
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan, riasan wajah Anita hampir selesai.Yuki datang untuk membawakan pakaian yang akan dikenakan Anita.Ia tampak tertegun saat berada di hadapan Anita.
"Nona sangat cantik,Tuan pasti tidak percaya kalau ini Nona.Semoga nanti dia tidak lari karena menganggap Nona ini orang lain." Yuki tertawa kecil.
"Yuki di mana Jim?" tanya Anita.
"Dia bersama Jack ada di tempat pelaksanaan ijab qobul nanti.Orang tua Nona juga sudah datang," jawab Yuki.
"Apa ibu juga datang?" tanya Anita lagi.Yuki mengangguk.
"Apa bisa kau minta ibuku ke sini? Aku sangat takut Yuki, aku gugup," kata Anita. Yuki segera menelpon seseorang, ia meminta salah seorang pelayan untuk membawa ibu Anita.
"Tunggu sebentar Nona," kata Yuki. Anita terlihat semakin cantik dengan balutan kebaya putih,bawahan warna yang sama. Terdengar ketukan di pintu,Yuki membuka pintu dan membawa ibu Anita masuk.
__ADS_1
"Ibu," Anita langsung memeluk ibunya.Wanita itu menangis melihat putrinya sangat cantik bagaikan peri.
"Ibu Nita takut,kenapa ayah tidak bicarakan ini dulu dengan Nita.Apa ayah memaksa Jim
..." Wanita itu menutup mulut Anita dengan ujung Jarinya.
"Kita bicarakan itu nanti saja.Kau bisa bertanya langsung kepadanya," kata ibu Anita.
Yuki menelpon Jack memberitahukan kalau Anita sudah selesai. Yuki tersenyum kecil mendengar apa yang baru dikatakan Jack.
"Ada apa Yuki?" tanya Anita.
"Jack mengatakan kepada Tuan kalau Nona sudah siap.Tuan langsung bilang perutnya mules. Semoga Tuan tidak malu maluin di depan seluruh penghuni rumah ini." Yuki tertawa sampai giginya terlihat.
__ADS_1
"Mari Nona,saya antar ke tempat Ijab qobul dilaksanakan.Mari Bu," Yuki menggandeng Anita yang agak kesulitan berjalan.Di depan pintu Anita melihat ada sebuah mobil limo. Mobil baru yang memang khusus dibeli Jim untuk Anita.Ia memang ingin membelikan Anita mobil seperti mobil kepresidenan Fladimir Putin.
Dengan hati hati Anita masuk ke dalamnya, disusul ibunya dan Yuki.Tangan Anita begitu dingin dalam genggaman Yuki dan ibunya. Mobil itu berhenti di sebuah Masjid yang lumayan besar tak jauh dari rumah utama.
"Yuki, kenapa aku tidak tahu ada masjid di sini?" tanya Anita.
"Nona tidak pernah ke luar rumah dan melihat lihat.Masjid ini direnovasi setahun yang lalu oleh Tuan Jimmy.Dia mewajibkan seluruh pegawai rumah ini untuk sholat berjamaah bagi yang muslim.Nona tidak tahu ya,Tuan itu suaranya sangat merdu saat jadi imam. Saya tahu Nona selalu sholat sendiri di dalam kamar.Mungkin Tuan malu kalau Nona mengetahui itu.Mari Nona,"Yuki membawa Anita ke luar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam masjid.Jim tampak terpaku melihat Anita yang sangat cantik bagaikan peri. Jack menjentikkan jarinya di depan mata Bossnya itu.
"Jack jangan ganggu pandanganku." Jim menyingkirkan tangan Jack.
"Boss,awas ilernya," Jack menggoda Jim yang reflek mengusap ujung bibirnya. Jack terkikik melihat tingkah Bossnya.
"Jack, sebentar lagi wanita itu akan jadi milikku.Akan kubawa kabur hari ini juga.Suruh Marcel menyiapkan Heli,aku ingin ke green house untuk beberapa hari.Aku ingin Lucas yang jadi pilotnya," kata Jim.Jack segera memberi instruksi kepada anak buahnya. Penghulu yang dibawa oleh ayah Anita segera memberi instruksi untuk segera dilaksanakan Ijab qobulnya.Dengan semangat Jim duduk di sebelah Anita.
__ADS_1