CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption9


__ADS_3

Jim mengetuk ngetukkan jarinya di meja, pria di depannya itu masih menatapnya menunggu jawaban.


"Ada lagi tugas khusus,sebenarnya ini adalah tugas utamamu."


"Apa?" pria di depan Jim itu tampak penasaran.


"Pastikan calon kakak iparmu baik-baik saja, tidak kekurangan sesuatu.Ingat,tidak boleh ada pria lain yang mendekatinya.Lakukan ini diam diam.Pilihlah orang-orang yang kau anggap kompeten untuk itu.Aku tidak mau Anita memalingkan mukanya walau sedikit saja dariku," pria itu tersenyum.


"Wajahmu terlihat sangat bahagia Brother, apakah Anita..." pria itu tidak meneruskan kata katanya.Anita muncul dari balik pintu dengan membawa setumpuk berkas yang harus ditandatangani oleh Jim.Setelah meletakkannya di meja pressdir Anita menyodorkan sebuah Map kepada Jim.


" Ini harus tanda tangan sekarang Tuan Pressdir," katanya kemudian.Jim mengambil map itu dan melihat lihat sebentar.


"Ini surat tugasmu,mau ke mana?"


"Ada sosialisasi peraturan pemerintah yang baru.Undangannya ada di lembar paling belakang,ini," tunjuk Anita.


Jim menandatangani surat itu,namun mencoret nama Anita dan menggantinya dengan nama Arini.Jim menarik lengan Anita hingga terduduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Jangan pergi ke mana-mana Anita,kerjakan tugas lainnya saja," gumam Jim.


Mata Anita teralih pada seseorang yang sejak dari tadi memperhatikannya.


"Ketemu lagi Nita, sudah lama ya? Kamu terlihat jauh lebih cantik dari terakhir kita bertemu.Kalau tidak ada orang di sebelahmu itu, mungkin aku..."


"Brukk!" Jim melemparkan map yang dipegangnya pada pria di depannya itu.


"Bilang saja kalau pingin mati, tak akan kubiarkan termasuk dirimu merayu kekasihku," marah Jim,Anita tersenyum.


"Yeah sure." Jim melingkarkan tangannya di bahu Anita,gadis itu tampak salah tingkah karena ada Julian di depannya.


"Please Jim," minta Anita, tapi Jim semakin erat memeluknya.Dengan cepat bibir Anita sudah dalam lumatannya.


"Mhhh Jim!" Anita mendorongnya? wajahnya tampak merona karena malu dilihat oleh dua pasang mata yang memperhatikan mereka.


Ternyata Arron juga sudah berada di tempat itu.

__ADS_1


"Hei Jim, why you always kissing everywhere," guman Arron.Julian tertawa.


"Anita,tomoŕrow you have to go to Surabaya. Ini undangan dari Bank untuk sosialisasi pembayaran pajak export import,"Arron menyodorkan undangannya kepada Anita, dan Jim mengambil undangan itu dari tangannya.Jim mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Bu Tari,segera buatkan ID Card buat Julian," Jim mematikan ponselnya.


'Ju , pergilah ke HRD. Kau perlu ID Card untuk tugasmu selanjutnya."


"Lets go Anita,masih banyak pekerjaan.Jim tidak akan bekerja kalau kau masih di sini." Arron menyeret Anita ke luar dari tempat itu, Jim hanya tertawa kecil.***


Anita mengguyur tubuhnya dengan air, aahh seger, ia berdiri saja di bawah shower sambil mengusapkan sabun aroma teraphy ke tubuhnya hingga otaknya sedikit rilex.Hampir satu jam ia habiskan waktu di kamar mandi.


"Anita! jangan lama lama." Tiba tiba terdengar suara seseorang di ruang tengah.Degg, siapa?


Sial aku lupa mengunci pintu.Perlahan Anita membuka sedikit pintu kamar mandi bermaksud untuk mengintip.Tapi Jim mendorong pintu itu menjadi terbuka lebar. Anita menjerit kaget, karena tubuhnya hanya terbalut handuk.Anita menutup kembali pintu itu tapi Jim sudah berhasil masuk ke dalamnya.Anita gemetar,ada rasa takut, apa Jim sudah kehilangan akalnya, Anita terpaku, tangannya memegangi handuk yang melilit tubuhnya.


"Kenapa lama sekali, dari tadi aku menunggumu.Bukannya aku sudah bilang ingin berkencan? Cepat pakai bajumu." Jim mendorong Anita dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2