CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption106


__ADS_3

Sementara itu di dekat kursi kayu Jim dan Jack duduk di dekat kursi yang tadi diduduki Anita.


"Lari dia, masa sama suaminya sendiri lari ketakutan.Sendalnya ditinggal lagi," gerutu Jim.Jack tertawa kecil dan mengedikkan bahunya.


"Kau terlalu lama mengurungnya, She only wants to eat some simple foods (dia hanya ingin makan makanan sederhana) pergi ke pinggir jalan. Duduk santai menyapa orang orang. I know Anita is different,dia tidak terpengaruh oleh isi brankasmu," kata Jack.


" I know, itu yang membuatku pusing. Bahkan dia tidak pernah menanyakan cincin pernikahan, aku membawanya ke sana ke mari cari waktu yang tepat dan romantis. Sampai sekarang momennya belum dapat," keluh Jim.


"By the way how do you found her easily (Ngomong ngomong bagaimana kau bisa menemukannya dengan mudah)? Di sini terlalu banyak orang," tanya Jack.


"Aku memasang sticker pelacak di pakaiannya,scan to my phone,"jawab Jim.


"Dasar kau ini,Paranoid.Let's go find her(ayo cari dia)," Jack bangkit dari duduknya.Jim melihat ponsel dan mengaktifkan GPS nya.

__ADS_1


"Itu dia, sedang pesan jagung bakar. Jangan kagetkan dia.Nanti lari lagi," kata Jim.


"Pak,saya jagung bakar tiga.Sweet and spicy (manis dan pedas)," kata Jack. Penjual jangung itu tertawa lalu berbicara pada temannya dalam bahasa jawa.


"Plaris Cak,dituķoni wong bule loro.Doyan jagung bakar,nang negorone gak ono paling ya (Plaris Kang, dua orang bule beli.Suka makan jagung bakar, di negara asalnya tidak ada kali ya)," Anita yang mendengar perkataan penjual sontak menoleh ke arah dua orang yang dimaksud.Ia menoleh ke arah lain saat matanya bertatapan dengan Jim.


Ya suaminya itu lebih dominan wajah bulenya daripada Indonesianya, rambutnya juga coklat, jadi wajar kalau dia juga dibilang bule. Jim tampak jengah dikatai seperti itu, tapi ia melihat ke arah Anita yang memelototkan matanya supaya suaminya tidak meladeni penjual jagung bakar itu.Jim mengajak Jack duduk di dekat Anita.Ia segera meraih kaki istrinya yang sangat kotor karena tidak memakai alas kaki.Ia melihat ada sedikit luka di telapak kakinya.


"Kenapa malam ini kau nakal sekali,Istriku?" tanya Jim.Anita hanya nyengir dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Penjual jagung bakar itu nengantarkan pesanan mereka.


"Sudah jangan banyak banyak, nanti sakit perut jadi repot.Sayang, kenapa tidak katakan kalau kau kangen dengan makanan seperti ini?" Jim mengeratkan pelukannya.


"Kau pasti tidak mau diajak makan di tempat seperti ini," jawab Anita.

__ADS_1


"Bukan tidak mau, malas. Mereka pasti melihatmu, memandangimu, menggodamu."


"Gak kebalik tuh? Sekali sekali gangguin cewek seperti kebanyakan orang juga tidak apa kali."


"Ogah, gua senyum doang bisa diikutin cewek cewek kali," jawab Jim.Jack tertawa mendengar perkataan Jimmy.


"Sok ganteng," katanya. Jim mengambil dompetnya.


"Piro Cak? Jagung bakar telu (Berapa Kang, Jagung bakar tiga)?" tanya Jim dalam bahasa Jawa.Penjual jagung bakar itu bengong ternyata si bule bisa bahasa jawa.


"Dua lima Mister," jawab penjual jagung. Jim memberikan selembar seratus ribuan.


"Gak usah susuk,gawe anakmu.Iki wenehno bojomu ( Tidak usah kembalian, untuk anakmu.Ini kasihkan istrimu)," Jim menambahkan selembar lagi.

__ADS_1


"Terima kasih mister," kata penjual jagung sangat senang.Jim menggendong Anita sampai ke tempat Jack memarkir mobilnya. Mereka kembali ke Hotel dan akhirnya Jack juga menginap di sana.Jack mendapatkan kamar di lantai yang sama hanya berjarak dua kamar dari kamar Jim dan Anita.


__ADS_2