CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption94


__ADS_3

Jim mengerjapkan matanya ketika mendengar suara pintu kamar diketuk dengan keras.


"Jim ! Wake up," terdengar ketukan lebih keras.Anita menggeliat dan memeluk Jim yang sedang duduk sambil memegangi kepalanya.


"Sial,itu suara Lucas.Go away or I kill you (Pergi atau aku habisi kamu)!" teriak Jim. Terdengar suara kekehan di depan pintu.


"Lucas ada di sini? Apa kau memintanya ke sini?" tanya Anita.


"Tidak,entah ada apa.Jack juga tidak memberitahu apa pun padaku.Aku mandi dulu, sudah jam lima lebih Sayang," Jim beranjak ke kamar mandi.Setelah selesai gantian Anita.Mereka melakukan shalat di dalam kamar karena sudah kesiangan. Jim bergegas turun saat mendengar ada keributan di bawah. Ia melihat Jack sedang ribut dengan Julian, setelah sebelumnya ia membuat wajah Lucas sedikit memar.


"Jack,biarkan dia," kata Jim.Jack segera melepaskan Julian.


"Lucas apa yang terjadi padamu?" tanya Jim.


"Uncle memukul wajahku,damn," jawabnya.


"Bukan itu,bukankah sudah kukatakan aku libur seminggu dan tidak mau diganggu siapa pun," kata Jim.


"Adikmu itu menodongkan pistol di kepalaku dan memaksaku membawanya menemuimu," jawab Lucas.

__ADS_1


"Benar begitu Julian? Sekarang mana pistolmu, jangan sembarangan menggunakan senjata di rumahku," Jim mengulurkan tangannya.


"Sudah kuamankan Jim," kata Jack.


"Lucas, kenapa kau ini payah sekali.Jangan kau pikir di rumahku semua aman.Bagaimana kalau ada yang sedang kurang waras?" tanya Jim.Julian hanya diam dan mendudukkan dirinya di sofa, sementara Jim duduk di sebelahnya.Jullian menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian Anita turun dan membuatkan mereka susu hangat.


"Hai Julian, Lucas.Bagaimana sepagi ini kalian sudah sampai sini? Apa ada masalah?" tanyanya sambil menghidangkan susu buatannya.Julian membuka matanya, ia menatap lekat pada Anita.


"Tidak,aku cuma sedikit kangen pada kakakku," jawab Julian.


"Bagus juga jawabanmu itu.Jangan membuatnya cemas dengan kekanakanmu itu Julian.Tiga hari lagi kami akan kembali ke rumah, kenapa kau ini tidak bisa menunggu?" rungut Jim.


"Itu karena kau mengabaikanku,aku tidak bisa terima Jim.Kau seakan akan memperlakukan ku seperti manusia yang tidak berguna,"Julian mengusap wajahnya.


"Itu hanya perasaanmu saja."


"Kau mempercayai Jack,dan tidak mempercayaiku itulah masalahnya," teriak Julian.

__ADS_1


"Dasar kau ini,jangan berteriak.Apa kau ingin Anita tahu tingkah kekanakanmu yang konyol seperti ini.Aku akan mencarikanmu istri dan memaksamu menikah," kata Jim.


"Jangan mengatur hidupku.Kau sendiri tidak mau diatur masalah wanita.Kau sampai harus berkelahi dengan ayahmu karena itu.Sekarang kau ingin melakukannya padaku," marah Julian.


"Lalu apa Julian? Kau hanya main main dengan wanita wanita itu.Kenapa hidupmu hanya kau isi kencan tidur seperti itu.Aku hidup tidak pernah sembarangan meniduri perempuan.Kau ini sungguh keterlaluan," marah Jim.


"Kau juga meniduri Anita kan?"


"Brengsek,jaga mulutmu itu.Hanya dia yang kutiduri sepanjang hidupku.Tidak sepertimu," jawab Jim.


"Carikan aku wanita seperti Anita,akan aku nikahi kalau kau bisa." Julian menyeringai licik.


"Ju, kenapa kau terobsesi dengan Nona? Jangan menutup matamu, banyak wanita lain yang sebaik Nona.Jangan membandingkan kau akan lelah sendiri," kata Jack.


"Dia bisa membuatku betah di rumah,berlama lama bersamanya,walau hanya sekedar melihatnya."


"Kalau ada kucing yang membuatmu betah di rumah,apa kau juga akan menikahinya?" Lucas menyeringai.Julian menendang kakinya.


"Shit!" Lucas mengusap usap kakinya.

__ADS_1


__ADS_2