
Jimmy kembali duduk di sofa.
“Kalau saja ada Jack,aku tidak akan serumit ini.Julian,aku akan membawa Anita pergi.Jangan menghalangiku,” katanya.
“Anita tidak akan bersedia, biarkan dia istirahat di sini. Lagi pula kau harus memuaskan wanita itu kan,” Julian tersenyum miring.
“Aku sudah menanganinya malam ini.Kau lihat saja rekaman CCTV di kamarku.Kau akan bisa tahu rasa penasaran di otakmu itu,” Jimmy beranjak ke kamar tamu.Ia melihat Anita masih tidur pulas,sedikitpun tidak terganggu oleh belaian tangannya di pipinya.
“Aku tidak mungkin memberikan milikku yang paling berharga untuk wanita lain Anita.Kau lah satu satunya pemiliknya,” Jimmy mencium singkat bibir Anita lalu bangkit dan kembali menemui Julian yang sedang sibuk mengutak atik ponselnya.
“Apa yang kau lakukan pada wanita itu? Siapa pria yang menggarapnya itu?” tanya Julian.Jimmy tertawa kecil.
“Aku memberinya obat tidur dan memanggil seseorang untuk memuaskannya.Untuk melakukan itu,aku tidak perlu melakukannya sendiri bukan? Kutinggalkan pakaianku di ranjang supaya dia mengira itu aku saat bangun.”
“Kau ...” kata Julian.
“Hidupku hanya untuk Anita Julian,jangan pernah meragukan itu.Tapi kali ini aku membuatnya sedikit susah bersamaku.Aku yakin dia bersedia untuk melaluinya denganku.” Jimmy mengambil obat obatan milik Anita dan menyerahkannya kepada Marcel.
“Aku akan membawanya pergi, Marcel bawakan barang milik Nona.” Jimmy beranjak ke kamar tamu sementara Julian dan Marcel mengikutinya.
“Jimmy,lakukanlah tanpa menyakitinya,” kata Julian.
__ADS_1
Jimmy menggendong Anita dan membawanya ke Luar.
“Aku ribuan kali lebih sakit saat mengatakan sesuatu yang menyakitkan padanya,” jawab Jimmy.
Julian hanya bisa mengikuti kakaknya dari belakang. Jimmy membaringkan Anita dan memangku kepalanya.
“Julian,saat ini aku harus mengikuti permainan mereka. Jadi bantulah aku dengan tidak memperburuk keadaan.Marcel ayo jalan,” kata Jimmy.
Julian akhirnya membiarkan Jimmy membawa Anita pergi.
“Doris, suruh anak buahmu mengikutinya,” kata Julian.
“Aku hanya ingin tahu dia membawa Anita ke mana.Ikuti diam diam,” kata Julian lalu kembali masuk ke dalam rumah.☆☆☆☆
Anita terbangun saat merasakan sesak, serasa ada berat yang sedang menghimpit tubuhnya.Dengan susah payah ia membuka matanya yang lengket seperti terkena lem.
“Uh, tangan ini.” Anita segera menyingkirkan tangan yang memeluk erat perutnya. Ia segera membaliķan tubuhnya dan memundurkan tubuhnya saat menyadari kalau Jimmy yang memeluknya.
Air matanya kembali runtuh mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
Ia segera meraih ponselnya yang tergeletak di meja di dekat ranjang.
__ADS_1
“Jam berapa ini, dimana ini? Ah, kenapa piyamaku sudah berganti dengan baju tidur terbuka seperti ini?”
“Anita,” Jimmy kembali menariknya.
“Tuan lepaskan aku, di mana pakaianku?Jangan menyentuhku,aku akan pergi dari sini,” Anita berusaha melepaskan diri.
“Aku tidak akan melepaskanmu.Aku minta maaf padamu Anita.Akan kujelaskan semuanya padamu. Kumohon berikan aku kesempatan.” Jimmy memeluk Anita dengan kuat.
“Jangan menyentuhku dengan tanganmu,lepaskan! Aku jijik karena kau sudah menyentuh wanita lain.Kau melakukannya di depan mataku,Jimmy aku tidak mau lagi bersamamu.Kau sudah meniduri perempuan itu kan,baj!ngan,” kutuk Anita.
Jimmy semakin erat memeluk Anita yang juga begitu kuat meronta ronta.
“Anita dengarkan aku,aku tidak meniduri wanita manapun selain dirimu.”
“Cih,selama ini aku mempercayaimu.Tapi sekarang aku lebih percaya mataku.Jimmy, lepaskan aku. Aku akan menganggap tidak pernah bertemu denganmu,” tangisan Anita akhirnya pecah. Jimmy segera mengambil dan menyalakan laptopnya.
Ia segera menarik Anita untuk melihatnya.
“Anita, wanita ini sangat berbahaya.Aku melakukan ini supaya kau tidak menjadi targetnya.Dan lihat ini, aku mengatakan akan memuaskannya.Aku menggunakan orang lain untuk memuaskannya juga tidak masalah kan? Juniorku ini sudah tertulis namamu, tidak akan bisa dimiliki wanita lain. Dan kalau tanganku yang menyentuhnya ini begitu bersalah, aku akan memotongnya kalau itu membuatmu memaafkannya,” kata Jimmy.
Anita terdiam,ia mengamati laptop Jimmy dengan seksama.Beberapa kali ia melihat ke arah Jimmy yang juga sedang menatapnya.
__ADS_1