
Semua yang ikut rapat sudah pergi kecuali Julian dan Hans yang masih duduk diam di tempatnya.
“Hans tolong berikan aku akses langsung CCTV hotel Summer ke laptopku, kau punya user level teratas kan?” tanya Jimmy.
“Iya Tuan,segera.” Hans segera mengambil alih laptop Jimmy dan mengutak atiknya sebentar.
“Ini user dan password anda Tuan, sudah saya install aplikasi untuk membukanya.”
Hans kembali menyerahkan laptop Jimmy.
“Jim, senjata api itu masuk melalui terminal milik kita. Apa kau yakin akan menyerahkan ini pada kepolisian.Bagaimana kalau izinnya dicabut?” tanya Julian.
“Ini berhubungan dengan mafia dan sindikat international Julian, kita tidak bisa tidak melibatkan aparat. Kita memang kecolongan, karena yang datang adalah pesawat milik Daddy.Ini bukan penyelundupan biasa tapi senjata api,bagaimana kalau melukai orang di luar. Terminal milik kita mungkin akan dibekukan sementara dan diberi sanksi.Om Pras akan mengurus semuanya,” jawab Jimmy.
“Baiklah kalau itu keputusanmu, aku akan meminta papi untuk membantu masalah ini,” kata Julian.
“Ya, aku rasa Uncle Januandy lebih berpengalaman mengenai kasus ini,” kata Jimmy.
__ADS_1
“Aku pergi dulu, kebetulan Papi ada di rumah sini.Lebih baik aku menemuinya sekarang.”
“Ya,” jawab Jimmy.Julian beranjak pergi sementara Jimmy kembali sibuk dengan laptopnya.
“Hans,kumpulkan rekaman satelit yang dirasa berguna yang diambil oleh Lucas. Kedepannya aku ingin meluncurkan satelit yang lebih canggih.Tolong cek berapa biaya yang diperlukan, kamu diskusi dengan Jack dan Lucas. Satelit milik keluarga Anggoro ini sudah terlalu kuno.Aku ingin punya sendiri,” kata Jimmy.
“Iya Tuan,Mungkin bisa mencapai sepuluh sampai duapuluh T.” Hans tersenyum kecil, Jimmy hanya melirik dengan ekor matanya.
“Bisa lah kalau hanya segitu, istriku nggak doyan duit.Kalau anak anakku nanti seperti ibunya ya bisa cepet kaya,” kata Jimmy.
“Berani ngetawain gue Lu.”
“Maaf Tuan,bukannya ngetawain.Nona pake makeup tebel dikit saja Tuan sudah marah, pake pakaian sedikit menarik perhatian Tuan marah.Gimana nggak awet kosmetik setahun juga nggak habis.Pakaian juga terbatas model yang tidak terlalu banyak perubahan,” kata Hans.
“Hei dari mana kamu tahu?”
“Kadang saya tidak sengaja lihat.Tuan kan kalau sudah sama Nona orang sekitar dianggap patung semua. Untungnya Nona itu tipe wanita yang tidak terlalu suka mencolok,simple saja.Saya berharap bisa punya istri yang seperti itu,” kata Hans yang langsung mengaduh karena Jimmy meleparnya dengan tisyu.
__ADS_1
“Ke depan kamu tidak boleh dekat dekat dengan istriku, berani macem macem aku bejek bejek kamu,” marah Jimmy.
Hans tertawa kecil. Dalam hati Jimmy merasa ada perubahan drastis dengan asisten Jack itu.Hans yang biasanya irit ngomong dan lebih mirip robot itu bisa menjawabnya lebih dari tiga kata.Jimmy akhirnya tersenyum sendiri.
“Hans, apa kau benar lulus summa cum laude?” tanya Jimmy.
“Iya, tapi walau pun begitu aku tidak bisa mengalahkan anda Tuan.Bahkan Tuan Jack pun tidak bisa aku kalahkan,” jawab Hans.
“Kau hanya merendah, aku cukup puas dengan kerjamu Hans.Kau sangat cocok bekerja dengan Jack.Kau lanjutkan di base camp, sangat berbahaya di rumah.Pergilah dengan Lucas dan Marcel.Besok pagi kalian laporkan padaku.”
“Baik Tuan, apakah terminal penerbangan harus ditutup sementara ini?” tanya Hans.
“Iya, aku sudah instruksikan kepada base camp supaya menutup akses dari luar.Siapa pun itu, harus ada izin dariku.”
“Baiklah Tuan,saya pergi dulu.” Hans melangkah pergi setelah mengemasi laptopnya.
Akhirnya Jimmy pun melakukan hal yang sama. Mematukan lampu dan mengunci pintu ruang meeting di paviliunnya.
__ADS_1