
Anita merebahkan tubuhnya, rasa pusing dan sakit kepalanya belum juga hilang walau sudah minum analgesic. Ia segera membuka laci nakas dan mengambil vitamin penambah darah.Ia selalu saja terserang tekanan darah rendah akhir akhir ini.
Ia kembali melihat ponselnya dan pesannya belum juga dibaca oleh Jimmy.
Akhirnya ia mengirimkan pesan kepada Lucas.
“Hai, Lucas.Lu sama Jimmy nggak?” tanya Anita.
“Nggak, aku ada di Sirkuit.Ada apa?Jimmy masih kerja sama Fortis dan stafnya di markas,” jawab Lucas.
“Nggak,tolong ingetin jangan telat makan,” jawab Anita.
“Do you miss him( kangen dia ya?) Dia memang baru selesai makan.Nanti kusampaikan, go on sleeping,sudah malam,bye,” kata Lucas mengakhiri chat nya.
Anita meletakkan ponselnya di atas nakas.Dalam hati ia memang sangat merindukan Jimmy.Ini adalah malam dimana ia tidur tanpa Jimmy bersamanya.Ia segera memeluk guling yang biasa dia dipakaikan ke Jimmy saat suaminya itu sudah terlelap. Anita sering terbangun saat suaminya itu terlalu erat memeluknya,walau pada saat terbangun Jimmy langsung membuang gulingnya dan kembali memeluk erat dirinya.
Anita menciumi dan memeluk guling itu karena ada bau khas suaminya yang masih menempel.
“Jimmy,apa kau bisa tidur nyenyak malam ini?” gumam Anita.
Perlahan Anita memejamkan matanya.Rasa lelah dan mengantuk membuatnya segera terlelap.♡♡♡♡♡
Anita mengerjapkan matanya saat mendengan bunyi ponselnya.Ia berusaha mengumpulkan kesadarannya dan mengusap matanya yang susah sekali untuk dibuka.
Ia segera mengambil ponselnya, ada sepuluh panggilan dari Lucas.
Ia segera mengetikkan pesan.
__ADS_1
“Lucas ada apa? Ini masih jam dua pagi.Apa terjadi sesuatu pada suamiku?” tanya Anita.
Beberapa menit kemudian Lucas melakukan panggilan video dan Anita segera menerimanya.
Ia tersenyum sumringah saat melihat wajah Jimmy yang muncul.
“Hai,” kata Anita.
“Merindukanku?”
“Mmm iya.”
“So do I (aku juga).Aku baru saja mau tidur.Aku pakai ponselnya Lucas, dia lagi tidur. Aku tadi lihat ponselnya ada pesan darimu,” kata Jimmy.
“Oh ya, tadi aku chat ke dia soalnya ponselmu mungkin mati.Jangan telat makan ya,banyakin minum,” kata Anita.
“Mandi dulu pake air hangat biar pulas tidurnya, ini sudah pagi lho kenapa baru mau tidur? Urgent kah?” tanya Anita.
“Very urgent,aku harus cepat. Sekarang cium aku.” Anita tersenyum dan menempelkan bibirnya di screen ponselnya.
“Anita,lihat ini.” Jimmy mengarahkan kamera ponselnya ke bawah perutnya.
“Apaan ,” Anita tersenyum malu.
“See, mendengar suara seksimu saja junior langsung bangun.” Jimmy terkikik.
“Hey Jimmy! Why you so noisy? Go on sleeping Man(Jimmy kenapa kau berisik sekali, tidurlah),” terdengar suara seseorang agak jauh dari Jimmy.
__ADS_1
“Suara siapa itu? Lucas?” tanya Anita.
“Fortis,dia juga baru pergi tidur.Lucas sudah tidur seperti **** dari tadi, makanya ponselnya aku pakai.Sayang, aku mau mandi dulu.Lanjutkan tidurmu OK?” kata Jimmy.
“Ya.Mmm Jimmy, kapan kau pulang?” tanya Anita.
“Akan kuusahakan besok malam selesai jadi bisa segera pulang.”
“Tidak usah buru buru, pulang lusa saja.Aku khawatir kau kelelahan.Aku akan menunggu,” kata Anita.
“Baiklah.Apa besok kau masih membantu Arron?”
“Iya, Li Zen belum pernah menghadapi audit, jadi biar dia mengerti dulu baru benar benar aku lepas,” jawab Anita.
“Baiklah, jangan terlalu lelah. Aku tinggal sehari kenapa kau terlihat pucat Anita?”
“Mungkin aku sedikit animea, tapi aku terus minum vitamin, jangan khawatir.Nanti setelah selesai audit aku periksa ke dokter,” jawab Anita.
“Akan kusuruh Merry ke rumah nanti siang,” kata Jimmy.
“Jangan,nanti aku ke pabrik pasti pulangnya juga malam. Lusa auditor pajak datang,jadi setelahnya saja ya,” kata Anita.
“Baiklah,terserah dirimu saja. Tapi kalau kau merasa tidak nyaman segera hubungi dia kapan pun OK?”
“Ya, sekarang mandi dan tidurlah,” kata Anita.
Jimmy tersenyum dan mematikan telponnya.Anita kembali merebahkan diri dan memejamkan matanya.
__ADS_1