CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption294


__ADS_3

Anita masuk ke dalam Mobil dan mengabaikan uluran tangan Jimmy. John yang membukakan pintu hanya tersenyum melihat anak bossnya itu ditinggal istrinya begitu saja.


Anita diam saja saat dalam perjalanan, sampai di rumah ia diam diam meminta Aslan untuk menyiapkan kamar tamu di lantai bawah.


Selama makan malam pun Anita hanya diam dan makan.Ia hanya menjawab seperlunya saja saat ayah atau ibu mertuanya bertanya.


Jimmy berusaha untuk mencairkan suasana,tapi istrinya itu tidak bergeming sedikit pun.Jonathan merasa tidak enak melihat adiknya bertengkar dengan Anita gara gara istrinya.


Mika menunduk saat tatapan Jonathan tertuju ke arahnya.Selama ini suaminya itu tidak pernah menatap sinis kepadanya.


"Jordy,setelah makan kau bantu Alisa belajar," kata Jonathan kepada putranya.


"Yes Dad," jawab Jordy.


"Nanti setelah bekerja aku ingin bicara denganmu Mika," kata Jonathan seraya bangkit dari duduknya dan beranjak masuk ke ruang kerjanya.


"Mom,Ayah Mertua saya sudah selesai makan.Saya ke kamar dulu," kata Anita dan beranjak dari ruang makan.


Jimmy segera mengejar istrinya.


"Anita,kenapa kau semarah ini hanya karena duapuluh lima ribu dollar? Aku bisa memberimu lima juta dollar kalau kau mau," kata Jimmy seraya menggamit lengan Anita.


"Malam ini aku mau tidur di kamar tamu, itu hukuman untukmu karena semaumu. Kau pikir berapa orang bisa selamat dengan uang sebesar itu? Berapa anak yang bisa sekolah dengan uang sebesar itu? Mika bodoh itu sudah ditarget oleh mereka sejak sebelum ini,dia sadar tapi tetap saja bergaul sama mereka.Sebenar nya aku mau kasih pelajaran buat mereka,tapi tiba tiba kamu datang seperti superhero menolong mereka.Aku mau istirahat, sementara kamu tidur sendiri," kata Anita sambil menpis tangan Jimmy.


"Aku tidak mau,Anita.Iya aku salah,aku harus bagaimana menebusnya?"


"Tidurlah di kamarmu,mungkin beberapa hari aku bisa memaafkanmu," jawab Anita.


"Tidak mau,baiklah aku juga tidur di kamar tamu.Aku akan tidur di sofa,OK?" bujuk Jimmy.


"Nggak," kata Anita seraya menutup pintu.


Dengan cepat Jimmy Mengganjal pintu itu dengan tubuhnya.


"Kalau gitu,aku akan tidur di sini,di depan pintu."


"Serah."


Anita mendorong Jimmy lalu mengunci pintunya.


"Jim,tiap kali berurusan dengan Anita kenapa kamu jadi melempem begini?Kau harus jadi orang bandel kalau mau menghadapi istrimu itu.Jadi wong dableg(bandel),gak tahu malu,dia ngomong apa saja gak usah dimasukkan ke hati.Pura pura nggak dengar,pura pura nggak terjadi apa apa," kata Julian Anggoro yang dari tadi duduk di sofa dan memperhatikan anak dan menantunya perang dingin.


Jimmy duduk di sebelah ayahnya.


"Entahlah,aku seolah kehilangan dunia kalau Anita marah padaku.Ya aku memang salah tadi tidak tanya ke dia dulu,main langsung bayar saja," jawab Jimmy.


"John sudah cerita semuanya padaku. Tapi Anita benar juga kalau ingin kasih mereka pelajaran,dia itu peka jadi sekali lihat saja dia tahu kalau mereka sengaja ngerjain Mika.Tapi efeknya ke Mika dan Jo lumayan besar.Jona yang biasanya lunak pada istrinya,kulihat dia bisa bersikap keras juga.Mungkin dia merasa malu pada Anita.Istrimu itu frontal kalau melihat sesuatu yang nggak masuk akal di depan mata."


