
Anita membuka matanya saat merasakan sedikit sesak.Seperti biasa tangan kokoh Jimmy yang terlalu erat memeluknya.Pelan pelan ia mengambil guling dan meletakkannya dalam pelukan Jimmy seperti biasanya.Ia kaget karena beberapa saat kemudian guling itu terbang dan mendarat di atas lantai.
Jimmy menariknya kembali dalam pelukannya.
“Jimmy,” keluh Anita.
“Aku rindu padamu walau beberapa saat bertemu.Kenapa kau susah sekali dipeluk Anita?Semua wanita pasti senang dipeluk seperti ini, apalagi oleh pria tampan dan baik hati sepertiku ini.”
“Puih,mulai narsis.Tanganmu ini tidak kira kira kalau meluk,kaki juga pasti ikutan naik.Aku bukan guling yang tidak sesak nafas kalau ditimpa badan sebesar itu.Lagipula sejak kecil aku biasa tidur sendiri,jadi tidak biasa sempit sempitan.Nggak bakal bisa tidur,” jawab Anita.
“Ranjang ini King size masih kurang lebar?”
“Biar selebar lapangan sepak bola ya tetap saja nggak nyaman kalau dirimu nakal tidurnya,mepet terus.Di rumah sakit kemarin aku hampir jatuh,apa dulu waktu sekolah juga seperti itu?” kesal Anita.
“Hah,bukan Cuma waktu sekolah.Saat ini pun nggak ada yang mau tidur denganku. Jack, Jonathan,Lucas.Mereka lebih milih tidur di lantai daripada harus jatuh dari tempat tidur, .ujung ujungnya juga tidur di lantai,pake benjol hehe.” Anita menampar pelan pipi suaminya.
“Sudah jam satu,lama juga aku tidur. Dokter Nesya memberiku obat tidur apa ya, bawaannya ngantuk terus. Aku mau sholat dulu,tolong bilang ke Dina aku mau buat Donat,lima puluh biji tolong siapin bahannya ya,” kata Anita.
“Halah beli aja kenapa sih,kamu kan belum boleh ngerjain kerjaan rumah,Anita.”
“Bayiku yang ingin,” jawab Anita seraya bangkit dari duduknya.
“Hais.”
Jimmy bangkit dari tidurnya dan pergi ke dapur untuk menemui Dina,sesuai keinginan yang mulia Nyonya besar.
Setelah selesai shalat Anita menyusul ke dapur.Tampak Jimmy sedang ngobrol dengan Faris di ruang makan sementara Lucas sedang asyik makan roti isinya.
__ADS_1
Anita segera membuat adonan dibantu Dina dan ibunya.
Beberapa saat kemudian Anita menghampiri Lucas yang baru saja selesai makan dan meletakkan sebuah ember berisi adonan di hadapan Lucas.
“Apa?” tanya Lucas kaget.
“Uleni,seperti ini,” jawab Anita. Faris dan Jimmy hanya melihat tanpa bersuara.
“I can't do that you know,I’m not a chef(Aku tidak bisa melakukannya,aku bukan Koki),” tolak Lucas.
“You strong enough,use Kung Fu for this(Kamu cukup kuat,gunakan jurus Kung Fu).Ayolah,” paksa Anita.
“Aduh Mak,tangan gue udah keriting dari pagi kerja di depan laptop.Boss, tar pijitin tangan gue Boss,” rengek Lucas akhirnya.
“Jangan ngelawan wanita hamil Lu,” kata Jimmy.Faris tertawa geli melihat Lucas lancar bicara bahasa Indonesia, pake Lu Gue lagi.
“Waktu SMP sekolah di Jakarta sampe lulus baru pulang kampung,” jawab Jimmy.Lucas hanya nyengir dan mulai melakukan yang disuruh Anita.
“Ini,kalian juga bantu.”
Anita menyodorkan dua ember kepada Faris dan Jimmy.
“Aku juga?” tanya Jimmy.Lucas tertawa keras keras.
“Baiklah,kita lama tidak ketemu Nita. Kapan lagi kamu berbuat jahil seperti ini padaku,” kata Faris.
“Eh,jangan.Mas Faris kan tamu.Hans!” panggil Jimmy yang melihat Hans baru datang.
__ADS_1
“Nggak, Hans kamu kebagian lipat kardusnya ya.”
Hans tampak bingung duduk di depan kardus bungkus donat yang masih berupa lembaran.
Ibu Ana datang dengan membawa satu teko Jus alpukat dan meletakkannya di atas meja.Hans yang merasa kehausan langsung minum dua gelas.
Anita segera mengambil ponsel milik Jimmy dan sibuk memfoto momen langka tersebut.
“Sayang,mau buat berapa banyak ? Kenapa nggak beli aja? Buat apa buat sebanyak ini?” keluh Jimmy.
“Buat seratus buah, mau dikasih ke anak anak kecil TPQ.Juga dikasih ke karyawan peternakan,” jawab Anita.
“Hah intinya kita nggak dibagi nih?” tanya Lucas.
“Dibagilah, tapi yang sortiran ya.Yang jelek dikasih kamu haha,” jawab Anita.
Lucas memanyunkan bibirnya.
“Lucas,jangan buat istriku kesal ya. Gue gak mau anak gue nakal kayak Elu,” kata Jimmy.
“Istri Lu lebih jahil dari gue,sadar lah Boss, Lu seribukali lebih nakal dari gue,” kata Lucas.
Jimmy melemparkan kotak tisyu ke arah Lucas.
Faris tersenyum melihat keakraban Jimmy dengan pegawainya.
Banyak sekali rupanya yang mengejutkannya tentang suami Anita.
__ADS_1