
Anita hanya berdoa dalam hati, semoga mobil yang dikendarai Julian ini tidak menabrak apapun.Ia pejamkan matanya, menangkupkan kedua tangannya.Tiba tiba ponsel Julian yg menempel di handle dekat kemudi berbunyi, tanpa mengurangi kecepatan Julian memencet tombol loudspiker.
"Where are you?" terdengar suara Jim. Anita ingin memanggil, tapi Julian memberi isyarat untuk diam.
"I don't know, lacak saja sinyal ponselku. Suruh Jack kirimkan navigasi ke ponselku, jalan terpendek dari posisiku menuju Basecamp."jawab Julian.
"Ok, berhati hatilah, kau membawa nyawaku bersamamu."Telpon itupun terputus.
Anita masih ketakutan, sepertinya mobil ini tidak menginjak tanah pikirnya.
Ada pesan masuk ke ponsel Julian, ia memencet beberapa fitur di ponselnya. Anita semakin ketakutan karena konsentrasi Julian terpecah.
"Julian please jangan main ponsel saat ini," rengek Anita.Julian memang pengemudi yang hebat,dengan kecepatan seperti ini tapi jalannya mobil sangat stabil.
__ADS_1
"Anita tolong sambungkan kabel USB ke ponselku dan colokan yang ada di situ," Julian menunjuk tempat yang dia maksud.
Setelah tersambung, Julian memencet bebera pa fitur lagi.
"Julian Please, lihat ke depan," Anita mulai kehilangan kesabaran."Kau ini kenapa Julian, aku takut, kurangi kecepatanmu."Pria itu menyeringai," Ia melihat ke depan dan sekali sekali ke sepion belakang.Anita terkejut saat ponsel Julian kembali berbunyi, Julian menekan tombol loudspeaker.Terdengar suara seorang laki-laki.
"Julian,all clear now.Pajero hitam itu sudah berhenti mengikutimu."
Telpon itu kembali terputus.Julian mengurangi kecepatan mobilnya menjadi kecepata normal.Anita menghapus air matanya, ia merasa kesal kepada pria yang duduk di sebelahnya.Julian terkekeh kecil.
"Aku tidak mau lagi pergi denganmu.Aku bisa mati kalau kau yang nyetir." Julian kembali terkekeh.
"Nona manis, aku kasih tahu ya, Jimmy Julian Anggoro yang tampan itu jauh lebih gila kalau soal balapan.Julian yang ada di sampingmu ini tidak ada apa apanya kau tahu," Julian menunjuk hidungnya sendiri.Anita mengusap wajahnya yang terasa sangat lelah, rasa lapar yang tadi dirasakannya telah berganti menjadi rasa kantuk."Ju,aku mengantuk.Apa boleh aku tidur sebentar?" Julian menoleh ke arah ponselnya.Ia menyentuh layarnya, dilihatnya peta navigasi yang tadi dikirimkan oleh Jack.
__ADS_1
"Tidurlah, masih sekitar satu jam lagi."
Anita segera terlelap tanpa menunggu lama.
Julian menepikan mobilnya,ia merendahkan sandaran Anita sedikit,dia pandangi wajah Anita yang sedang terlelap.Kedua alis dan bulu mata yang tebal alami, mata yang indah, hidung mungil sedikit mancung dan bibir yang mungil tapi berisi.Julian mendesah.Tidak pernah aku sedekat ini denganmu Anita. Sekarang aku paham kenapa Jim seperti orang gila mengejarmu.Walaupun kau tidak sangat cantik seperti gadis gadis yang aku pacari,tapi kau bisa membuat hati laki laki sangat tentram walau hanya melihat senyumanmu.Aku pun mungkin akan jatuh hati kalau terlalu sering bersamamu. Julian tersentak ponselnya berbunyi,ia segera mengangkatnya.
"Julian,kenapa lama sekali?" terdengar suara Jim sedikit gusar. Julian gelagapan,sial! kenapa dia seakan punya insting kalau berhubungan dengan Anita, gerutunya.
"Julian hurry up, aku menunggumu.Anita baik baik saja kan?"
"Dia tidur.Sebentar lagi sampai, aku tidak berani ngebut,Anita ketakutan aku tidak tega," jawab Julian.
"Baiklah, aku tunggu di basecamp." sambungan telfon terputus.Julian segera melanjutkan perjalanan tanpa suara Anita yang selalu memprotesnya.
__ADS_1