Julian Anggoro tertawa sampai terkikik mengingat dirinya pernah dilempar asbak oleh menantunya itu.


Jimmy ikut tertawa melihat ayahnya meraba kepalanya yang pernah benjol kare lemparan itu.Ia tidak sempat menghindar karena tidak menyangka kalau Anita akan kembali dan melemparkan asbak melamin yang ada di meja sofa. ***


Anita menggeliat karena merasakan ada beban berat di tubuhnya.


Ia memalingkan wajahnya,ternyata Jimmy yang sedang memeluknya dari belakang,huh tidurnya pulas sekali. Anita segera mengambil guling dan meletakkannya di pelukan Jimmy.


Sebenarnya ia tidak tega melihat suaminya memelas seperti itu. Tapi itu harus dilakukan supaya Jimmy tidak sembarangan.Anita menegakkan tubuhnya untuk ke kamar mandi dan minum air seperti yang biasa ia lakukan. Saat ia ke luar dari kamar mandi,ternyata Jimmy sudah bangun dari tidurnya.


Anita mengambil bantal dan selimut dari almari lalu merebahkan tubuhnya di sofa.


Jimmy segera menghampirinya.Ia segera duduk di karpet tebal alas lantai sambil memijit kaki Anita.


"Aku minta maaf,Anita,tolong jangan seperti ini.Akan aku pecat suami Sandra dan Mirna juga suami anggota komunitas itu yang bekerja di EX-JL.Akan kuminta juga ayah Jack untuk menskors suami mereka yang bekerja di Mc.Clair Corporations," kata Jimmy.


Anita langsung bangkit dari tidurnya.


"Jim,apa apaan?Mereka tidak memaksamu membayar tagihan restoran itu,itu kemauanmu sendiri kenapa harus suami mereka yang kehilangan pekerjaan?Mereka tidak tahu apa apa," kata Anita.


"Aku tidak peduli,karena gara gara istri mereka istriku marah padaku sampai seperti ini.Omset perusahaanku di sini sebulan bisa puluhan juta dollar,kenapa kau memusingkan uang yang jumlahnya sekecil itu.Anggaplah uang itu jatuh di jalan atau kau sumbangkan kepada orang yang kurang mampu Anita,please jangan seperti ini," kata Jimmy.


Anita Menghela nafas panjang,benar juga kata Jimmy.Mendapatkan rezeki dengan cara yang mudah,tidak seharusnya terlalu berhitung untuk membantu orang lain yang dalam kesulitan.Walau mereka brengsek sekali pun.


"Baiklah,aku memaafkanmu.Tapi lain kali kau harus bicarakan dulu denganku kalau ada masalah seperti ini," kata Anita akhirnya.


Jimmy tersenyum,ternyata ayahnya benar juga.Ayahnya itu lebih banyak mengenal Anita daripada dirinya.


"Jim,aku ingin ke tempat Fara.Tolong hubungi Mas Faris untuk meminta nomornya," kata Anita seraya merebahkan dirinya di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Ini sudah malam.Besok kau telpon Fara. Saat ini dia ada di New Jersey.Setelah urusanku selesai di sini,kita pergi ke sana. Kita juga harus ke Hawai,mungkin Jack dan Laura akan menyusul kita," kata Jimmy.


"Baiklah,apakah setelah itu kita pulang ke Indonesia?" tanya Anita.


"Tidak,sebelum keliling Eropa,kita ke New York dulu.Aku ingin transaksi saham bersama Daren,kita tinggal dua atau tiga hari.Kau bisa jalan jalan sama Nora atau membantunya di kantornya."


"Ah,iya.Aku lupa kalau punya janji sama Nora.Baiklah kalau gitu," kata Anita senang.


