CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption93


__ADS_3

Anita terbangun karena ingin ke toilet.Ia merasakan agak nyeri di daerah kewanitaannya.Malam tadi Jim begitu bersemangat melahap dirinya.Ya si Junior memang bukan standart pria indonesia. Anita merasakan nikmat yang luar biasa, tapi begini efek sampingnya.Ia melihat suaminya yang masih sangat pulas memeluknya.Perlahan ia singkirkan tangannya, Jim hanya bergumam sebentar lalu tertidur lagi.Anita segera beranjak ke kamar mandi.Anita mengompres pembengkakan di area intimnya dengan air hangat,sedikit lebih nyaman.Tiba tiba pintu kamar mandi dibuka,Jim tampak panik berdiri di depan pintu.Ia segera bergegas menghampiri Anita yang duduk di closet dan menempelkan wash lap di area intimnya.


"Apa ini sakit? Sayang maafkan aku," Jim memeluk dan mencium bibir Anita.


"Tidak apa, hanya bengkak sedikit," jawab Anita.Jim merenggangkan paha Anita.


"Kita ke kamar saja, biar kubantu mengompresnya." Jim menggendong Anita dan membaringkannya di atas ranjang.Ia mengambil baskom berisi air hangat dan washlap.Dengan hati hati ia merenggangkan kedua paha istrinya.Anita merintih karena Jim terlalu menekannya, dan agak terlalu panas.


"Anita,aku tidak tahu kenapa tidak punya rasa puas denganmu.Aku bisa melakukannya berkali kali tanpa jeda waktu yang lama. Semakin sering melakukannya,aku semakin kecanduan dirimu.Mungkin aku harus konsultasi ke dokter," katanya.


Anita tertawa mendengar perkataan suaminya.


"Jangan melakukan hal konyol seperti itu, apa kau senang kehidupan sex kita diketahui orang lain?Sejujurnya aku sangat menikmati saat kita having sex.Bahkan saat kau memintaku berulang kali, tapi itu berakibat seperti ini,jadi harus dikasih jeda yang cukup panjang baru lakukan lagi," Anita membelai lembut rambut suaminya.Jim meletakkan baskom di atas nakas dan menyelimuti tubuh istrinya.

__ADS_1


"Aku harus mengendalikan diriku hmm,aku tidak tahan melihat tubuhmu terekspos sedikit saja."


Jim mengenakan piyama yang kemarin disiapkan Anita.


"Ayo tidur, masih belum jam tiga.Masih terlalu pagi," Jim masuk ke dalam selimut dan memeluk istrinya.


"Jim."


"Hmm."


"Sayang, bisa tidak lima hari ini jangan pikirkan mereka.Pabrik sementara diurus sama Jack.Pekerjaanmu diurus sama Yuki. Tiap hari mereka melaporkan semuanya padaku by email.Mereka baik baik saja tanpa kita," jawab Jim.


"Sepertinya aku harus cari kesibukan baru, jualan sayur kali ya," kata Anita.

__ADS_1


"Aku juga sepertinya harus cari kesibukan baru.Bagusnya apa ya, jualan ikan kali ya," Anita tertawa mendengar jawaban suaminya.


"Kenapa? Pasti laku keras kali, yang jual ganteng ini," kata Jim.


"Kalau ujung ujungnya gitu, tidak perlu susah susah masuk Harvard University, lulus cum laude lagi.Pasti belajarnya juga setengah mati," kata Anita.Jim tertawa.


"Bisnis itu tidak harus dimulai dari yang besar. Bisa dirintis dari yang kecil Sayang.Siapa bilang aku susah masuk Harvard University, aku iseng saja masuk sana,karena itu harapan Daddy.Aku lebih serius kuliah di MIT, karena itu yang kusukai.Awalnya memang berat dan menyebalkan karena hampir tiap hari aku bertengkar dengan Jack yang notabene penduduk asli sana." Jim bangkit dan mengambil air di atas meja sofa.Ia menyodorkan pada Anita setelah meminumnya.Anita menerima dan menandaskan isinya.


"Lagi?" tanya Jim.Anita menggeleng dan meletakkan gelas di atas nakas.Jim kembali masuk ke dalam selimut dan memeluk Anita.


"Ceritakan padaku bagaimana kau bertemu dengan Jack? Kalau dulu kalian sering bertengkar, bagaimana sekarang bisa seperti ini?" tanyaku.


"Besok saja ya,ceritanya panjang.Aku

__ADS_1


masih pingin tidur,"malas Jim.


"Hmmm baiklah,aku juga masih mengantuk," Anita membalas pelukan Jim lalu memejamkan matanya.


__ADS_2