CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption51


__ADS_3

Jim tersenyum senang diperlakukan Anita seperti itu.Ia biarkan saja Anita mencubit cubit pipinya sampai puas.


"Kenapa berhenti? Apa pipiku ini semenggemaskan itu?"


"Capek tanganku," jawab Anita.Jim meraih tangan Anita lalu memijitnya.


"Jim,apa boleh aku bertemu dokter yang tadi pagi memeriksaku?"


"Dokter Merry? Boleh saja,aku akan buat janji dengannya.Besok sepulang dari sini kita temui dia.Jim mengambil ponsel di sakunya kemudian mengetiķkan pesan,beberapa saat kemudian ia mendapat balasan.


"Besok jam makan siang kita ketemu di dekat rumah sakit.Aku malas sekali kalau harus masuk ke rumah sakit.Bau obat,pusing kepalaku,"kata Jim.


"Terimakasih Sayang," Anita memeluk bahu kekasihnya.

__ADS_1


"Mau apa ketemu dokter Meŕry?" tanya Jim.


"Mau berterimakasih,sekalian konsultasi dikit.Dia itu dokter apa ya?"


"Spesialis penyakit dalam.Kalau perlu dokter lain untuk konsultasi,aku juga bisa panggil ke rumah," kata Jim.


"Hebat ya Tuan ini, memang kalau banyak uang bisa panģgil apa saja ke rumah," ledek Anita.


"Bukan begitu,aku kan sudah bilang tidak suka bau rumah sakit.Lagipula rumah sakit itu milik ayahku,jadi kalau keluargaku butuh dokter ya panggil saja ke rumah.Toh satu spesialisasi ada dua dokter,pasti masih bisa dihandle kalau cuma ditinggal sebentar."


"Nggak,kau tidak boleh ke luar rumah tanpaku.Anita,aku bisa meninggalkan apa saja untuk bersamamu.Aku tidak akan membiarkanmu lepas lagi dari tanganku," tiba tiba Jim menggenggam erat tangan Anita.


Anita terdiam beberapa saat,dalam hati ia berfikir kenapa banyak sekali yang tidak ia ketahui tentang kekasihnya itu.Ia juga baru tahu kalau rumah sakit swasta yang terkenal bagus itu ternyata milik ayahnya.Hal yang mengejutkan buat Anita.Bahkan keluarganya saja Anita tidak tahu.Ayah ibunya,kakaknya, adiknya.Di rumah tidak ada satupun foto keluarganya.

__ADS_1


"Ada apa? Anita?" Jim menarik dagu Anita hingga keduanya saling berhadapan.


"Kita akan menikah,tapi aku tidak tahu sama sekali tentang keluargamu," jawab Anita. Jim terdiam sesaat,kemudian mengambil ponselnya dan tampak sedang mencari sesuatu.Ia menarik lengan Anita supaya lebih dekat kepadanya.


"Maafkan aku,aku tidak memikirkan itu karena terlalu fokus padamu.Lihat,ini foto Jonathan dan keluarganya.Istri dan anak anaknya.Dia adalah kakakku satu satunya Anita.Sekarang tinggal di Amerika, mengurusi usaha yang kurintis di sana." Jim kembali mencari sesuatu di ponselnya.


"Ini Emily,Adikku satu satunya juga.Dia belum menikah,tapi sudah punya pacar orang italy. Yang ini foto ibuku bersama kakek nenekku di Italy,mereka masih lengkap dan sangat menyayangiku.Suatu saat aku ingin membawamu menemui mereka.Aku sudah minta tolong pengacaraku untuk menguruskan passport dan visamu beberapa waktu lalu.Jadi kalau kau dilanggil harus datang ya." Jim mencium pipi Anita yang hanya diam saja.


"Foto Daddy mana ya?" Jim mencari foto ayahnya di ponselnya.


"Kenapa aku tidak punya foto ayahku.Ini foto saat kumpul bareng,tapi foto Daddy kurang jelas.Dia itu tidak suka difoto,tidak fotogenic katanya.Aku kirim ke ponselmu ya." Anita menatap wajah Jim yang tampak serius dengan ponselnya.


"Jim apa kau yakin keluargamu akan menyetujui pernikahan kita?Bagaimana kalau mereka menolak karena aku bukanlah wanita yang sangat cantik yang pantas untukmu? Bagaimana kalau mereka menolakku karena aku dari keluarga biasa biasa saja?" tanya Anita.Jim menatap marah ke arahnya.

__ADS_1


"Mereka mengenal namamu sudah sejak lama Anita.Namamu tidak asing di keluargaku.Karena dirimu sudah membuat anak mereka menjadi pemberontak, membuat anak mereka hampir gila.Aku selalu bertengkar dengan ayahku karena menolak wanita manapun karenamu.Tapi pada akhirnya Daddy mau mengerti dan mendukungku, jadi jangan berfikir yang tidak tidak okey?" Jim memeluk bahu Anita. Gadis itu hanya diam dan menunduk.Jim mencium keningnya dengan hangat.


__ADS_2