"Tidurlah,apa kau ingin aku peluk?" tanya Jimmy.


"Iya,tapi jangan kenceng kenceng meluknya.Sesak nafas," jawan Anita.


Jimmy tersenyum,ia tahu Anita dari kecil biasa tidur sendiri jadi tidak terlalu suka dipeluk peluk kalau tidur.Saat ini ia hanya bisa memeluk istrinya dari belakang, karena perut Anita yang semakin membesar.***


Pagi pagi Jimmy dan Jonathan harus pergi meeting untuk negisiasi projeck baru.Karena negosiasi yang dulakukan Jonathan begitu alot dan bertele tele, membuat Jimmy harus ikut campur. Partner bisnis itu adalah partner bisnis lama Jimmy yang memang sangat detail dalam segala urusan.


Setelah menemani Jimmy sarapan,Anita kembali ke kamarnya dan rebahan lagi. Hawa dingin membuatnya kembali menyusup ke dalam selimut.Hari ini dia tidak ingin melakukan apa apa.


Sementara itu Julian Anggoro dan Ariana saling pandang saat melihat Mika bangun pagi dan menemani Jonathan sarapan.Aslan juga tidak kalah kaget karena tiba tiba Mika minta diajari menyiapkan roti isi daging asap kesukaan suaminya. Jonathan tampak masih acuh tak acuh dengan apa yang dilakukan Mika.


Anita membuatkan omelet daging dan jamur yang lebih terkesan seperti martabak telur kesukaannya sendiri.Tapi Jimmy selalu memakan apa pun yang dibuatkan Anita untuknya.


Anita membuka tabletnya dan membuka aplikasi komik online yang sudah lama tidak dibukanya.Ia melihat komik faforit nya yang sudah hampir empat bulan tidak update.Dan tahu tahu sudah ketinggalan limapuluh episode.Anita segera menuliskan komennya.


Itu adalah komik yang dibuat Jimmy,ia memang baru sempat mengunggahnya setelah sekian lama.


Anita membuka pintu kamar saat mendengar suara Aslan dan ketukan pintu.


"Pak Aslan,ada apa?" tanya Anita.


"Nyonya besar meminta saya memanggil Nyonya untuk sarapan," jawab Aslan.


"Iya,sebentar saya ke sana.Oh ya,apa Pak Aslan tahu bagaimana Jimmy bisa masuk ke kamar tamu.Padahal kukunci dari dalam," tanya Anita.


Aslan tersenyum.


"Tuan Jimmy mencopot engsel pintunya Nyonya,dibantu oleh saya dan Tuan besar.Anak buah Tuan John yang memasangnya lagi."


"Apa?!"


Aslan tertawa seraya berlalu meninggalkan tempat itu.Anita merasa malu sekali,bagaimana mungkin dia tidur pulas dan tidak mendengar apa apa. Ia baru ingat kalau ia memakai headset dan mendengarkan musik sampai tertidur. Mungkin Jimmy yang melepas headsetnya saat sudah berhasil masuk ke kamar tamu.


"Mom,saya tadi sudah minum susu sama roti panggang," kata Anita.


"Just eat this(makan ini),ini buatan Mom sama Daddy.Ini resep dari ibu Ana, she said(dia bilang) ini makanan kesukaan Anita,risol isi daging, jamur,carrot(wortel), sama bamboo," kata Ariana.


"Halah,bambu,emang panda Mom. Rebung,kalau bambu itu makanan panda," kata Julian Anggoro.


Ariana tertawa karena salah bicara,Anita juga ikut tertawa.Ia segera mencicipi risol atau lebih tepatnya lumpia khas Semarang yang sangat dia sukai.Entah kapan ibunya itu memberikan resepnya kepada ibu mertuanya.


"Anita,what teste(apa rasanya)?"


"Uenak Mom,thanks sudah buatkan untuk Anita.Terimakasih ayah mertua," kata Anita.


