CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption132


__ADS_3

Anita menatap Bayu sekilas, ia mengalihkan pandangannya saat Jim memperhatikannya dan nenatap kurang senang ke arahnya.


"Apa kau ingin menanyakan sesuatu tentang dia?" tanya Jim di dekat telinga Anita.


"Ya," jawab Anita.


"Akan kujawab semua pertanyaanmu nanti di rumah," bisiknya.Anita hanya mengangguk. Ia tahu Jim bisa mencemburui siapa pun.


Tiba tiba ponsel Anita bergetar karena ada pesan masuk.Ia melihat sekilas itu pesan dari Doglas.


"Hai Manis, bagaimana tawaranku kemarin? Apa kau berminat dengan terlibat di even yang kuselenggarakan saat ini?" Ada emoji senyum.Anita tidak menjawabnya.


"Biar aku yang jawab," Jim mengambil ponsel dari tangan Anita.


"Jangan Jim, tidak perlu dibalas," Anita mencoba meraih ponselnya.


"Kau sudah membacanya,dia akan penasaran kalau tidak dibalas," kata Jimmy.Ia segera mengetikkan balasan untuk Doglas.Pesan itu saling berbalas hingga beberapa kali.


"Jim !" kata Anita.


Anita segera meraih ponselnya dan melihat apa yang dia katakan kepada Doglas.


"Kenapa kau mengatakan hal hal memalukan seperti ini?" marah Anita.


"Supaya dia tahu kau benar benar milikku dan hanya milikku," jawab Jim.


"Aku sudah memblok dan menghapus nomornya," kata Jim.


"Hei Jim, sebenarnya siapa yang kalian bicarakan?" tanya Julian.


"Doglas keparat itu," jawab Jim kesal. Julian tertawa kecil.

__ADS_1


"Bertemu di mana, kenapa bisa punya nomor Anita?"


"Di mall, tidak sengaja.Tiba tiba dia mengambil ponselku saat aku lengah," jawab Anita.


"Jim apa kau masih sakit hati ke dia?" tanya Julian.


"Masih, tapi aku senang bisa ketemu dia bersama Anita.Itu membuktikan kalau sumpahnya cuma sampah," jawab Jim.


"Sumpah apa?" tanya Anita.


"Dia nyumpahi Jim supaya tidak pernah bertemu lagi denganmu seumur hidupnya. Kejadian itu setelah Jim menghajar Baruna sampai koma," jawab Julian.


Anita menatap ke arah Jim yang menundukkan wajahnya.Anita mengusap lembut punggung suaminya.


"Aku akan bersamamu selama kau mengingin kannya," kata Anita.


"Aku pasti selalu menginginkannya," gumam Jim.


"Halah kaya gak pernah nangis aja," balas Jim.


"Ta, main ke Jogja Yuk.Naik bis aja nyantai, tar kamu nginep di rumah Siska.Aku di rumah Hiro," kata Bayu.


"Mimpi aja Lo, nggak boleh.Anita hanya boleh pergi denganku.Enak saja bawa kabur istri orang," marah Jim seraya memeluk bahu Anita.


"Apa?"


"Iya kami sudah menikah,tapi sirri dulu. Minggu depan insya Allah secara hukum," kata Anita.


"Oh my God, hancur hati gue," kata Bayu. Anita tertawa kecil.


"Jim, sepertinya asyik juga jalan ke Jogja. Aku pernah seminggu di sana sebelum kerja di rumahmu," kata Lucas.

__ADS_1


"Pergi ke mana mana harus planing dulu lah, akan kupikirkan," Jawab Jim.


"Perginya nunggu aku ya," kata Jack.


"Sure(tentu)," kata Jim.


Jim bangkit dan memberikan lima lembar uang seratus ribuan kepada penjualnya.


"Terlalu banyak Tuan, hanya seratus empat lima," kata penjualnya.


"Tidak apa Pak, kami makan terlalu lama di sini.Terimalah," kata Jim.


"Terima kasih Tuan, semoga banyak rezeki," kata Bapak itu.


"Amin," Jim menghampiri yang lainnya.


"Aku duluan ya, aku nginep di rumah Anita Jack.Kalian pulanglah," Jim membantu Anita berdiri.


"Aku juga mau nginep di rumah Anita," kata Jack ,Julian dan Lucas hampir bersamaan.Anita membulatkan matanya.


"Nggak, rumahku kecil.Di rumahku kamarnya hanya dua, itu pun kecil.Badan kalian bongsor gitu nggak cukup," tolak Anita.


"Aku bisa tidur di ruang tamu, atau berkemah di luar," jawab Jack.


"Halaman rumahku diisi dua mobil saja penuh, mau kemah di atap mobil?" tanya Anita.Jim mengusak rambutnya frustasi.


"Kenapa kalian ini seperti anak kecil hah? Jangan mengekoriku terus," teriaknya frustasi.


"Silakan lanjutkan,aku mau jemput Merry," kata Bayu.


"Ya," jawab Jim.Ia segera menggandeng tangan Anita dan membawanya ke mobilnya. Ketiga orang lainnya juga mengikutinya. Jim hanya bisa mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2