CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption259


__ADS_3

Anita menaruh kopernya di lemari bawah yang kosong. Perasaan kesal membuat air matanya tak henti mengalir.


Anita membuka kulkas karena merasa haus.Ternyata di kulkas besar itu terisi penuh segala keperluan yang Anita butuhkan. Buah, susu, berbagai macam saus, mayonaise, roti isi siap makan yang tinggal dipanaskan dan ada juga makanan kesukaan Anita yang dibekukan dan tinggal dipanaskan. Senyumnya mengembang saat melihat yogurt kesukaannya. Bagaimana mereka tahu kalau yogurt merek itu yang dia sukai.


Anita mengambil dua botol dan meminumnya pelan pelan sambil duduk di meja makan kecil dekat jendela. Anita menekan tombol di sebelahnya hingga membuat tirainya terbuka sampai ke ujung. Pemandangan yang indah di kejauhan sana segera terpampang di depannya. Kota Jogja terlihat ramai di kejauhan. Jendela kaca yang terpampang selebar tembok ruangan membuat seakan kamar itu tanpa pembatas.Entah kenapa ia sangat menyukai kamar itu.


Heh, sadar Nita, sebentar lagi kau harus pergi dari rumah mewah ini. Kau yang dari kecil main di kali mana pantas tinggal di tempat seperti ini. Bermimpi dan terjatuh cukup sekali saja, Anita menertawai dirinya sendiri. Ia bangkit dari duduknya saat melihat sebuah Helikopter terbang sangat rendah dan akhirnya mendarat agak jauh dari rumah tempatnya berdiri saat ini. Ada beberapa orang turun dan sebuah mobil menjemput dan membawa mereka ke halaman rumah.


Agustian menyambut mereka di halaman rumah. Seorang pria muda tinggi kurus memakai hoodie dan kacamata hitam mendapat pelukan hangat darinya. Anita tidak bisa melihat jelas karena ia tidak membuka penutup kepalanya. Anita sedikit kaget dan kikuk saat pria itu melihat ke arahnya. Bulu halus di daerah pipinya membuat Anita teringat seseorang.


Agustian membawa pria itu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Mungkin itu adalah putra Tuan besar yang dia maksud akan dinikahkan dengan dirinya. Anita kembali duduk di sofa di sudut ruangan. Perasaannya jadi tak menentu dan bingung bagaimana harus memulai berdiskusi dengannya.


Ia harus bisa membujuk Tuan Muda itu untuk tidak menikah dengannya.


Tapi saat melihat garis wajah yang tegas dari balik kacamata hitam itu sepertinya akan sulit untuknya.


Pintu kamar diketuk, suara Irene meminta izin masuk. Beberapa saat kemudian pengawal wanita itu menghampiri Anita dan memberikan sebuah kotak yang lumayan besar. Anita cukup mengenal kotak itu karena dulu Jack pernah membelikan untuknya. Irene kembali meletakkan sebuah paper bag di meja


"Apa ini Ren?" tanya Anita.


"Baiklah, tidak apa aku bisa mengerti.Aku berharap, ini tidak terlalu lama. Aku tidak bisa terus berdiam diri di sini, " kata Anita.

__ADS_1


Irene mengangguk mengerti lalu berpamitan pergi.


Anita membuka bungkusan coklat impor yang sangat disukainya itu. Ia jadi ingat Jack yang harus pergi malam malam karena Jimmy memintanya membelikan coklat seperti ini sebelum ia pulang ke Amerika.


Anita tersenyum getir karena mungkin dia tidak akan bertemu lagi dengannya.


Sampai pada akhirnya nasib seseorang mungkin akan berubah secepat awan yang terhembus angin. Hari ini ia berdiam di sebuah rumah yang sangat mewah dan nyaman. Tapi bisa jadi besok tinggal di penjara yang sempit dan berbagi dengan banyak orang.


Anita mengusap air matanya dan membuka bungkusan coklat berbagai bentuk itu.


Nikmati saja yang ada di depanmu Anita, jangan berfikir terlalu banyak.

__ADS_1


Anita memakan beberapa buah dan meletakannya di kulkas.


Anita mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, sudah hampir ashar, akhirnya ia pun menunggu sekalian. Suasana hening dan sejuk membuatnya tertidur setelah melakukan ritual ibadah itu.


__ADS_2