CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption210


__ADS_3

Anita membawa semangkuk besar gudeg ke meja makan.Jimmy sudah duduk anteng di meja makan sambil memainkan gawainya.


“Kelihatannya enak,aku belum pernah makan ini,” kata Jimmy.


Anita nengambil sebuah piring dan mengambilkannya untuk Jimmy.


“Cicipi dulu, tidak semua orang suka karena masakan solo jogja cenderung manis.Gula jawanya agak banyak.Dulu aku juga adaptasi makan makanan sana, seperti makan nasi sama kolak,” Anita tertawa kecil begitu pun Faris.


“Aku tinggal di daerah sini juga adaptasi Dek, sering mules karena masakannya pedes banget,” kata Faris.


“Makanya cepet cari mbak Ratna, kalau dapet istri orang sini ya sama aja sering mules.”


Anita tersenyum melihat Jimmy terlihat sangat berfikir saat gudeg di sendok masuk ke mulutnya.


“Rasanya manis banget, tapi enak.Gak ada sambal ya ?” tanyanya.


“Ini cabai yang direbus ini tinggal dihancurin pake sendok,” kata Anita seraya mempraktekkan di piring Jimmy.


“Sayang, kamu juga makanlah.”


“Biar kuambil sendiri, aku mau telur sama ayam,sayapnya.” Dengan lincah Anita mengambil lauk yang tampak kecoklatan karena direbus bareng sama gudegnya.

__ADS_1


“Pak Jimmy suaranya bagus ya, semalam saya sampe penasaran siapa yang baca Qur'an malam malam,” kata Faris.


“Saya tidak bisa tidur Mas,Anita sudah pulas jadi kelap kelip sendirian.Saya pergi ke Musholla buat baca Qur'an biar tidak mengganggu.Eh bacanya malah kekencengan,” jawab Jimmy.


“Pak Jimmy hafalan ya?”


“Eh iya,baru sampe juz enambelas.Itu persyaratan Anita dan saya harus mewujudkan,” jawab Jimmy.


“Lho kapan aku mengajukan syarat seperti itu?” sela Anita.


“Aku menguping waktu dulu kau bicara dengan Widya.Suami seperti apa yang kau inginkan,dan kau bilang paling tidak harus hafal lima Juz,” jawab Jimmy.


“Tapi aku lebih bahagia karena aku benar benar punya suami yang mau menghafal walau pun sangat sibuk. Jadi Jimmy, ternyata waktu itu kau benar benar sering membuntutiku ya? Kenapa aku tidak sadar kalau ada seorang stalker,” kata Anita.


“Kisah kalian ternyata sangat menarik ya,” Faris tertawa kecil.


“Tar kujadikan komik biar anak anak kita bisa baca kisah orang tuanya yang seperti tali layangan,” kata Jimmy.


“Ah jangan,nanti ditiru sama mereka. Ayahnya yang keras kepala dan ibunya yang suka kabur,” kata Anita.


“Wajarlah kalau anaknya sedikit nakal, ayah ibunya yang jadi figur paling dicari oleh mereka.Nak Faris berangkat setelah sarapan?” tanya Ardian yang tiba tiba muncul. Ia segera meminum teh jahe hangat yang sudah disiapkan istrinya.

__ADS_1


“Iya Pak Ardian,saya ada janji hari ini dan pekerjaan saya juga pasti sudah menumpuk.Cuti dua hari lumayan juga,” jawab Faris.


“Sudah siap Mas?” Tiba tiba Aksal datang dan duduk di sebelah ayahnya.


“Sudah, ini saya sudah selesai.Ayo kalau mau pergi sekarang,” Faris segera mengambil barang bawaannya dan memasukkan ke dalam mobil yang sudah disiapkan di depan pintu samping.Anita dan seluruh keluarganya mengantar Faris Sampai depan pintu.


“Kalau senggang sering main ya Mas?” kata Anita.


“Tentu,” jawab Faris seraya menyalami seluruh keluarga Anita lalu masuk ke dalam mobil.


Aksal melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.Jimmy memerintahkan dua orang pengawal untuk mengikuti mobil itu.


“Anita, ayo istirahat di kamar sebentar.Ini masih terlalu pagi,” Jimmy meraih tangan Anita dan membawanya ke kamar atas.


Jimmy merebahkan dirinya di samping Anita.


“Nanti kau ke klinik sana ibu ya, pagi ini aku dan Hans harus ke kantor polisi,” gumam Jimmy.


“Ya, lagipula kliniknya dekat di situ saja.Jangan khawatir.”


Anita membelai lembut wajah Jimmy yang kembali memejamkan matanya. Ia memandangi wajah tampan itu cukup lama.Hingga akhirnya ia pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2