CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption236


__ADS_3

Hari hari dilalui Anita dengan lebih bahagia. Tanpa terasa sudah hampir tiga minggu Anita tinggal di Jogja. Pagi hingga sore ia mengurusi galeri dan malam hari ia membuat cerpen untuk majalah online dan cerita bersambung untuk koran harian yang berdurasi dua kali seminggu.


Ia pun masih tinggal di rumah Siska yang ada di dekat galeri.Hampir tiap hari Ihsan datang untuk sekedar membawakan makanan untuknya. Hampir setiap hari juga Siska tidur di rumah itu sepulang kerja.


“Ta,HP mu bunyi tuh,” kata Siska saat sedang sarapan.


“Paling juga Ihsan, nanti siang dibawain apa, sampe hafal.Tinggal forward aja ga usah ngetik lagi,” jawab Anita.


“Eh, bukan.Ini pesan dari Ferry,” kata Siska seraya menyodorkan ponselnya.


Anita tersenyum membaca pesan itu, Siska jadi kepo kenapa Anita bisa senyum semanis itu.


“Mas Feŕry mau traktir makan siang di Golden, sebab respon pembaca sangat bagus mengenai cerpenku,” jawab Anita.


“Gak modus ta itu? Dulu Ferry juga sering ke kostmu karena alasan pekerjaan kan?”


“Jangan menuduhnya terus Siska, Ferry sudah punya istri, beda dengan dulu.Tidak apa aku akan datang, untuk mengucapkan terimakasih juga karena memberiku kesempatan.Aku pakai mobilmu boleh kan?” tanya Anita.


“Biar diantar sopir saja, tidak bagus ibu hamil nyetir sendiri,” kata Siska.


“Sopir?”


“Iya,aku bayar sopir freelance buat nganter kamu ke mana mana,” jawab Siska.

__ADS_1


“Aku mau pergi sendiri ya, sekalian mau ke Beringharjo beli daster.Adem kali buat tidur.”


“Iya deh,tapi sebelumnya anterin aku pulang dulu ya.Hari ini aku masuk sore, nanti kupakai mobil ayah saja,” kata Siska.


Anita mengiyakan lalu berangkat ke galeri untuk bekerja.


Galeri itu lebih tertata dan baik administrasinya setelah dipegang Anita. Ia merasa bahagia karena usahanya bersama Siska berkembang menjadi sebesar ini.☆☆☆


Anita memarkir mobilnya di GL Mall, restoran tempatnya buat janji dengan Ferry,partner kerja sekaligus dulunya teman main saat dia masih kuliah.


Anita merasa ada yang memperhatikan dirinya.Ia berhenti sejenak dan melihat ke sekelilingnya.


Tidak ada yang dikenalnya, tapi ia merasa tidak nyaman entah kenapa.


Akhirnya Anita masuk ke dalam lift dan masuk ke dalam restoran yang disebut Ferry di lantai dua.


“Sudah lama Mas? Maaf aku tadi shalat dulu,” kata Anita.


“Nggak, barusan aja.Tadinya aku mau ngajak Dhani, tapi dia sudah terlanjur ke Magelang. Biasa lah lomba burung berkicau.Kamu yang pesan gih, aku lapar banget,” kata Ferry.Anita mengambil buku menu dan membukanya satu per satu.


“Pesan nasi gentong aja Ta, yang cepet.”


“Nasi gentong? Empal gentong?”

__ADS_1


“Iyo wes kuwi lah(iya itu lah),” jawab Ferry.


“Aku pesen Lotek ya.”


“Heis gak ada lah lotek di sini,” Ferry tertawa renyah.


Ferry mengambil buku menu dari tangan Anita.


“Mau Masakan Eropa nggak? Ini makan khasnya Italia?” tanya Ferry.


“Nggak Mas,aku nggak suka Italia. Orang Italy itu tidak bisa dipercaya,” kata Anita.


“Masa sih, ganteng ganteng lho.Ya sudah kamu pesan apa saja yang kau mau.Aku sudah lapar Ta,” kara Ferry.


Anita menuliskan pesanan lalu memberikannya kepada pelayan.


Ferry dan Anita menikmati makan siang sambil membicarakan teman teman mereka.Sekarang ada di mana dan bla bla bla.Ferry memang asyik diajak ngobrol, dia paling sering datang ke kost Anita, minta ditemenin makan lah, minta bantuan ngetikin tugas lah.Bahkan adiknya dibawa ke kost Anita supaya diajari padahal kuliahnya jurusan yang berbeda dengan Anita. Dan sejak itu adik perempuan Ferry juga sering main bahkan menginap di kosan Anita.Bahkan Ferry pernah sampe hampir ditonjok Hiroshi karena mengganggu saat Hiroshi bersama Anita. ☆☆


NB:


Sorry baru bisa up


semoga tidak bosan membaca karya Aouthor ya.

__ADS_1


ini langsung kasih 2 Up


Thanks for support


__ADS_2