"Mantu,sampai kapan kamu memanggilku begitu? Panggil Daddy saja kenapa?Ribet amat sih," kata Julian Anggoro.


"Saya ini wong ndeso,orang kampung. Nggak pantes panggil Daddy,itu panggilan orang bule," jawab Anita.


"Hais kau ini," kata Julian Anggoro seraya mengambil risol buatannya sendiri dan memakannya.


Beberapa saat kemudian Mika menghampiri mereka,Anita hanya melihat sekilas ke arahnya.


"Have a sit(duduklah)," kata Ariana.


Penampilan Mika yang sangat berbeda dari biasanya yang memakai nakeup tebal walau di rumah,terkesan lebih sederhana.


Anita sedikit tersenyum melihat wajah ayah mertuanya sedikit menyungging senyum sinis kepadanya.


"Ini Mom sama Daddy yang buat, makanlah," kata Ariana lagi.


"Tanya dulu Mom,doyan nggak," kata Julian Anggoro.


Mika mengambil sebuah dan nenyuapkan ke dalam mulutnya.


"Well?Bagaimana?" tanya Ariana.


"Enak Mom,kapan kapan Mika buat deh. Jona suka nggak ya,tolong diajari ya Mom," kata Mika.

__ADS_1


"Itu makanan kesukaan Anita,dia pasti lebih pinter buatnya," kata Julian Anggoro.


Anita acuh saja dan meneruskan makannya.Sejak kejadian kemarin Anita masih berusaha menghindari pembicaraan dengan Mika,ia khawatir tidak bisa menahan ucapannya.Tapi melihat sedikit perubahan Mika,hatinya sedikit luluh juga.


"Nyonya Anita,ada tamu yang mencari Nyonya.Apa Nyonya bersediamenemuinya?" tanya Aslan yang tiba tiba muncul di ruang makan.


"Siapa Pak? Aku tidak punya kenalan di sini," kata Anita.


"Namanya Bu Sandra dengan beberapa orang lagi Nyonya," jawab Aslan.


"Cari kak Mika kali Pak.Itu teman teman Kak Mika,cari Kak Mika kali," kata Anita.


Mika bangkit dari duduknya dan bergegas ke ruang tamu untuk menemui mereka.Beberapa saat Jim mudian Mika kembali lagi ke ruang makan.


"Anita,mereka memang mencarimu," kata Mika.


"Mau apa? Aku tidak punya urusan lagi dengan mereka.Yang kemarin sudah dibayar Jimmy,mereka mau apa lagi?" tanya Anita.


"Aku juga tidak tahu,mereka bersikeras ingin ketemu sama Anita.Mereka akan tetap menunggu sampai kamu menemui mereka," kata Mika.


"Mantu,temui saja mereka," kata Julian Anggoro.


Dengan enggan akhirnya Anita bangkit dari duduknya dan pergi ke ruang tamu depan untuk menemui mereka.Mika pun ikut menemui mereka.


"Pagi setengah siang Bu Sandra,Bu Mirna, Bu Hety dan Bu..."


"Saya Liana."


"Saya Chatrine," kata dua orang yang tidak Anita ingat.


"Ya,silakan duduk.Ada masalah apa ya?" tanya Anita.


"Mmm kami mau minta maaf mengenai masalah yang kemarin.Ini kami kembalikan uang Anita yang dipakai untuk bayar restoran kemarin," kata Mirna.


Anita diam sesaat,ia tersenyum melihat wajah wajah bingung dan gugup di depannya.Kemarin mereka berbicara dengan lantang dan meremehkan dirinya. Ia curiga,Jimmy sudah memberi sangsi kepada suami suami mereka.


"Apa Anda semua kesulitan mengumpulkan duapuluh lima ribu dollar itu? Saya tahu koq berapa jumlah gaji suami suami Anda kalau saya mau. Saya marah bukan karena sayang dengan uang itu.Saya hanya merasa kalian itu keterlaluan.Apa kalian tidak melihat wajah suami kalian yang pergi pagi pulang malam,dan kalian menghabiskan uang sebesar itu untuk sekali makan.Apa kalian tidak pernah berfikir di kantor suami kalian dimarahi bossnya,atau mendapat kesulitan dari atasan atau departemen lain.Bisa ya makan dengan lahap seperti itu."


