CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption172


__ADS_3

Julian meminta Doris menurunkan senjatanya.


“Aku tidak takut kau menghabisiku Jimmy,aku hanya tidak bisa merelakan Anita menjadi mainanmu.Kau begitu berusaha mengejar dan menemukannya.Tapi apa yang kulihat hari ini,kau bisa melukainya sampai seperti itu. Anita tidak mengatakan apa pun saat aku tanya,tapi aku tidak begitu bodoh untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya.Dua hari ini dia begitu lelah,dia membantu Arron dengan sangat serius,tidak istirahat,lupa makan.Apa aku salah kalau melarangmu menemuinya saat ini,” kata Julian.


“Tuan,berikan senjatamu padaku.Sebaiknya bicarakan baik baik.Kau tahu bagaimana Tuan Julian lebih dariku. Beritahu alasanmu melakukan semua ini,aku rasa tidak perlu sampai seperti ini,” Marcel mengulurkan tangannya, beberapa saat kemudian Jimmy menyerahkan senjatanya.


“Aku ingin tahu keadaannya,” katanya.


“Doris, ajak Marcel masuk.Kau ikutlah denganku,” kata Julian.


Jimmy mengikuti langkah Julian ke kamar tamu.


“Dia baru bisa tidur, tolong jangan memaksanya untuk bicara denganmu,” kata Julian.

__ADS_1


“Tentu,aku tidak akan menyakitinya.”


Jimmy membuka pintu perlahan, langkahnya terhenti di dekat ranjang tempat Anita berbaring.Ia duduk berjongkok sambil menandangi wajah pucat istrinya.


“Semoga kau memaafkanku, aku sudah memperhitungkan semuanya,tapi kedatangan wanita iblis itu sungguh tidak terduga olehku.Anita,aku harus melakukan ini.Maafkan aku.” Jimmy terisak pelan sambil memeluk Anita.


Sementara itu Julian hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan Jimmy di balik dinding di dekat pintu.


“Sekarang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi.Dulu aku adalah orang pertama yang selalu kau beri tahu.Tapi sekarang sepertinya aku adalah orang terakhir yang kau beritahu.Apa kau begitu takut aku akan merebut Anita darimu?” tanya Julian sinis.


Jimmy duduk di sofa di samping Julian.Ia mengambil obat obatan milik Anita di atas meja.


“Aku akan menghabisi mereka semua cepat atau lambat,” gumam Jimmy.

__ADS_1


“Katakan padaku Jim,kau tidak pernah sepayah ini.”


“Daddy terjebak dalam perjanjian dengan keluarga mafia di Italy.Mereka akan melakukan pencucian uang dan jika mereka tertangkap maka Daddy lah yang akan dipenjara.Romeo tergabung dalam agen rahasia,dia sedang menyelidiki tentang ini dan terkejut ada nama Daddy di sana.Dari situ Romeo memperdalam penyelidikan. Aku sudah pernah memperingatkan Dad untuk tidak terlibat kerjasama apa pun dengan keluarga Maximus. Tapi sepertinya Daddy tertarik dengan keuntungan besar yang dijanjikan oleh Maximori ayah wanita itu.” Jimmy menarik napasnya dengan berat.


“Tapi kenapa kau harus menyakiti Anita sampai seperti itu?Harusnya dia tidak perlu dilibatkan bukan?” tanya Julian.


“Ini di luar kendaliku, Emily tiba tiba datang dan membawa Viola bersamanya. Dua hari ini aku ada di basecamp untuk mengupdate sistem satelit dan membobol data perusahaan Maximus untuk mencari bukti penggelapan pajak yang mereka lakukan untuk menyerang dan menekan mereka.Fortis membantuku melakukannya.Tadi sore pesawat Daddy mendarat di sana dan aku sangat kaget melihat Viola bersama Emily. Jadi aku buru buru pulang dan tidak sempat menghubungimu atau pun Anita.Aku tidak mau dia menyakiti Anita,” jawab Jimmy.


“Cih,apa yang bisa dilakukan oleh wanita cantik itu? Paling paling hanya menampar atau mencakar Anita kan,” Julian tersenyum sinis.


“Julian,kau pun tertipu oleh penampilañya. Wanita itu adalah seorang sniper.Dia menghabisi Revaldi sahabatku dan Romeo dengan sadis karena tahu terlalu banyak tentang kejahatan dan rahasia keluarganya.Viola membawa sekitar sepuluh orang anggota melalui Bandara dengan menggunaka visa turis.Aku sangat beruntung ada Romeo yang segera memberiku informasi.” Jimmy bangkit dari duduknya dan mengambil sebotol air mineral di dalam kulkas.


Julian tampak sedang berfikir keras untuk mencerna kata kata Jimmy.

__ADS_1


__ADS_2