
Anita membaringkan diri di sofa setelah mengeringkan rambutnya.Jimmy ke luar dari kamar ganti segera menyusul duduk di dekat kepalanya.Beberapa saat kemudian terdengar ketukan di pintu.
“Masuk,” kata Jimmy.
Pintu terbuka dan Corvin masuk menghampiri mereka.Anita segera menegakkan tubuhnya dan mempersilahkan corvin duduk.
“Terimakasih Nona, saya hanya sebentar.Tuan, pak Firman ada di ruang tamu. Beliau sendiri yang ingin bertemu Tuan Jimmy waktu saya datang ke rumahnya untuk menanyakan masalah yang kemarin,” kepala keamanan itu menundukkan wajahnya.
“Ajak dia ke meja makan, suruh Arman siapkan makan siang untuk kita.Aku juga ingin memperkenalkan Anita padanya,” perintah Jimmy.Corvin mengangguk lalu pergi.
“Siapa Jim?” tanya Anita.
“Itu kepala keamanan rumah ini sebelum aku kembali pulang ke sini.Dia adalah orang kepercayaan Daddy,dan sekarang sudah pensiun.Sampai saat ini Daddy masih memberikan tunjangan yang cukup besar padanya sebagai balas Jasa. Aku memang ingin bertemu dengannya.Ayo kita makan, aku sudah lapar,” Jimmy meraih tangan Anita dan membawanya ke ruang makan.
Jimmy tersenyum dan menyalami orang tua yang masih tampak gagah dan tegap di depannya.
“Pak Firman,sehat sehat Pak,” sapa Jimmy.
__ADS_1
“Alhamduliĺah Tuan Muda, apa Tuan besar juga sehat di sana?” balas tanya Firman.
“Insyaa Allah Pak, kami semua sehat,” jawab Jimmy. Firman menatap lekat ke arah Anita.
“Apa Nona ini ...”
“Iya ini Anita istri saya,” kata Jimmy.
“Oh, syukurlah,” katanya lalu tersenyum. Anita juga tersenyum ke arahnya.
“Tuan Muda, Tuan besar tidak ada di sini, kenapa yang ada di meja ini banyak makanan kesukaan Tuan Besar?” tanya Firman.
“Apa maksud Pak Firman tumisan brokoli daging sama paprika itu?” tanya Jimmy.
“Salad buah itu juga, jus tomat, jus sirsak.Beliau pasti tidak akan merelakan makanan itu disentuh siapa pun sebelum dia puas memakannya,” Firman tertawa kecil.
“Itu makanan kesukaan istriku,aku juga mulai menyukainya.Tapi Pak Firman tenang saja,aku yang akan menjadi wasit kalau Daddy bertengkar dengan istriku di meja makan,” keduanya sama sama tertawa.Anita ikut tersenyum mendengar percakapan mereka, begitu pun Corvin,ia tampak begitu menghormati pria Tua yang ada di sebelahnya itu.
__ADS_1
Selesai makan siang Jimmy meminta Corvin mengajak Firman ke ruang kerjanya.
“Sayang, aku ada urusan sebentar dengan pak Firman,kau bisa melakukan sesuatu yang membuatmu enjoy.Atau barangkali kau mau ke rumah pinggir danau, pakailah motor matick yang ada di garasi, aku tidak melihat kucing kucing itu beberapa hari ini,” Jimmy mencium pucuk kepala Anita.
“Aku ingin ke kebun sayuran, tapi sebelumnya aku akan ke sana.Siapa yang memberi mereka makan kalau kau tidak ke sana?” tanya Anita.
“Aku tidak tahu pasti,aku sudah kasih tahu pak Pur, entah dia suruh siapa yang urus,” jawab Jimmy.
“Baiklah, aku pergi. Selesaikankanlah urusanmu,” Anita mencium pipi suaminya lalu pergi ke dapur untuk mengambil Jus jeruk di dalam kulkas.
Sementara itu Jim bergegas ke ruang kerjanya untuk menemui Corvin dan Firman.
Jim duduk di sofa tunggal dan berhadapan dengan Corvin dan Firman.
“Corvin laporkan yang kuperintahkan kemarin,” kata Jimmy.
“Saat ini Hiroshi masih berkomunikasi dengan Bayu dan Siska Tuan.Tapi tidak dengan Istri Anda.Siska sering berkomunikasi dengan Hiroshi tapi tidak pernah membahas tentang Nona.Siska kadang berkimunikasi dengan Nona tapi tidak pernah membahas tentang Hiroshi mau pun Bayu.Tapi kalau sekali saja Siska memberi jalan untuk Hiroshi dan Bayu,maka bisa saja mereka kembali terhubung dengan Nona,” jelas Corvin. Jimmy mengerutkan keningnya.
__ADS_1