CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption72


__ADS_3

Anita kembali terlelap,sementara Jim hanya membolak balikkan badan.Miring kiri,miring kanan,tengkurap.


"Aaaaahh Anita,jangan tidur." Jim mengguncang bahu Anita.


"Hhmmm,ngantuk Jiim.Tidurlah,besok kamu harus kerja kan?Aku juga banyak kerjaan besok."Anita menggaruk kepalanya kesal.


"Besok kita menikah Nita,ngapain kerja.Besok aku akan urus cutimu juga cutiku.Aku serius besok akan menikahimu.Jack dan Yuki sedang mengurusi acara untuk besok.," Jim mengusak rambutnya frustasi. Jim ke luar dari kamar dan membuat kopi expresso untuk Anita.


"Biar melek sekalian hehe," Jim menyeringai licik.Beberapa saat kemudian ia kembali ke kamar dan mendapati Anita duduk memeluk bantal sambil memejamkan matanya.


"Jiim,jangan main main Sayang," gumam Anita saat melihat Jim datang.


"Anita,aku sangat serius.Seriburius malah, besok jam sembilan ayahmu dan penghulu datang ke sini.Minumlah,aku butuh ditemani,aku tidak bisa tidur.Minumlah dulu,setelah itu ikutlah denganku untuk mempersiapkan surat suratku,besok akan langsung kuserahkan pada ayahmu." kata Jim seraya menyerahkan kopi itu ke tangan Anita.


"Buset deh,ini expresso Jim."Anita menbelalakkan matanya.Jim terkekeh.


"Itu cuma kopi,bukan racun atau obat perangsang," jawab Jim.Anita hanya minum sedikit lalu meletakkannya di atas nakas.

__ADS_1


"Iya, itu bisa membuatku tidak tidur sampai pagi.Nggak takut lihat aku jadi jelek?" Jim terkekeh.


"Kau boleh menghabiskan uangku untuk membeli kosmetik biar tambah cantik.Apa perlu dibuatkan salon di rumah?"


"Gak usah, muka standar punyaku nggak bakal berubah secantik britney spears walau dikasih ķosmetik mahal." Anita tertawa kecil.


"Kau lebih cantik darinya walau pun tidak pakai apa apa," Jim mendekatkan wajahnya. Anita hanya diam saja saat Jim merenggut bibirnya.


"Kita tidak tidur mau apa?" tanya Anita.Jim bangkit dari duduknya.


"Ikut aku," katanya.Anita mengikuti Jim masuk ke kamar ganti. Jim menyalakan lampu lalu mengotak atik ponselnya.Beberapa saat kemudian Lemari pakaian Anita tiba tiba bergeser.Di balik lemari itu ternyata ada pintu semacam pintu lift.Jim menekan beberapa tombol dan meletakkan telapak tangannya pada pemindai,dan pintu itu pun terbuka. Anita terperangah melihat ada sebuah ruangan luas di balik kamar ganti.


"Tempat apa ini?" tanya Anita.


"Tempat penyimpanan berkas penting milikku." Jim mengeluarkan setumpuk Map tebal dari dalam lemari besi.


"Pakai ijazah apa ya.SMA saja boleh kan? Cuma buat nyocokin ini." Jim memilah milah berkasnya mencari Ijazah SMAnya.Jim nenyalakan laptop printer dan scanner.

__ADS_1


"Bantuin Sayang,carikan ijazah SMA ku," katanya.Anita mengambil sebuah Map tebal bertuliskan Harvard Univercity.Anita membuka dan melihat isinya.


"Kau lulusan Harvard University?" tanya Anita.


"Iya, Ilmu Bisnis.Kenapa, keren ya?" Jim tersenyum kecil. Anita juga menemukan map tebal lainnya yang bertuliskan Massachusetts Institute of Technology.


"Ini juga? Kau kuliah di dua universitas?" Anita membelalakkan matanya.


"Iya, aku juga kuliah di MIT, jurusan Ilmu Komputer.Sama dengan Jack," jawab Jim.


"Anita, ijazah SMA ku.Itu di bawah Map biru." Anita yang masih tertegun kaget saat Jim mengetukkan tangannya ke meja.Anita segera mengambil dan menyerahkan padanya.


"Kau sekolah di Jakarta saat SMA," kata Anita.


"Iya,aku tinggal di asrama dan dijaga ketat oleh anak buah Daddy.Aku sering kabur ke sini untuk pergi mencari keberadaanmu." Jim tertawa kecil.Mata Anita berkaca kaca.Ia berlari memeluk Jim yang sedang memindai berkas ke scanner dari belakang dan menangis.


"Maafkan aku, aku tidak menyangka kau mendapat banyak kesulitan karenaku," tangis Anita.

__ADS_1


"Hei tidak apa apa Sayang,semua yang kulalui bukankah membuahkan hasil? Kau bersamaku sekarang, dan itu sudah cukup membuatku bahagia." Jim berbalik memeluk Anita dan mencium puncak kepalanya. Ia membiarkan Anita menangis sampai puas dalam pelukannya.


__ADS_2