau dan Jimmy sama saja, kalian semua brengsek.Menjauhlah dariku,” umpat Anita.


Ia menangis tersedu sedu, walau pun tak terdengar dari luar tapi perasaannya sedikit lega.


Lusa kita harus pergi ya Sayang, besok Mami akan mempersiapkan semuanya kita pasti bisa lari dari tempat menjijikkan ini.

__ADS_1


Anita membelai perutnya dan merebahkan diri.Air matanya mengalir saat teringat kembali video video kiriman Jimmy.Dalam hati Anita bersumpah, tidak akan memberitahu anak anaknya tentang identitas Jimmy dan mengubur semua kenangan tentang keluarga Anggoro selamanya.


Anita terbangun saat pintu kamarnya diketuk,ia melihat ponselnya sudah setengah enam.Ia mengucak matanya, itu pasti Hans.Anita membuka pintu dengan rambut yang masih agak berantakan.


“Sorry Hans aku kesiangan,tolong pesan tempat di restoran aku mau sarapan di sana satu jam lagi,” kata Anita.


“Baiklah, akan kupesan tempat.Kau mau makan apa biar kupesan sekalian.”


Anita terlonjak kaget dan mundur beberapa langkah karena yang ia dengar suara Julian.


“Mau apa kau ke sini, apa yang kau lakukan pada Hans?” teriak Anita.


“Anita, kau bicara semanis itu pada Hans, dan berteriak seperti ini padaku. Memangnya siapa dia hah, kau berbicara seolah kepada suamimu,” marah Julian.


“Bukan urusanmu, setidaknya Hans bukan orang sepertimu. Pergilah, aku akan menemuimu di restoran satu jam lagi,” Anita mendorong Julian saat pria itu hendak masuk ke kamarnya.


“Jangan tidak sopan padaku,” kata Anita lagi.


“Baiklah,Anita.” Julian membalikkan badannya.Beberapa saat kemudian ia berbalik mendekat ke arah Anita.


“Aku mencintaimu Anita, tapi kau tak pernah melihatku.Aku benci wanita wanita yang mencoba merayuku. Akan kuladeni dan kuhancurkan hati mereka.Kalau pun Jimmy tidak kembali ,akan kupaksa dirimu menikah denganku.”


Julian meraih rambut Anita dan menciumnya.


Julian tersenyum saat Anita menepis tangannya.


Anita hanya terpaku melihat punggung Julian yang segera hilang dibalik pintu.


Hah, kenapa orang orang itu bisa wara wiri masuk ke kamarku? President suit macam apa ini? Hotel berbintang macam apa ini? Gerutu Anita.

__ADS_1


__ADS_2