CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption266


__ADS_3

Jimmy membawa Anita ke luar untuk menyapa orang rumah, semua yang ada di rumah bersikap biasa saat Anita menyapa mereka.Jimmy tahu Anita lebih banyak diam dan menjaga jarak kepada semua orang. Hans tersenyum saat berpapasan dengan Anita.


"Apa kabar Nona?" sapanya.


"Baik, terimakasih. Jim, aku mau ke kebun belakang untuk menemui Mas Faris dan Ibu Sepuh, " kata Anita seraya meninggalkan tempat itu tanpa menunggu jawaban.


"E eh, langsung pergi.Hans jangan ganggu dia, dari tadi dia sudah ngambek. Jack ke mana? " tanya Jimmy.


"Tuan Jack pergi refleksi, pungunggnya sakit katanya, " Jawab Hans.


"Apa? "


"Tuan, wajar saja Nona sekarang berat banget. Yang Angkat Nona ke Helikopter kan Tuan Jack sendiri, Pak Ardian hanya bantu dikit, " Hans terkikik.


"Ya, mau bagaimana lagi. Aku jalan aja masih belum bisa jauh, apalagi ngangkat Nona yang berat badannya nambah hampir sepuluh kilo, " kata Jimmy.


"Tuan cari saya? " tanya Yuki yang tiba tiba datang dari pintu taman.


"Iya, ini obat insomniamu. Kamu beli lagi gih buat aku, " kata Jimmy seraya menyerahkan sebuah tube kecil.


"Susah carinya sekarang Tuan, kurasa ini memang obat berbahaya. Ini saya belinya melalui teman saya dan sekarang susah dicari. Sekali oles saja cepat sekali


tidur dan tidak bisa dibangunkan dalam dua jam. Ini saya pakai kalau benar benar tidak bisa tidur setelah lembur, " jawab Yuki.


"Aku juga ingin coba, " tiba tiba Lucas datang dan mengambil obat itu dari tangan Yuki.


"Jangan Lucas, kalau mau coba jangan di sini, pergilah ke kamarmu. Kalau kau tertidur di sini siapa yang mau angkat badanmu yang segede gajah, " ketus Yuki.

__ADS_1


"Yuki kenapa kau selalu jutek kepadaku, Akang nih capek habis jemputin tamu dari bandara bolak balik. Dipijitin kek. "


"Plakk! "


Yuki menampar pipi Lucas dan mengambil obat yang ada di tangan Lucas.


Tiga orang pria itu hanya bengong melihat Yuki pergi.


Beberapa saat kemudian Hans dan Jimmy tertawa tergelak.


"Awas Lo ya, jangan panggil gua Lucas kalau ga bisa dapetin Lo, " marah Lucas.


"Kalau gak dipanggil Lucas, panggil apaan dong?" tanya Jimmy.


"Kuciiiing, " jawab Hans lalu keduanya tertawa.


"Ya, Hans tolong periksa apa Yuse sudah mengatur tempat tamu menginap dengan benar, " kata Jimmy.


"Baik Tuan, " Hans beranjak pergi dari tempat itu. Lucas duduk di dekat Jimmy.


"Bagaimana istrimu, apa kalian baik baik saja? " tanyanya.


"Aku tahu dia berusaha sangat keras untuk menahan diri. Berusaha keras untuk tidak bertanya dan berusaha keras untuk tidak peduli.Lucas, kau bakar saja ponselku, ponsel Anita dan laptop Emily. Aku tidak mau lagi melihat benda benda itu, " kata Jimmy.


"No Jim, kau harus buktikan kau tidak bersalah. Di laptop Emily ada video asli Viola having *** sama Venezio bukan dirimu."


"Bagaimana pun aku tetap bersalah, video itu memang editan tapi video acara pertunangan itu asli dan aku memang berciuman dengan Viola. Itu sudah cukup membuatnya selalu menjaga jarak denganku.I know dia menolak secara halus saat aku ingin memeluk atau menciumnya."

__ADS_1


"Do you need me for some help(Apa kau butuh batuan ku) ? I will tell her....(Akan kukatakan padanya.).."


"No need (tidak perlu). Aku ingin dia percaya padaku dari lubuk hatinya. Dan kembali seperti dulu, " jawab Jimmy.


"Tuan, ada tamu dari Jogja. Dokter Siska sama dokter Ihsan, " Hans tiba tiba muncul bersama dua orang tamu.


Jimmy tersenyum dan menyalami kedua tamunya.


"Hans sudah kau atur kamar mereka? Terimakasih sudah mau datang, Siska," kata Jimmy.


"Memang sudah seharusnya, di mana Anita Tuan?" jawab tanya Siska.


"Dia ada di taman belakang,mari ikut saya," kata Jimmy.


Siska dan Ihsan mengikuti langkah Jimmy. Di taman belakang Anita tampak tertidur di pangkuan ibu Sepuh yang sedang membelai rambutnya dengan lembut.


"Mas, tolong bawa ibu istirahat. Anita, Sayang. Kog tidur begini sih, kasihan Ibu kalau begini, " Jimmy memindahkan kepala Anita ke atas bantal.


"Bu Monggo istirahat dulu, mari, " kata Faris yang juga tampak kelelahan.


"Tolong dijaga yo Ngger, " kata wanita tua itu. Jimmy segera mencium tangannya.


"Tentu Bu, " jawab Jimmy.


"Sayang, bangun. Siska sama Ihsan sudah datang, " Jimmy menepuk pipi Anita dengan lembut.


"Hmm, apa, siapa? "

__ADS_1


Anita mengerjapkan matanya.


__ADS_2