CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption306


__ADS_3

Anita membersihkan diri dengan berendam air hangat.Seharian di luar rumah membuatnya sedikit lelah namun cukup menyenangkan.Sejenak ia melupakan kesedihan dan rasa kecewanya.


Tiba tiba pintu kamar mandi diketuk dengan keras.Terdengar suara Jimmy yang cukup keras di luar.


Anita yang sudah mengenakan jubah mandinya segera mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya.


"Anita !" Jimmy menggedor pintu lebih keras lagi.


Anita bergegas membuka pintu dan melihat Jimmy yang berdiri di depan pintu dengan wajah muram.


"Kau menggedor pintu dan berteriak seperti ada kebakaran saja," kata Anita seraya melewati suaminya.Jimmy berjalan mengekori istrinya.


Anita duduk di meja rias dan mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.Jimmy segera mengambilnya dan membantu Anita mengeringkan rambut panjangnya.


"Aku bisa sendiri, kau tidak perlu repot begitu.Istirahatlah,kau pasti lelah bekerja seharian," kata Anita.


"Sudah kukatakan jangan mengunci pintu saat mandi,kenapa susah sekali dikasih tahu," kata Jimmy mengalihkan pembicaraan.Tangannya itu sangat cekatan memainkan hair dryer.


"Sudah kebiasaan," jawab Anita.


"Akan kusuruh Pak Pur membuang kuncinya."


"Lho,kalau pas mandi ada yang masuk."


"Halah,yang masuk kan cuman aku ck," decak Jimmy.


"Sudahlah,aku mau tidur," kata Anita seraya mengambil baju tidurnya di almari.


"Tunggu,kau belum menjawab pertanyaanku tadi," Jimmy mengekori Anita yang sedang berganti pakaian sampai sampai siku Anita tidak sengaja menyodok hidungnya.


Reflek Anita menggosok hidungnya saat Jimmy mengaduh.


"Aku hanya hangout sama Lenny,kenapa sih? Aku juga tidak memarahimu saat hangout dengan wanita lain," ketus Anita.


"Heh,apa maksudmu?Aku berhubungan dengan wanita wanita itu hanya masalah kerjaan.Lagi pula,apa yang kau sembunyikan dariku Anita.Tidak adakah suatu hal yang ingin kau jelaskan?" cecar Jimmy.


"Tidak ada.Sudahlah,kau beristirahatlah. Aku akan tidur di kamar tamu,aku akan menemanimu sampai kau tidur," jawab Anita.


"Heh,apa apaan ini? Kau tidak menginginkan...." Jimmy menautkan jari jari telunjuknya.


"Tidak.Bukankah kau sendiri yang mengadu pada dokter Nesya kalau aku memaksamu dan kau tidak tega menolakku?"


Jimmy terkejut bukan main.


"Apa Nesya mengatakan begitu kepadamu? Wah keterlaluan nih, harus didamprat ini orang." Jimmy bergegas meraih ponselnya namun Anita segera mengambilnya.


"Dia tidak mengatakan apa apa,aku mendengarnya langsung saat hendak masuk ke ruangannya.Dia tidak tahu aku ada di sana.Sudahlah Suamiku,mulai sekarang aku tidak akan mengganggumu dengan hal semacam ini," kata Anita.


Jimmy terdiam sesaat lalu memeluk Anita dari belakang.


"Aku minta maaf,Sayang.Aku hanya khawatir,aku takut melukaimu dan bayi kita."


Anita tersenyum sekilas lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Jimmy.


Jimmy membelai rambut panjang istrinya lalu memeluknya dari belakang. Maafkan aku Anita, sudah setahun lebih kita bersama,aku masih saja tidak bisa mengendalikan perasaanku saat di depanmu,tidak bisa mengenali dan memahamimu sebaik Daddy.Aku masih saja tidak bisa menebak jalan pikiranmu. Aku merasa sangat bodoh saat menghadapi perasaanmu, aku tidak ingin memaksakan sesuatu padamu tapi justru menyakitimu, kalau kukatakan semua masalahku apa tidak menambah bebanmu,kata Jimmy dalam hati.***


Pagi itu Anita membuat nasi goreng kesukaannya.Dengan banyak macam sayuran dan daging asap yang dipotong kecil kecil.Pagi itu Jimmy ikut sarapan setelah memakai kemejanya. Arman membuatkan jus jeruk hangat untuk kedua majikannya itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian pelayan yang baru saja mengangkat telpon segera memberi tahu kalau ada tamu.


"Siapa pagi pagi begini datang,ini masih jam enam pagi?" tanya Jimmy.


"Nona Clarisa dari Barata Sentosa Tuan," jawab pelayan itu setelah bertanya lagi pada yang menelponnya.


"Suruh antar ke ruang tamu,suruh tunggu di sana," kata Jimmy seraya mengangkat telponnya memanggil Hans.


"Hans,temui Clarissa di ruang tamu.Aku sudah menyetujui proposalnya.Ambil perjanjiannya di mejaku lalu suruh dia pergi," kata Jimmy seraya menyendok nasi gorengnya.


Anita hanya diam mendengarkan tanpa menanyakan sesuatu.


"Pagi Jim,maaf aku langsung ke sini," kata seorang wanita cantik yang tiba tiba datang dan langsung duduk di sebelah Jimmy.


"Hei,bukannya kusuruh tunggu di ruang tamu?" kata Jimmy kaget. Beberapa saat kemudian Hans datang sambil membawa sebuah map.


