
Pagi yang sangat cerah, matahari menampakkan sinarnya dengan terang. Julian duduk di meja makan dan meminta secangkir kopi pada pengurus rumah. Ia melirik ke arah pintu kamar Jim yang masih tertutup rapat.
"Apa kakak belum bangun Pak Pur?" tanya julian pada pengurus rumah yang sibuk mengepel lantai.
"Saya belum melihatnya Tuan,"jawab pak Pur. Julian tersenyum usil, ia segera menghampiri pintu kamar Jim, tangannya mengetuk pintu menggunakan sendok dengan keras.
"Hei orang yang ada di dalam! Bangun!" Ia mengetuk pintu lebih keras lagi.
Sementara itu di dalam kamar, Jim tampak menutup telinganya dan memeluk Anita saat gadis itu terlonjak bangun karena terkejut.
"Sialan, kenapa Julian menggangguku pagi pagi begini," gerutu Jim.Ia segera mengambil handuk kemudian mandi.Anita mengerjapkan matanya yang masih terasa berat.Jim ke luar dari kamar mandi dengan rambutnya yang masih basah."Mandilah Sayang," Jim mencium kening Anita.Gadis itu segera beranjak ke kamar mandi.
Sementara itu di meja makan Julian masih duduk menikmati kopi dan biskuit di tangannya.Ia bermaksud kembali menggedor pintu kamar Jim, tapi pintu itu sudah dibuka oleh pemiliknya.Anita duduk di di sebelah Julian dan Yuki membawakannya secangkir kopi.Sementara itu Jim pergi ke ruang kerjanya.Julian melihat ke arah Anita, ia menyodorkan piring biskuit miliknya.
"Bagaimana semalam?" bisik Julian di dekat telinga Anita.
__ADS_1
"Apaan?" muka Anita sedikit merona.
"Apa malam pertama kalian seru? Apa Jim sangat hebat di ranjang? Ayolah ceritakan?" Julian terus menggoda Anita.
"Julian apaan sih? Tidak terjadi apa apa," Anita memukul lengan Julian.
"Impossible.Aku sudah menaruh obat di jusnya Jim dan bubur ayam milikmu semalam.Jadi tidak mungkin kalian tidak melakukan itu."
Julian terkejut ketika Jim memegang pundaknya.
"Julian!!" bentak Jim.
"Obat perangsang,tapi dosisnya juga paling kecil." Jim memukul kepala Julian, pria itu mengaduh dan memegangi kepalanya.
"Bodoh! Aku bisa melakukannya tanpa itu. Yuki!" Jim berteriak dan Yuki pun segera datang.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak tahu ada yang berusaha meracuniku? Yuki, bagaimana kau menjaga Nonamu ini kalau kau bisa tidak tahu ada yang memasukkan obat ke dalam makanannya?" marah Jim.
"Maaf Tuan, tapi itu perintah Tuan Besar.Beliau menelpon saya waktu saya mencegah tuan Julian melakukan itu." Jim menatap Julian penuh tanya.
"Apa maksudnya? Kenapa Daddy sampai terlibat masalah seperti ini? Julian,jelaskan padaku kenapa Dad sampai mengurusiku sejauh ini.Shitt," umpat Jim.
"Sorry Brother,aku selalu update tentang hubunganmu dengan Anita karena Uncle selalu menanyakannya.Itu karena Uncle tahu kalau kau sangat payah dengan urusan seperti ini," jawab Julian.
"Jangan berani lagi ,Bodoh.Jangan melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku." Jim duduk dengan kesal.Jim melirik sebentar ke arah Anita, gadis itu hanya diam menunduk tanpa mengatakan sesuatu.Tangannya hanya mengaduk aduk kopinya dan memasukkan biskuit ke dalam cangkirnya.Jim mengambil cangkir itu dari tangan Anita.Ia menggenggam tangan Anita, ia tahu bagaimana perasaan Anita saat ini. Anita pasti sangat malu karena semua orang jadi tahu apa yang mereka lakukan semalam.
"Jangan dipikirkan okey," Jim meraih dagu Anita, gadis itu hanya tersenyum tipis.
"Yuki, tolong suruh siapkan sandwich isi daging asap kasih lada hitam ya.Anita kamu mau?" Jim kembali menggenggam tangannya.Anita mengangguk kecil.
"Aku juga mau, yang pedas," kata Julian.
__ADS_1
Jim menoyor kepalanya kesal,Julian terkekeh senang.