
Yuki membawakan makanan dan beberapa kaleng softdrink untuk Arron.
" I'm finish yet," Anita meletakkan semua dokumen di depan Arron dan kembali ke mejanya.
"Anita, please check this file for me," Arron mencabut flashdisk dari laptopnya dan memberikannya kepada Anita.
"Must be finish now?" tanya Anita.
"Yes Cantik, I will wait."Arron kembali fokus ke dalam laptopnya.Anita masih menatap wajah tampan itu, sangat berbeda dengan Jim.Arron setenang air sungai yang menghanyutkan. Dia selalu lebih dewasa meskipun usia meŕeka hanya terpaut tiga tahun.
Sementara itu di kursi belakang mobilnya, Jim tampak begitu gelisah melihat ponselnya.
"Ed, berapa lama lagi kita sampe rumah?" teriak Jim, Jack menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Kira kira setengah jam lagi Tuan," jawab Edy sang sopir.
"Percepat mobilnya," kata Jim.
"Ini sudah diatas batas kecepatan Tuan," jawab Edy.
"Hei salip mobil mobil itu, kenapa lelet seperti ini? Bisa bisa dua jam lagi baru sampai rumah." Jim mendengus marah.Jack mengambil ponsel yang ada di tangan Jim. Rupanya dia sedang mengamati CCTV di ruang kerjanya. Jack memundurkan waktu perkamannya.
"Ofcourse I know, shitt. Anita never smile like that to me, see?"
"Arron fall in love to my girl, you see that Jack. You also can speak chinese,he tries to take Anita's attention,doesn't he Jack?" Jim semakin tak terkendali.
"I'm not sure, I don't think so.Control your emotion Sir." Jack mencoba menenangkan Bossnya.
__ADS_1
"Ed,tepikan mobilnya," kata Jim sambil menepuk pundak Edy.
"Tapi Tuan,"Edy sedikit tergagap,tapi segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Jim segera ke luar dari dalam mobil dan mengambil alih kemudinya.
"Please control your emotion Sir, this is not a circuit. A lot of people out there.Let me drive for you," Jack mencoba menenangkan bossnya.Tapi Jim tidak mau mendengar apa pun.Ia mengemudikan mobilnya jauh di atas batas kecepatan, entah berapa puluh mobil yang disalipnya.Edy memegang erat handle di atas pintu,dalam hati ia berdoa supaya selamat sampai di rumah.Semoga tidak dikejar polisi,doanya dalam hati. Jack mengencangkan seat beltnya, selama mengendarai mobil racing dengan Jim ia tidak pernah melihatnya seserius ini,bossnya itu benar benar telah dirasuki rasa marah dan cemburu.Sekitar limabelas menit mobil itu sampai di garasi rumahnya.Ia berjalan cepat menuju ruang kerjanya dan menghampiri Anita yang sedang mengerjakan sesuatu dalam laptopnya.Arron hanya sedikit melihat ke arahnya, pria itu tampak tenang duduk di sofa sambil memeriksa berkas berkasnya.
"What's wrong with you?" Arron akhirnya membuka suara.Anita masih syok melihat Jim berdiri di depannya dengan wajah marah. Anita berdiri dan meraih tangan Jim yang masih terkepal.
"Ada apa Sayang? Kena ...?" Anita belum menyelesaikan pertanyaannya, Jim sudah mencengkeram pundaknya dan ******* bibirnya.Anita yang tidak siap menjadi terjengkang dan menabrak meja yang ada di belakangnnya.
"Hei Jim, don't hurt her. If you angry to me, just let her go." Akhirnya Arron berdiri menghampiri mereka.Tiba tiba Jim memukul Arron hingga terjatuh.Anita menjerit dan memeluk punggung Jim sekuat tenaga.
"Jim please jangan begini.Jack! Yuki!" Anita berteriak.Jack yang memang sejak tadi berada di ruangan itu segera membawa Jim ke kamarnya.
__ADS_1