"Tuan,maaf.Saya sudah membawa ke ruang tamu,tapi nyonya ini tiba tiba masuk ke sini," kata seorang pelayan yang datang tergopoh gopoh.


"Aku ikut sarapan ya,belum sarapan nih," pinta Clarisa.


"Silahkan saja," jawab Jimmy.


Clarisa mengambil nasi goreng dan memakannya.


"Hmm enak,kokimu memang hebat," katanya.


"Itu istriku yang buat," jawab Jimmy.


Clarisa terbatuk karena kaget.


Jimmy melirik ke arah piring istrinya yang masih banyak mungkin hanya dimakan beberapa sendok saja.


"Sayang," Jimmy beranjak mengejar Anita yang ke luar menuju taman belakang rumah utama.


"Kalian makan saja,aku sudah kenyang," kata Anita seraya meneruskan langkahnya.


Jimmy hanya diam mematung sementara Anita meneruskan langkahnya.Ada rasa marah karena wanita itu lah yang bersama Jimmy di ruang meeting waktu itu.


Anita duduk di pinggir kolam ikan koi yang banyak ditumbuhi teratai teratai berbunga ungu yang sangat cantik sambil menikmati salad buahnya. Beberapa saat kemudian Jimmy datang dengan membawa sepiring nasi goreng dan duduk di hadapan istrinya.


"Ayo makan," kata Jimmy seraya melonggarkan dasinya dan menyuapkan sesendok nasi goreng kepada Anita.


"Aku sudah kenyang,hari ini aku mau ke luar untuk membeli beberapa barang lagi sama Lenny.Aku mau makan di luar," kata Anita menolak suapan Jimmy.


"Akan kutemani,tidak usah merepotkan Lenny," kata Jimmy.


"Aku lebih senang merepotkan Lenny daripada metepotkanmu,hari ini dia ada kerjaan,setelah makan siang baru pergi denganku.Kau temani saja wanitamu itu,dia sampai bela belain subuh sudah dandan menor terus ke sini mencarimu. Ini kesempatanmu cuci mata,bukannya bosan melihat karung beras sepertiku," kata Anita panjang lebar.


Jimmy tersenyum dan meraih dagu Anita.


"Cemburu nih ceritanya? Mau karung beras kalau aku cinta mau apa?"


Jimmy melepas dasinya dengan kasar.


"Kenapa dilepas?"


"Malas pergi ngantor," jawab Jimmy.

__ADS_1


"Pergi sana," usir Anita.


"Ogah, aku mau kerja di sini saja asal ditemani karung berasku..."


"Tu Tuan," suara Hans membuat suami istri yang bertengkar itu diam seketika dan menoleh ke arahnya.


"Hans,apa Clarisa sudah pergi?" tanya Jimmy.


"Tuan Lucas menemuinya dan membahas tentang proyek.Entah kenapa Nona Clarisa menurut begitu Tuan Lucas memintanya pergi," jawab Hans.


"Oh,Lucas pasti semalam pulang ke sini. Hans,gantikan aku meeting dengan clien hari ini,besok juga.Aku akan bekerja di rumah.Kalau perlu tanda tanganku bawa saja ke sini," kata Jimmy.


"Baik Tuan," jawab Hans seraya beringsut pergi dari tempat itu.


"Kalau mau kerja ya sana,di ruang kerja. Jangan menggangguku,hari ini juga jangan mengikutiku,aku mau kencan sama Lenny," kata Anita.


Jimmy mencebikkan bibirnya,tangannya segera meraih ponsel yang dari tadi bunyi terus tiada henti.


"Halo Marcel,hari ini aku tidak ke kantor. Kamu handle semua urusan bersama Hans.Aku izin sakit hari ini,ya OK," katanya lalu meletakkan ponselnya kembali di meja pinggir kolam.


Anita tersenyum miring mendengar suaminya izin sakit,sultan mah bebas.


Jimmy hendak melancarkan jurus merayu yang beberapa menit lalu ia cari di internet,tapi segera diurungkan karena Jack yang sudah berpakaian sangat tapi menghampiri mereka.


"Jim.."


"Apa lagi?" ketus Jimmy.


Jack yang kalem dan cool hanya menautkan alisnya melihat Jimmy sedikit sewot dengan kedatangannya.


" George Ask you to come for having lunch(George memintamu untuk datang saat makan siang)," kata Jack.


"Why me,I'm so bussy today.Could you Please handle this (Aku sibuk hari ini,bisakah kau atasi ini)?"


Jack tersenyum, ia bisa mendengar saat Jimmy bicara di telfon sama Marcel barusan.


"Kau sibuk merayu istrimu." Tawa Jack meledak tanpa bisa ia tahan.


Jimmy meninju lengan sahabatnya itu.


"Sialan Lo,memang kenapa kalau iya. Awas saja kalau Laura yang merajuk," kata Jimmy.


"Ayolah Boss,ada masalah penting yang ingin kubicarakan sekarang.Anita, may I..." Jack melihat ke arah Anita seolah meminta izin membawa Jimmy.


"OK," jawab Anita.


"Comeone."


Jack menarik lengan Jimmy yang masih enggan beranjak dari duduknya.


"Pergilah Jim,Hari ini aku mau pergi sama Lenny.Nanti siang dia menjemputku," kata Anita.


"Baiklah,tapi kau harus membawa Irene saat kau pergi.Dan pulangnya jangan terlalu malam,aku janji akan pulang secepatnya," kata Jimmy.


Anita mengiyakan dan Jimmy pun pergi bersama Jack.


****

__ADS_1


__ADS_2