CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption64


__ADS_3

Bayu kembali meneguk air mineralnya hingga habis.


"Yah,dia ngambek gara gara tersinggung gue bilang bisa keracunan makan masakan dia. Maafin gue ta,waktu itu maksud gua cuma becanda.Kamu marah sampai segitunya," Bayu membuka sebotol air mineral kembali dan menandaskan isinya.


"Minum terus,tar ngompol lho," kata Jim menggodanya.


"Kamu yang bayar ini,"jawab Bayu.


"Itu sudah lama sekali,tidak perlu dibahas lagi. Aku juga sudah lupa kalau tidak kau ingatkan lagi.Kamu kan sudah minta maaf ribuan kali. Sampai sampai harus bawa pengamen lucu dari alun alun,dan sukses membuatku tertawa sampai sakit perut. Kau bayar berapa sampai mau diajak ke tempatku?" Anita kembali tertawa mengingat pengamen lucu itu.


"Satu juta,itu pun sampe dateng ke rumahnya buat minta tolong.Kau memang keterlaluan Anita." Bayu meneguk kembali minumannya.


Anita melirik Jim yang sedang sibuk dengan ponselnya.Ia juga melihat ke arah Merry yang terlihat begitu jelas kekecewaan di wajahnya.

__ADS_1


"Aku ke toilet dulu ya," katanya.Anita jadi merasa tidak enak pada dokter Merry. Akhirnya Anita juga ke tiolet menyusulnya.


"Dokter Merry," panggil Anita saat Merry ke luar dari toilet.Wanita itu menoleh dan tersenyum.


"Boleh minta waktu sebentar?" tanya Anita. Merry menganggukkan kepalanya.Ia mengikuti Anita dan duduk di kursi taman.


"Ada apa.Nita?" tanyanya.Anita cukup bisa membaca kesedihan di wajahnya.


"Maafkan aku,aku tidak bermaksud melukai perasaanmu.Apa Bayu suami yang baik?Aku berharap dia menjadi suami yang sangat mencintaimu?" kata Anita.Merry tersenyum getir.


"Iri dalam hal apa? Kau lebih segalanya dariku," jawab Anita.


"Jim begitu mencintaimu sampai harus melewati hari hari yang sulit di masa mudanya.Kami pernah dijodohkan tapi dia menolaknya mentah mentah.Bahkan sampai berani membalas pukulan om Julian.Bahkan dia pergi dari rumah sampai berminggu minggu.Akhirnya om Julian menemukannya dan membujuknya pulang." Anita menutupkan tangan ke mulutnya.Sampai segitukah...

__ADS_1


"Sekarang aku tahu perasaan suamiku segitu besarnya padamu.Dia tidak pernah seceria dan seantusias itu pada seorang wanita, bahkan padaku.Bahkan saat aku ngambek sekali pun dia tidak berusaha membujukku. Dia bersalah sekali pun tidak berusaha meminta maaf padaku." Air mata Merry pun menyeruak tak terbendung.


"Maafkan aku,kami dulu memang berteman baik.Mungkin kalau ada kesempatan,aku bisa membantumu,aku ingin mencoba bicara padanya.Seorang suami tidak boleh menperlakukan istri seperti itu.Apa yang kurang darimu," kata Anita.


"Tidak perlu Nita,mungkin suatu saat dia akan berubah dengan sendirinya," kata Merry kelu.


"Ehem." Kedua orang itu menoleh ke arah Jim yang berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk.Merry cepat cepat menghapus air matanya.Jim mendekati mereka dan mengulurkan tangannya kepada Anita.


"Ayo kita pergi," katanya seraya menarik Anita ke dalam pelukannya.Tiba tiba "Cup" ia mengecup singkat bibir Anita.


"Eh, ini tempat umum Sayang." Anita merasa malu karena ada dokter Merry di situ.


"Merry,Ayo balik ke rumah sakit," tiba tiba Bayu juga menyusul ke tempat itu.Merry bangkit dan menghampiri suaminya.

__ADS_1


"Bayu," panggil Anita.Pria itu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Anita.


"Tolong jaga dokter Meŕry," kata Anita.Bayu mengangguk kemudian membawa dokter Merry pergi.Jim segera membawa Anita ke parkiran dan melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu.


__ADS_2