CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption181


__ADS_3

Anita kembali terlelap dalam pelukan Jimmy sementara dokter Nesya dan asistennya memasangkan jarum transfusi ke punggung telapak tangan kiri Anita.


“Nes,apa tidak masalah dia cepat tidur lagi seperti ini?” tanya Jimmy.


“Dia memang butuh istirahat. Jim, kau hampir saja kehilangan bayimu.Lelah secara psikis pengaruhnya sangat besar.Jadi jaga emosinya,” jawab Nesya.


“Baiklah,akhir akhir ini kami memang terlibat beberapa masalah.Aku yang banyak menimbulkan masalah untuknya.” Jimmy kembali mencium kening Anita.


“Naura tolong antar Tuan Jimmy ke tempat pengambilan darah.Sekarang giliranmu Jimmy.Dan ambil serum ini di apotek rumah sakit,injeksi ke Tuan Jimmy setelah diambil darahnya.” Dokter Nesya menuliskan sebuah resep dan memberikannya kepada asistennya.


Tanpa protes Jimmy segera mengikuti asisten Nesya. Sementara itu Lucas yang sudah selesai kembali ke ruang tamu paviliun milik keluarga Anggoro di rumah sakit. Seorang perawat memberinya dua butir telur ayam rebus dan segelas susu.


“Silahkan Tuan,di dalam masih ada satu ruangan lagi untuk berbaring,” kata perawat itu.


“OK,thanks,” kata Lucas.


Lucas membaringkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan matanya.Rasa bersalah membuatnya sulit memejamkan mata.Ia segera meminum segelas susunya hingga habis.Lucas bangkit dari duduknya dan pergi ke ruang rawat Anita.Tampak seorang perawat sedang berjaga di sana.


“Apa Nona belum sadar dari tadi?” tanya Lucas.

__ADS_1


“Tadi sudah,sekarang sedang tidur.Itu pengaruh obat yang tadi diberikan dokter,” jawab perawat itu.


Lucas duduk di sofa,matanya berkaca kaca melihat Anita yang terbaring pucat tak berdaya.Ia sungguh menyesali candaannya yang berujung rumah sakit untuk Anita.


Pintu ruangan terbuka,Jimmy terduduk lemas di atas sofa di sebelah Lucas.Perawat segera memeriksa tekanan darahnya dan menelpon petugas lain untuk memberikan susu dan telur rebus kepada Jimmy.


“Makan telurnya Tuan, biar cepat pulih,” kata perawat itu saat Jimmy menyingkirkan telurnya.


“Aku tidak suka telur rebus. Lucas pesan steak di restoran hotel Summer.Dua porsi medium dua porsi medium well,” kata Jimmy.Lucas segera mengambil ponselnya dan melakukan pemesanan.


Jimmy mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


“Jimmy,” terdengar suara Anita.Jimmy dan Lucas langsung menoleh ke arah Anita.Jimmy segera bangkit dan menghampirinya.


“Sayang,” katanya.


“Aku haus,kenapa aku ditransfusi darah? Apa ayahku datang ke sini? Karena hanya dia yang golongan darahnya sama denganku di keluargaku,” tanya Anita.


Jimmy segera mengambilkan air hangat dan meminumkannya ke mulut Anita.

__ADS_1


“Pria di hadapanmu ini golongan darahnya sama denganmu.Juga cowok bandel yang duduk di sofa itu juga. Sayang,Tuhan selalu membuatmu beruntung di saat yang sulit.Anak anak kita tidak akan bermasalah karena orang tua yang golongan darahnya berbeda seperti aku dan dirimu,” kata Jimmy.


“Oh ya, menarik sekali,” kata Nesya yang baru saja masuk untuk memeriksa Anita.Ia segera meminta buku laporan medis Anita kepada asistennya.


“Golongan darah Daddy AB positive dan Mommy O Negative.Aku dan Jonathan mengikuti golongan darah Mommy O Negative,” kata Jimmy.


“Lalu bagaimana denganmu Anita?” tanya Nesya.


“Ibuku O positive dan ayahku O negative,aku mengikuti golongan darah ayah,adikku golongan darahnya sama dengan ibuku.Waktu kecil aku beberapa kali dapat transfusi darah dan kadang diberi suntikan hormon perangsang pertumbuhan sel darah merah.Animea sudah jadi hal biasa untukku,” jawab Anita.


“Tentu,golongan darah bayi yang tidak sama dengan ibunya akan timbul masalah seperti ini,” kata Nesya.


“Nes, apa lambungnya juga bermasalah?” tanya Jimmy.


“Tidak apa apa, hanya saja jangan makan pedas dulu. Buah juga harus pilih yang lunak seperti pisang dan pepaya,” jawab Nesya.


Beberapa saat kemudian seorang pengawal Jimmy datang dengan membawa pesanan steak dan menyerahkannya kepada Lucas.


Nesya tertawa kecil melihat Jimmy membeli makanan sebanyak itu.

__ADS_1


__ADS_2