CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption155


__ADS_3

Jim melihat ponsel Anita sedikit hangus di slot pengisian baterainya.


“Maaf Sayang sepertinya ponsel ini rusak.Biar coba diperbaiki oleh anak buahnya Marcel.Aku akan membelikanmu ponsel baru.” Jim segera menelpon Marcel, beberapa saat kemudian Marcel datang dengan membawa beberapa ponsel keluaran terbaru.


“Bagaimana secepat ini Marcel membeli ponsel?” curiga Anita.


“Beberapa hari yang lalu aku menyuruhnya membeli beberapa ponsel untukku. Aku mau ganti ponsel yang lebih ringan dan pas di tangan.Aku mau yang RAM dan memory internalnya besar.Biar bisa nyimpan banyak fotomu?” kata Jimmy.Marcel hanya senyum senyum.Anita jadi salah tingkah.


“Aku ambil yang ini saja,” kata Anita seraya mengambil ponsel lamanya.


“Biar aku yang ambil kartunya,” Jim segera mengambil ponsel lama Anita.Sejenak ia melihat ke arah Marcel.Pria itu mengangukkan kepalanya lalu membuka ponsel yang baru dipilih Anita.


Ia segera memasang kartu milik Anita.


“Maaf Nona, sepertinya kartumu ini bermasalah. Signalnya tidak ada, biar saya periksa dulu,” kata Marcel.


“Baiklah, kau boleh membawanya.Tolong secepatnya ya,” kata Anita. Marcel mengiyakan dengan anggukan.Dalam hatinya Marcel bergumam,tuan mudanya itu sangat licik untuk meraih tujuannya.


“Marcel kau boleh pergi,” Jimmy menepuk bahu Marcel.Pria itu tersenyum lalu membawa pergi semua yang tadi dibawanya,juga ponsel Anita.


Sore itu, Jimmy dan Anita hanya menghabiskan waktu di dalam kamar. menemani Anita membaca komiknya hingga tamat.

__ADS_1


Azan magrib di masjid berkumandang.Tiba tiba Jimmy tersenyum.


“Kenapa?” tanya Anita.


“Ini suara Jack yang azan, agak lucu.Nanti malam dia pergi,dia pulang dua minggu.Marcel dan Hans pasti sangat repot.Yuki juga agak kuwalahan.Corvin juga pasti agak kesusahan. Mereka pasti akan sangat merindukan Jack.” Jimmy tersenyum kecil.


“Bilang saja kau tidak bisa hidup tanpanya,” celetuk Anita.


“Hei jangan bilang kau sedang cemburu padanya. Aku dan dia sama sama punya pedang,jadi kau tidak perlu cemburu padanya,” Jimmy terkekeh.


“Mmm Jim..”


“Ada apa?”


Jim langsung menoleh dan mendekatkan wajahnya kepada istrinya.


“Maksudnya?” tanyanya.


“Aku menabraknya dengan sepeda.Aku takut dia ada masalah.Apa kau bersedia menanyakannya?” tanya Anita.Tiba tiba Jim tertawa ngakak,Anita memberengut kesal karenanya.


“Dia itu jago karate, jago kungfu.Kalau dapat serangan mendadak seperti itu pasti tahu cara menghindar.Tapi baiklah, nanti akan aku tanyakan padanya,pedangnya bengkok nggak.Jangan khawatir,kalau bengkok nanti biar aku yang luruskan.Aku ke Masjid dulu,” Jim mencium kening Anita lalu pergi.

__ADS_1


Anita masih merasa kesal karena Jimmy menertawakan dirinya. Dengan susah payah Anita mengambil air wudhu dan melakukan shalat sambil duduk.


Jimmy kembali ke rumah pada saat makan malam. Di meja makan tampak Arron dan Julian sedang menikmati susu hangat buatan Arman.


“Tumben datang? How are you Brother(Apa kabar Kak) ?” sapa Jimmy kepada Arron.


“I miss her(Aku kangen dia) ,” jawab Arron seraya menunjuk Anita yang sedang berjalan menuju meja makan.


“Hi,Arron xiansheng.Ni hao ma (apa kabar)?Ni lai zhao wo,bushi ma(anda datang cari saya kan)?” tanya Anita.


“Saya kangen sama kamu,” jawab Arron.


“Oh, Li Zhen mengajarimu dengan baik Tuan,” Anita tertawa kecil.Jim yang dari tadi hanya berdiri segera duduk di samping Anita.Ia membisikkan sesuatu di telinga Anita.Lucas yang baru datang segera duduk di sebelah Jack.


Anita masih diam dan memakan makanannya.


“Kalau tidak percaya tanyakan langsung padanya sebelum dia pergi,” kata Jimmy.


“Apaan sih, gak usah dibahas,” kata Anita. Jack segera tahu apa maksud si boss, ia segera menoleh ke arah Anita.


“Don't worry,I'm Ok (jangan hawatir,aku tidak apa apa)” kata Jack seraya tersenyum simpul.

__ADS_1


“Oh,Ok.Maaf ya,” Jack hanya mengacungkan ibu jarinya.


__ADS_2