CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption7


__ADS_3

Anita masih menunggu dengan sabar.


"Tunggu sebentar," Benson tampak sibuk mencari sesuatu di laptopnya.Sesekali ia tampak melihat ke arah Anita yang sedang menunggunya.Anita tersenyum, ia memang sering memergoki Benson curi curi memandangnya setiap dia lewat di depan ruangannya.


"What .." Ia melihat ke arah Anita karena tingkahnya itu.


"Okey, ini sebagian kembali sebagian tidak," jawab Benson kemudian.


"So, bisa ini dipisahkan? Sebab yang tidak kembali must be full taxes.Ini aturan Benson," jelas Anita.


"They will be confused Anita, karena barang yang sama ada yang kembali ada yang tidak."


Keduanya diam sejenak.


"Okey, I will explain to them and email my list," akhirnya Benson mengalah.


"Thanks,"Anita tersenyum senang.

__ADS_1


"Hei Anita wait,"Benson membuka laci mejanya dan mengeluarkan sekotak coklat berbagai bentuk.Ia sangat tahu kalau Anita menýukainya."For you," Benson menyodorkan coklat itu kepada Anita.


Anita menerimanya dengan senang hati dan kembali ke ruangannya.


Anita mengambil kursi di dekat kasir dan membawa ke mejanya untuk duduk.Jim sedang memakai kursinya dan berbicara serius dengan Arron.Mereka tidak saling berbicara saat Anita duduk di belakang mejanya untuk mengerjakan pekerjaanya.


Tidak seperti biasanya Jim hanya menunduk tanpa menyapa ataupun tersenyum kepadanya.Tiba-tiba Jim membalikkan tubuhnya,Anita bisa merasakan nafas pria itu di tengkuknya.


"Give me that thing Anita," Jim menunjuk bungkusan coklat pemberian Benson yang tergeletak di mejanya


"Ini?"tanya Anita seraya meraih bungkusan itu dan bermaksud membèrikannya.Jim meraihnya dengan kasar dan membantingnya di meja Arron."Shitt," umpatnya.


Anita terkejut begitupun yang lain.


"Hei siapa namamu? Kemarilah," Ia menunjuk ke luar ruangan Anita yang hanya dibatasi dinding kaca.


"Arini Sir,"Anita hanya berfikir kalau Jim marah karena ia membawa makanan saat jam kerja.

__ADS_1


"Bagikan buat yang lain," katanya sambil meraih dan memberikan bungkusan itu kepada Arini.Gleg coklatku pikir Anita.


"Ikut denganku,"


Jim melangkah cepat ke ruangannya sementara Anita mengejarnya dengan setengah berlari.


"Masuk!" Jim menarik tangan Anita lalu "Klek" Jim mengunci pintu ruangannya."Jim!" Anita memekik lirih, dengan cekatan pria itu mematikan lampu di ruangannya.Jim mendorong tubuh Anita hingga terduduk di kursi kerjanya."Jim,"tubuh Anita bergetar saat tanpa sengaja ujung dadanya tersentuh oleh tangan pria itu.Jim berdiri di depan Anita dengan tatapan tajam dan membuat Anita merasa ngeri.Tiba-tiba Jim membungkuk dan melumat bibir Anita dengan kasar.Gadis itu mengerang saat Jim menggigit bawah bibirnya.Melihat kekasihnya kesakitan Jim segera melepaskannya dan mengusap air mata yang meleleh di pipi Anita.


"Maafkan aku Anita,apa kau tidak tahu kalau aku ini pencemburu?" Jim membanting kotak tisyu yang ada di sisi mejanya ke lantai.


"Jangan ke ruangan Benson lagi,jangan menemui Benson lagi,mengerti?" Jim merajuk seperti anak kecil.


"Jim," Anita menelan ludahnya mengatur nafasnya kemudian berdiri dan memeluk Jim yang sedang membelakanginya.


"Aku menemuinya karena masalah pekerjaan, kenapa reaksimu seperti ini?" Jim memutar tubuhnya,kedua lengan kekarnya merengkuh Anita,tanpa ampun melumat bibirnya hingga gadis itu terengah engah.Anita tidak melakukan perlawanan karena dia tahu Jim sedang di luar kendali.


"Aku ini laki-laki Anita,aku tidak bodoh kalau sekedar tahu Benson memiliki hasrat kepadamu," Jim mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Jim okey,aku tidak akan menemui Benson lagi.Biar aku suruh orang lain kalau ada yang perlu dibicarakan dengannya.Kau puas?" Anita mempermainkan anak rambut di dahi Jim,ketegangan di wajahnyapun mulai memudar,Anita menggelantungkan tangannya di leher jim dan memagut bibirnya dengan lembut.Ketegangan syaraf di lehernyapun mulai melunak.Tiba-tiba Kruuk kruuk terdengar bunyi dari dalam perut Anita.


__ADS_2