
Sore itu Anita mencoba berbicara sekali lagi dengan Tuan Agustian.Karena ada banyak hal yang dia urus di luar sana.Ada banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Ia bertanya kepada Irene di mana majikannya itu sekarang.Dan pengawal wanita itu megantarkannya kepada Agustian yang sedang asyik mengobrol dengan ayahnya. Rupanya ia sedang menjelaskan beberapa produk usahanya kepada ayah Anita.
“Maaf Tuan, apa bisa bicara sebentar?” tanya Anita.
“Tentu, apa yang ingin kau bicarakan Mantu?” tanya Agustian.
“Apanya yang mantu? Saya belum setuju menikah dengan putramu sudah panggil seperti itu. Lagipula saya belum tahu putramu itu enak dilihat atau tidak,cacat atau tidak,” ketus Anita.
“Heh, jangan mengatainya.Aku yakin kau akan jatuh cinta setengah mati saat bertemu dengannya.Ada apa? Apa kau perlu sesuatu?” tanya Agustian.
“Biarkan saya pergì, saya punya banyak tanggung jawab.Saya harus bekerja dan masih terikat kontrak dengan seseorang. Jangan seenaknya menyekapku di sini,” protes Anita.
“Nita, bicaralah yang sopan pada orang yang lebih tua,” kata Ardian.
“Tidak apa Besan.Aku sudah membereskan masalah itu.Kau tidak perlu cemas mengenai kontrakmu dengan majalah online itu.Aku sudah membatalkan kontrak dan membayar dendanya.Dan aku juga sudah bicara dengan temanmu yang dokter itu.Kau tidak perlu mengurus galeri itu lagi. Aku juga sudah mengambil barang barangmu,” jelas Agustian.
“Tuan Besar, kenapa kau mencampuri urusan pribadiku kau tidak berhak.”
__ADS_1
“Hari ini putraku sudah ada di pesawat, besok dia akan sampai.Kalian bisa bicara dulu.Aku dan ayahmu sudah mengatur segala hal mengenai pernikahan yang akan diselenggarakan lima hari lagi.”
“Apa maksudmu Tuan, aku belum setuju.”
“Kau harus menikahi putra Tuan Agustian, aku tidak mau kau masuk penjara. Mengenai hal lain bisa kita bicarakan belakangan.Nita, ini adalah permintaan Ibumu.Setidaknya tebuslah kesalahanmu dengan menyetujui keinginannya, Nita. Ayah memohon kepadamu,” Ardian bangkit dari duduknya lalu berlutut di hadapan Anita.
“Ayah apa apaan sih? Kenapa Ayah sampai seperti ini? Apa yang Ayah dapatkan kalau Nita menikah dengannya?”
“Nita, Jimmy meminta Ayah meninggalkan rumah kita karena kalian sudah tidak ada hubungan.Ia memberi ayah sejumlah uang untuk membeli rumah baru,tolong kasihanilah ibumu, dia sangat terpukul Nita.”
Anita membantu ayahnya berdiri dan memeluknya.
“Baiklah, aku akan memikirkan ini Ayah. Apa ayah tahu, aku merasa seperti seorang wanita penghibur yang bisa dibawa kesana kemari oleh pria yang membutuhkan.”
Anita menyeka air matanya.
“Nita, ayah tidak bermaksud..”
__ADS_1
“Tidak apa, aku tahu.Bagaimana aku bisa membahagiakan kalian kalau aku mati sekarang.Aku ada sedikit tabungan, ayah bisa pakai untuk membeli rumah di dekat peternakan.Kembalikan uangnya Jimmy. Lain kali jangan menyetujui sesuatu tanpa berfikir dulu, karena tidak semua yang dekat dengan kita akan terus baik kepada kita.”
“Kau tidak perlu khawatir, aku akan membuatkan rumah baru untuk Orang tuamu Anita,” kata Agustian.
“Tidak perlu Tuan,jangan membuatku berhutang padamu.Aku juga tidak bisa menjamin kalau kau akan terus baik pada orang tuaku kalau aku tidak ada.Rumah kecil milik sendiri lebih baik daripada rumah bagus akhirnya diusir juga.Apa perlu ayah kembalikan modal yang Jimmy tambahkan. Nita akan menjual rumah Nita yang ada di sana dan masih ada tabungan yang kutitipkan di rekening Aksal.”
“Tidak Nak,uang itu kau dapat dengan susah payah.Kalau itu diambil juga, Ayah akan membuka usaha lagi dari nol, tidak masalah,” kata Ardian.
“Tuan, apakah setelah putramu datang kau akan melepaskanku?”
“Setelah dia datang tentu saja terserah padanya.Kalian bicarakan segala hal yang ingin kalian bicarakan.Yang jelas dia menyukaimu dan kau harus menikah dengannya.Pak Ardian saya mau ke luar, bisakah ikut dengan saya? Saya akan perkenalkan Pak Ardian pada teman saya,” kata Agustian.
Ayah Anita mengiyakan lalu keduanya meninggal Anita begitu saja.
Cih, kenapa mereka itu seperti teman akrab? Apa mereka sudah lama kenal? Jangan jangan teman SD, teman SMP atau semacamnya.
Baiklah,nanti kalau dia sudah kembali akan kuambil barang barangku pikir Anita.
__ADS_1