CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption3


__ADS_3

Pagi itu Anita berjalan menuju ruangannya, entah kenapa sejak Jim bekerja di perusahaan yang sama ia merasa bersemangat.Jimmy Julian Anggoro, nama yang sejak lama menancap di hatinya.Kakak kelasnya waktu di SMP, cinta pertamanya. Tapi waktu itu Anita hanya bertepuk sebelah tangan, teman-teman perempuannya selalu saja mengerubutinya.Dengar dengar waktu itu Jim menyukai sahabatnya,Widya.Tapi sudahlah, melihatnya saja sudah merasa senang pikir Anita.


"Nita!" tiba-tiba dari arah ruang HRD ada yang memanggil.Anita mendekat ke pintu ruang HRD yg telah berdiri sesosok wanita paruh baya, ibu Mentari kepala HRD.


"Pagi Bu Tari, ada apa ya memanggil saya," tanya Anita.


"Saya mau kasih peringatan buat kamu, atas sikap tidak sopan kamu pada pressdir baru." Degg, Anita masih bingung dengan kata-kata bu Tari."Kamu harus minta maaf sekarang."


"Mmm saya belum bertemu pak Pressdir Bu, mana mungkin saya..." Bu Tari menarik lengan Anita tanpa mau mendengar alasan, ia membawa Anita ke ruang Pressdir.


"Pagi Mr.Pressdir." Bu Tari mendorong Anita ke depan meja pressdir hingga hampir menabrak kursi yang ada di situ.

__ADS_1


Jim... Dia duduk di belakang meja pressdir dan masih sibuk menandatangani berkas-berkas yang kenarin dibawanya ke meja itu. Deg deg jantung Anita berdetak kencang.


"Pagi," Jim menatap bu Tari dan Anita bergantian."Ada apa pagi pagi sudah mencari saya?" Jim bertanya tanpa melihat mereka.


"Ini berhubungan dengan perintah anda untuk menertibkan atitud semua karyawan di perusahaan.Ayo minta maaf Anita," bentaknya.Anita baru teringat kalau kemarin dia menyuruh Jim membawakan berkas untuk ditaruh di meja di depannya itu.


"Mmh saya mohon maaf atas kelancangan saya Mr.Jim saya mohon maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulangi," kata Anita terbata-bata.Dalam hati dia mengumpat kesal,beneran cari muka.


"Kami permisi Mr.Pressdir,"kata bu Mentari, Jim masih sibuk dengan tanda tangannya, Anita mengikuti bu Mentari di belakang.


"Tunggu Anita, kamu tetap di sini," tiba-tiba saja Jim membuka suara.Anita berhenti dan berbalik ke depan meja besar itu. Perasaan Anita campur aduk, pagi-pagi sudah mendapat mood yg tidak enak.Anita tetap berdiri diam menunggu,Jim bangkit dari duduknya dan menghampiri Anita, berdiri beberapa centi saja darinya.Gadis itu mundur beberapa langkah karena mereka berhadapan terlalu dekat.

__ADS_1


"Maafkan aku, kalau saja aku tahu kaulah Pressdir baru itu, aku pasti akan lebih tahu diri," gumam Anita kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu.Jim hanya diam membiarkan Anita pergi, tangannya memukul meja dengan kesal.


Anita mendudukkan dirinya di kursi dengan kesal, tiba-tiba interkom di mejanya berbunyi. Tangannya menyambar gagang telfon dengan kasar." Tanda tangan sudah selesai, cepat ambil," terdengar suara pressdir, Anita menggerutu."Mbak Dewi! ttd selesai suruh ambil." Anita berteriak keras yang ditujukan kepada kasir.Semua orang menoleh ke arahnya termasuk Arron yang sejak tadi serius di depan laptopnya.


"What's a matter?"tanyanya.


"Nothing Mr.Arron," jawab Anita singkat.


Arron mendekati mejanya, membawakan air mineral dingin lalumenempelkan di kepalanya.Anita tersenyum dan mengambilnya.


"Pagi yang indah Anita, jangan marah-marah. Keep smiling just like me," Anita tertawa kecil kemudian menyalakan komputernya.

__ADS_1


__ADS_2