
Anita membuka matanya saat tangan lembut menyentuh wajahnya.
“Ibu, ah aku bangun siang.Apa Jimmy sudah berangkat? Jam berapa ini Bu?”
“Suamimu sudah berangkat dari tadi, dia melarangku membangunkanmu tapi ini sudah sangat siang, sudah hampir jam sepuluh Nita.Katanya mau ke klinik,” kata Bu Ana.
“Ah, iya.Jam sepuluh dokter Nesya selesai praktek.Nita segera siap siap Bu,tolong suruh pak supir juga siap siap ya.Ibu jadi nganter Nita kan?”
“Iya,ibu ke bawah dulu.”
Anita segera mencuci mukanya dan berganti pakaian.Setelah siap ia segera ke bawah menemui ibunya.
“Mari Nona,silahkan.” Corvin membuka pintu mobil untuk Anita dan ibunya.
“Lho, Corvin? Kenapa jadi kamu yang antar? Kepala keamanan lagi nggak ada kerjaan? ” tanya Anita kaget.
“Hans harus ke kantor polisi jadi Tuan meminta saya datang untuk mengantar Nona,” jawab Corvin seraya menutup pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.Seorang pengawal yang lebih muda duduk di sampingnya.
__ADS_1
“Tuan Corvin, kalau Tuan datang jauh jauh ke sini hanya untuk mengantar saya ke klinik, lalu bagaimana keamanan di rumah Jimmy?Aku aman di kampung halamanku.Tidak ada yang akan mencelakaiku di sini,” kata Anita.
“Ada banyak penjaga di sana, keamanan di rumah besar tidak penting lagi karena yang harus dijaga ada di sini.Apa Nona tahu kalau rumah itu dijaga hampir seratus pengawal terlatih setelah Nona tinggal di sana?Tuan Jimmy menghabiskan uang ratusan milyar untuk membangun sistem keamanan seperti kamp militer setelah Nona tinggal di sana.Sebelumnya di rumah besar hanya ada sepuluh orang security biasa dan sepuluh pengawal terlatih.Kalau Nona ada di sini hampir separuh pengawal di sebar di sini,” jawab Corvin.
Anita terdiam dan nenatap Corvin tak percaya.Corvin adalah orang yang tidak suka banyak bicara dan sangat setia kepada keluarga Jimmy.Yang dia katakan itu tidak mungkin omong kosong.
“Apa aku sepenting itu? Jimmy sangat berlebihan,” kata Anita.
“Nita,sudah jangan bicara terus,”kata Bu Ana.
Corvin memarkir mobilnya di tempat parkir khusus dan membawa Anita masuk melalui pintu khusus.Ia mengetuk pintu dan memukanya untuk Anita dan ibunya.
Dengan gerakan halus dokter Nesya menggerakkan alat USGnya.
“Lihatlah,bayimu berkembang sangat cepat.Nona harus terus berfikir positif dan merasa optimis.Makan sesuai dengan menu sehat yang aku sarankan kemarin.Maria, tolong ambilkan menu makanan yang aku minta kemarin di poli Tumbuh Kembang Anak.Minta pada dokter Rina,” kata dokter Nesya.
“Dokter,apa boleh aku minta foto USGnya.Aku ingin menujukkannya pada Jimmy,” kata Anita.
__ADS_1
“Tentu saja.Kau sudah boleh jalan jalan ringan,jangan melakukan pekerjaan berat.Dinding rahim sudah menguat tapi masih harus tetap minum vitamin dua kali sehari,jangan terlewat.”
“Baiklah,aku ingin bayiku sehat.Akan kuikuti semua petunjuk Dokter,” kata Anita.
Dokter Nesya menuliskan resep dan memberikannya kepada Anita.
“Ini adalah program menu makanan sehari hari.Tidak harus urut, boleh selang seling.Ini sudah diatur oleh ahli gizi,” kata dokter Nesya seraya menyerahkan beberapa lembar kertas yang merisi menu makanan sehat untuk Anita.
“Terimakasih Dokter, kalau sudah selesai saya pamit,” kata Anita.
“Iya, untuk tes labnya nanti sore akan dikirim ke rumah.Salam buat Tuan Jimmy,” katanya. Anita tersenyum lalu bangkit dari duduknya.
“Sudah Nak?” tanya ibu Ana.
“Sudah Bu, mau nebus obat dulu.”
“Berikan padaku Nona,Bustam kamu tebus obatnya di apotek rumah sakit. Pakai kartu ini,akan langsung ditagih ke rekening Tuan.Ayo kita tunggu di mobil Nona,” kata Corvin.
__ADS_1
Anita menurut saja karena tidak ingin menyulitkan pekerjaan pengawal suaminya itu.