CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption167


__ADS_3

Pagi itu Anita duduk di meja makan menikmati roti isi dan tumisan sayuran buatan Arman.


“Man,tadi Julian sudah sarapan belum?”


“Sudah Nona, tapi langsung pergi setelah itu,” jawab Arman.


“Man bisa minta roti isinya satu lagi? Sama coklat hangat lagi?” tanya Anita.


“Tentu Nona,ada angin apa ini Nona nambah makan hehe.”


Arman membuatkan lagi sepotong roti isi jamur dan daging kesukaan Anita.


“Aku mau kerja keras ini, mau angkat angkat dokumen, mau ngecek laporan,” kata Anita seraya melahap roti isi buatan Arman.


“Apa mau saya buatkan lagi untuk dibawa ke kantor?”


“Nggak usah,nanti aku beli coklat saja di minimarket. Sudah lama tidak makan coklat,” jawab Anita.


“Nona, mau berangkat jam berapa?” tiba tiba Hans datang. Anita terdiam melihat Hans bertanya seperti itu.


“Mana Pak Edy? Apa kita akan diantar barengan?” tanya Anita.


“Saya yang antar Nona, ini perintah langsung dari Tuan Jimmy,” jawab Hans.


“Hans, tidak ada yang akan menculikku.Apa kau tidak punya kerjaan di pabrik baru?” tanya Anita.


“Ada Marcel di sana, kami sudah membagi tugas.Nona tidak perlu khawatir itu.”


“Baiklah,kita berangkat sekarang.Tapi di drop aja ya, sepertinya aku harus kerja sampai selesai hari ini.Tidak tahu jam berapa pulangnya,” kata Anita.

__ADS_1


“Ya Nona.” Hans segera membawakan tas laptop milik Anita. Dalam hati Anita tersenyum, Hans adalah asisten Jack selain Corvin dan Marcel.Ketiganya ini sama sama orang yang hebat dan menguasai hampir semua bidang.Mereka juga punya perawakan yang bisa dibilang sempurna.


Entah bagaimana Jimmy bisa merekrut orang orang yang hampir tidak punya cela seperti itu.


“Nona,apa ada yang salah dengan diri saya?” Anita tersadar saat Hans menanyainya dari belakang kemudi.


“Ah,tidak.Hans apa kamu sudah punya istri?” tanya Anita.


“Belum Nona.”


“Pacar?”


“Sudah,” jawab Hans singkat.


“Pasti cantik ya,” kata Anita. Hans hanya tersenyum.


“Nona jangan merendahkanku ,Tuan Jimmy seribu kali lebih segalanya dariku.Nona, aku melihatmu lebih dari lima menit saja Tuan bisa memukulku, apa lagi berani tersenyum kepadamu. Tuan pasti mencincangku seperti ayam geprek,” jawab Hans. Anita tertawa mendengar jawaban Hans.


“Hans kamu ini lucu juga ya,” Anita tertawa kecil.


“Sudah sampai Nona,” Security gate segera membukakan gerbang untuk mereka. Hans menghentikan mobilnya di depan lobi kantor.


“Hans makasih ya, nanti aku telpon kalau sudah mau pulang,” kata Anita.


“Baik Nona.” Hans memutar balik mobilnya sementara Anita menaiki tangga menuju ke ruang accounting.


Arron tersenyum sumringah saat Anita membuka pintu ruangannya.


“Zao an (selamat pagi),” sapa Anita.

__ADS_1


“Zao an xiaojie (selamat pagi Nona),” jawab Arron.


“Anita,apa kamu lelah? You look so pale (kamu terlihat pucat),” tanya Arron.


“It's OK, tinggal sedikit lagi.Bu yao danxin (jangan khawatir),” kata Anita.


“Hao,ni lei dehua xiao xi yixia (baiklah,istirahat sebentar kalau lelah),” kata Arron.


“Sure(tentu).Li Zen qu na li(Li Zen pergi ke mana)?” tanya Anita celingak celinguk.


“Ta qu cailiao cangku(dia pergi ke gudang bahan baku),” jawab Arron.


“Arron,qing gei da jia jiang yixia(tolong kasih semua orang),jin tian dao san dian shi zuihou na cailiao(hari ini sampai jam tiga adalah terakhir ambil material),” kata Anita.


“Shi, wo zhidao. wo qu zhao tamen(ya,saya tahu.Saya pergi cari mereka).”


Arron segera bangkit dan ke luar dari ruangan.


Anita segera duduk di meja Li Zen dan menyalakan laptopnya.


“Mbak Dewi,Arini,Gea tolong ke sini,” kata Anita. Ketiga orang itu segera menghampiri Anita.


“Mbak Dewi tolong bereskan transaksi kas bank hari ini dan segera entry ke dalam sistem.Setelah selesai print dan bukti fisiknya taruh di ruang meeting.Gea, bagianmu bereskan data eksport import sampai tanggal kemarin juga pembelian bahan lokal dan semua pembelian jasa.Selesai taruh print out dan dokumen fisiknya.Dan kamu Rin, periksa laporan produksi sampai hari kemarin,sama input ke gudang barang jadi.Sama laporannya taruh di ruang meeting.Akan kuperiksa semuanya,” kata Anita.


“Ok, tapi Ta,apa kamu sanggup periksa semua sendiri? Sepertinya kondisimu tidak baik baik saja,” kata Arini.


“Kita bagi tugas saja, waktunya ndak keburu.Li Zen lagi ngurus di lapangan.Aku baik baik saja Rin, habis ini aku minum vitamin,Cuma animei biasa,” jawab Anita.


“Baiklah kalau begitu,” kata Arini seraya beranjak meninggalkan Anita. Beberapa saat kemudian Anita mengambil beberapa tube suplemen dari dalam tas selempangnya dan meminumnya.

__ADS_1


__ADS_2