
Anita sudah mengganti pakaiannya dengan dress panjang dengan turtle neg, ia tidak mau lehernya yang kebiruan terekspose dan menjadi pertanyaan tamu suaminya.Ia segera membereskan barang barang Jimmy yang masih menumpuk di meja makan,memasukkan nya ke dalam paper bag, juga memasukkan laptop suaminya ke dalam tasnya.Anita melihat ke kamar, suaminya baru selesai membaca beberapa surat dalam Al Qur'an.Jimmy tersenyum pada Anita, wajahnya lebih tenang dari yang sebelumnya.
“Sayang kita ke rumahmu sekarang? Berkas berkasmu sudah kubereskan.” Anita mendekati dan mencium bibir suaminya singkat.Jim melihat ponselnya.
“Tamunya sebentar lagi sampai.Edy sudah menunggu kita di depan rumahmu.Ayo,” Jimmy berdiri dari duduknya dan Anita mengikuti langkahnya.
“Jim,” panggil Anita.Pria itu menoleh ke arah istrinya.
“Kalau tamu itu tidak terlalu penting, aku tidak perlu ikut menemuinya.Aku tidak mau melihatmu tersiksa saat mereka berinteraksi denganku.Aku ingin kau saja yang melihatku, aku ingin kau saja dalam duniaku,” kata Anita. Jim mendekatinya dan mencium pucuk kepalanya.
“Anita maafkan aku ya, aku agak keterlaluan padamu. Aku ingin belajar menerima kau bukan hanya milikku.Kau milik banyak orang dan memang seharusnya begitu.Kita tidak mungkin hidup berdua saja kan?Bantu aku untuk menjadi manusia normal seperti yang lain.” Anita memeluk suaminya.
Edy membukakan pintu untuk kedua majikañya.
“Pulang ke rumah Tuan?” tanyanya.
__ADS_1
“Iya Ed,Jam berapa Lucas dan Riko menjemput mereka?” tanya Jimmy.
“Jam dua belasan Tuan,kata Lucas dia mau ke tempat Tuan Lim dan mengambil barang milik Julian dulu ke rumahnya,” jawab Edy.
“Iya aku tahu,Lucas sudah mengatakannya padaku.” Jimmy menutup penyekat mobilnya.Ia menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya.
Anita tahu Jim berusaha untuk menenangkan dirinya.
“Jim,” panggil Anita.
“Hmm?”
“Mereka hanya dua hari di sini Nyonya Jimmy, dan aku sudah janji akan mempertemukanmu dengan mereka.Aku bisa mengatasi ini, tenanglah aku hanya gugup,” jawab Jimmy.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan pintu utama. Jim turun begitu pun Anita.
__ADS_1
“Ed, bawa berkas dan laptopmu ke ruang kerja,” kata Jim kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya menyusul Anita.
“Jim,aku akan mengganti pakaianku yang lebih Casual boleh kan?” tanya Anita.
“Ya,kau boleh pakai makeup dikit.Jangan terlalu cantik, dia pasti kerasan di sini kalau melihatmu terlalu cantik.Dan ini harus ditutup,” katanya lalu menempelkan plaster warna kulit untuk menutupi leher Anita yang kebiruan.
“Jim, semua wanita pasti melihatku biasa saja.Cuma dirimu yang memandangku berlebihan.” Anita memeluk suaminya dan Jim mengecup singkat bibirnya.
“Aku memandangmu dari sudut pandang laki laki, Istriku Sayang.Sudah pasti beda kalau sesama wanita menilai.Aku pergi sebentar, entah nyasar di mana Lucas sampai sekarang belum datang.” Jim berlalu meninggalkan Anita.
Jim pergi ke ruang kerjanya, tampak Marcel dan Corvin sudah menunggunya.
“Duduklah,Jack ke mana?” tanya Jimmy.
“Ke pabrik baru Tuan, sedang menyelesaikan pengalihan saham dengan pemilik lama. Semua sudah beres, tinggal tanda tangan pemilik lama. Jack pergi bersama Hans dan pak Beny,” jawab Marcel.
__ADS_1
“Good,Ini pasti sudah Final. Lusa Jack harus kembali ke Amerika,aku berharap semua selesai sebelum dia pergi.” Jim menuliskan sesuatu pada selembar kertas lalu menyodorkan pada Corvin dan Marcel.
“Hiroshi Alan Danuarta?” tanya Marcel. Corvin mengambil kertas di tangan Marcel dan mengerutkan keningnya.Nama yang tidak terlalu asing baginya.Tapi Corvin masih ragu dan belum yakin.