"Mbak Nita,kami sadar kami memang tidak seharusnya begitu,makanya kami datang ke sini dan minta maaf," kata Liana.


"Iya,kami sudah bicarakan ini dengan suami dan minta maaf," kata Sandra.


"Bu Sandra,Apa Bu Sandra tahu berapa anak putus sekolah yang bisa sekolah lagi dengan uang segitu? Atau berapa orang bisa tertolong karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit? Saya itu kalau makan makanan terlalu mahal itu nggak bisa nelan karena ingat mereka. Kalau hanya untuk makan sekedar ngumpul kenapa tidak masak bareng lalu dimakan bareng,gantian di rumah siapa dan siapa?Paling banter limaribu dollar sudah bisa makan enak,bisa having fun," kata Anita.


"Iya Dek Anita benar,itu hanya karena kita malu teman teman berkunjung ke rumah kita yang tidak terlalu mewah seperti yang kita katakan," kata Sandra.


"Kalian simpan saja itu untuk uang kas, saya sudah anggap uang itu jatuh di jalan. Tidak perlu lagi dikembalikan ke saya," kata Anita.


"Tapi Anita," kata Mirna.


"Sudah,sudah.Kalau menantu saya tidak mau ya tidak usah dikembalikan.Ini bisa dicicipi risol buatan saya.Ini adalah makanan kesukaan Anita,saya sengaja buat supaya dia tidak ngambek terus sama suaminya he he," tiba tiba Julian Anggoro muncul dari dalam dengan membawa dua piring risol.


Sandra dan lainnya berdiri dan membungkuk untuk memberi penghormatan.Mirna menundukkan wajahnya.Dalam hati ia menanyai dirinya berkali kali.Apa benar ini ketua group Anggoro yang terkenal angkuh dan selalu alot kalau diajak kerjasama.Ia sering dengar ayahnya selalu menggerutu setiap kali berurusan dengan pria ini dan merasa senang kalau berurusan dengan Januandy Anggoro adiknya.Tapi saat bertemu saat ini,ia begitu ramah dan murah senyum.Bahkan ia melihat ekspresi Anita lebih serem,ia menunduk dan tersenyum.Jangan jangan Anita lebih galak dari mertuanya.


"Hei,kau putri dari Adin Sudirja kan? Bagaimana kabar ayahmu,sehat?"


"Eh,iya Tuan.Ayah ibu sehat, terimakasih. Tuan mengenal saya?" tanya Mirna.


"Ah,tentu.Ayahmu itu tidak penah lupa memuji putrinya yang cantik setiap ketemu denganku.Sampe nunjukin fotonya untuk dikenalkan pada Jimmy. Tapi sayangnya,Jimmy selalu menolak kalau dikenalkan cewek,karena hatinya sudah dipenjarakan Anita dari dulu," Julian Anggoro tertawa seraya melirik ke arah Anita.


"Heh,yang benar saja," kata Anita.


"Bener koq Sayang,cepat ganti baju kita ke Boston," kata Jimmy yang baru datang dan mencium pipi Anita.


"Boston?"


"Lho katanya mau cari terasi?"


"Apa?" tanya Julian Anggoro kaget.


"Jimmy,jangan kenceng kenceng.Malu," bisik Anita.


Semua yang ada di situ kaget sampe bengong.


"Hadeh,cepet pergi sana.Jangan sampe dia nangis minta pulang gara gara terasi," kata Julian Anggoro.


Anita dan Jimmy pamit untuk pergi ke atas ke kamar mereka.

__ADS_1


Akhirnya Mika dan mertuanya yang menemani mereka mengobrol.


__ADS_2