CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption112


__ADS_3

Hari itu panas terik, Jim sudah ke kantor seperti biasa. Anita berjalan ke meja makan karena perutnya sangat lapar.


"Mbak,tolong buatkan salad buah dong. Jus leci juga ya," kata Anita.Arman yang ada di dapur segera menghampiri Anita.


"Nona, kenapa ke luar? Kenapa tidak menelpon saja?" tanyanya.


"Aku ingin melatih kakiku Arman, sudah mendingan.Tidak terlalu sakit buat jalan," kata Anita.Arman membuatkan sendiri apa yang diingunkan Nonanya.Beberapa saat kemudian Yuki datang bersama seorang wanita cantik berwajah oriental, kira kira seumuran dengannya.Yuki menyapa Anita dan mempersilakan wanita itu duduk di meja makan.


"Nona, bagaimana kakimu?" tanyanya.


"Sudah mendingan Yuki,tidak bengkak lagi. Hanya perlu hati hati saat jalan, supaya tidak sakit.Siapa ini Yuki?" tanya Anita.


"Dia Jiu Li Zhen yang akan menggantikan Nona menjadi asisten Tuan Arron," jawab Yuki.


"Oh, hai.Aku Anita, senang bertemu denganmu," Anita mengulurkan tangannya. Wanita itu menyambutnya sedikit kasar.


"Yuki, jadi ini wanita yang menggoda tunanganku?" katanya.


"Apa? Apa maksudmu Nona?" tanya Anita.

__ADS_1


"Nona Li Zhen, jaga sikapmu.Dia adalah istri Tuan Jimmy," kata Yuki.Wanita itu membelalak kaget.


"Dia yang membuat Arron memutuskan untuk meninggalkanku.Harusnya bulan ini kami menikah," kata Li Zhen. Anita mulai mengerti arah pembicaraan wanita itu.


"Maafkan aku, Nona.Biar kucoba berbicara dengan Arron," kata Anita.


"Aku tidak habis fikir, kenapa Arron menyukaimu. Tidak ada yang menarik darimu," Li Zhen tersenyum miring.


"Nona Zhen, sopanlah sedikit pada Nona kami.Dia adalah Nyonya rumah ini. Apa perlu kuusir kau dari sini," ancam Yuki.Arman meletakkan salat buah dan jus leci milik Anita.


"Arman buatkan minuman untuk mereka ya. Yuki ajak dia ke ruang kerjaku, apa dia akan bertemu dengan Jim?" tanya Anita.


"Hai Li Zhen, kau sudah datang rupanya," Anita menoleh saat mendengar suara suaminya dari arah luar.


"Hai Jim, aku baru saja datang.Hei kau semakin tampan saja.Lama juga ya tidak ketemu," katanya.Li Zhen hendak memeluk Jimmy, tapi dengan sopan ia menepisnya.


"Duduklah, kita makan siang bareng saja. Sayang, apa kakimu sudah lebih baik?" Jim menghampiri Anita dan mencium gemas pipinya.


"Hmm,lebih enakan." Anita menyuapkan salad buah ke mulut suaminya dan menjilat sisa di sendoknya.Beberapa saat kemudian Arron dan Julian datang, Jack yang datang dari ruang kerja Jim menghampiri mereka.

__ADS_1


"Anita, Are you ok? Kenapa kakimu," Arron datang dan duduk di sebelahnya.


"Baik Tuan,hanya sedikit ceroboh," jawab Anita.Arron menyentil kening Anita.Li Zhen menatap Anita dengan penuh kebencian. Jim menyeret kursi Anita supaya lebih dekat padanya.


"Arman, kami lapar.Aku minta makan," teriak Julian.


"I want that food," Jim menunjuk salad buah di tangan Anita.


"Makanlah,aku akan minta lagi ke Arman.Ajak mereka makan, dia tamumu.Aku akan ke dapur sebentar," Anita bangkit dari duduknya. Jim langsung meraih tangannya.Anita melirik ke arah Li Zhen yang menatap penuh kebencian padanya.


"Tetaplah di sini,kau masih pegawai Impack International.Arman!" Jim berteriak memanggil Arman yang sedang sibuk mengarahkan anak buahnya di dapur.


"Yaa Tuan," kata Arman.


"Keluarkan makanan kesukaan istriku," katanya.


"Jim, aku ingin kembali ke kamar.Sambutlah tamumu,Temui aku setelah semua urusan selesai.Akan kuajari dan kutunjukkan alur kerjaku kepada siapa pun penggantiku.Aku sedang lelah sekarang," Jim menepis tangan Ani yang menyingkirkan tangannya.Ia duduk berjongkok di depan Anita.


"Naiklah ke punggungku, Pak Beny blm datang.Biar mereka makan dulu sambil menunggu yang lain.Ayo kuantar ke kamar," katanya.

__ADS_1


__ADS_2