
Julian menatap Anita lekat lekat.Ia tampak berbeda dari biasanya.
“Surat dan bunga itu aku yang menulis dan menaruhnya.Aku dari dulu sudah tertarik padamu, bukankah kau juga meletaķkan balasan suratku di tempat yang sama?Aku masih menyimpan semua surat balasan darimu.Saat itu aku selalu berangkat sangat pagi untuk datang ke kelasmu.”
“Oh my God, aku baru tahu kalau JA adalah kamu.Tapi kamu tidak pernah menyapaku sekali pun,bahkan kau selalu memalingkan wajahmu saat kita berpapasan.Dulu aku berfikir kau ini anak yang sombong.Tapi aku pikir itu wajar karena kalian dari keluarga billioner, mana mau melihat cewek biasa sepertiku.”
“Aku tahu kau menyukai Jimmy,dan Jimmy juga menyukaimu.Sejak saat itu aku berhenti menulis surat dan berusaha melupakanmu. Tapi sejak kita bertemu lagi, perasaan itu tumbuh lagi dan aku tidak bisa meredamnya. Perasaanku padamu tidak bisa kurasakan pada wanita lain, bahkan saat aku tidur dengan pacar pacarku sebelumnya, aku melakukan itu karena aku berharap bisa jatuh cinta,ternyata tidak bisa.Wajah cantik,badan bagus,status sosial yang tinggi ternyata tidak bisa menggantikanmu.” Julian menakupkan telapak tangan ke wajahnya.
“Aku akan membantumu,” kata Anita.
“Bagaimana caranya?” tanya Julian.
“Dengan Silent Hipnosys, itu salah satu terapi psikologis.Aku bisa melakukannya sendiri. Sebenarnya lebih mudah saat kau benar benar ada di depanku, tapi dari jarak jauh pun bisa.Aku akan melakukannya saat kau sudah tidur pulas.Aku akan minta bantuan Arron untuk mengecekmu ha ha.” Anita bangkit dari duduknya.
“Tidak Anita, aku tidak mau melupakanmu. Kau hanya main main kan? Apa itu foodoo?” tanya Julian agak merasa ngeri.
__ADS_1
“Ngawur,itu ilmu psikilogi yang diajarkan seorang terapis psikologi padaku.Sudahlah, kenapa aku melupakan cara ini, padahal hasilnya cukup lumayan,” gumam Anita.
“Hey mau ke mana?” teriak Julian.
“Tidur,sudah malam.Sudah setengah sepuluh.Tidurlah, besok kau kerja kan,” jawab Anita.Julian bangkit dan menghampiri Anita.
“Baiklah,aku ingin memimpikanmu.Good night my love,” Julian berjalan menaiki tangga untuk tidur di kamar tamu atas.
Anita hanya menggedikkan bahunya atas sikap Julian. Ia bergegas ke kamarnya, sejenak ia berhenti di depan ruang kerja suaminya.Lampu sudah mati, itu berarti mereka sudah selesai.Lalu ke mana Jimmy, tanya Anita dalam hati.
Akhirnya Anita melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Ruangan itu juga gelap, kenapa dimatikan, ada perasaan tidak enak dalam hatinya. Jimmy,apa dia sedang marah.Anita segera menyalakan lampu.
“Kau hanya pura pura tidur kan suamiku?” tanyanya.
Jimmy diam tak bergerak.Anita segera mengambil buku yang menutupi wajah suaminya.
__ADS_1
“Apa kau marah padaku? Aku tahu kau pasti mendengar apa saja yang Julian katakan kepadaku. Aku tidak menganggapnya serius, jangan marah padanya ya,” Anita mencium pipi suaiminya.
Tiba tiba Jimmy menarik Anita ke dalam pelukannya dan menguncinya di bawah tubuhnya.Jimmy mencium bibirnya dengan rakus hingga Anita mendorongnya karena kehabisan nafas.
Beberapa saat kemudian Anita memeluknya dengan lembut.
“Aku hanya mencintaimu Jimmy, tidak peduli apa yang dikatakan Julian itu benar atau tidak.Jangan menyiksa dirimu dengan perasaanmu.”
Tangan Anita mulai nakal dengan membuka pakaian yang dikenakan Jimmy tanpa sisa.
“Anita,aku sangat mencintaimu sampai tak tersisa sedikitpun untuk diriku sendiri,” kata Jimmy dengan suara serak karena begitu kuat menahan emosinya.
Jimmy melakukan apa yang tadi dilakukan Anita terhadap dirinya.
Ia begitu menikmati erangan istrinya setiap kali menyentuh bagian sensitifnya.
__ADS_1
“Ah, Jimmy.Lakukanlah semaumu.Aku akan menerimanya dengan senang hati.Aku benar benar menginginkanmu.” Anita merengkuh tengkuk Jimmy untuk memperdalam ciumannya.
Malam itu menjadi malam yang penuh hasrat bagi kedua anak manusia yang saling mencintai itu.Entah berapa kali yang terjadi hingga keduanya kelelahan dan tertidur saling berpelukan.