
Ketiga orang itu menunggu sarapan dalam diam,sesekali Julian melirik Jim yang sedang asik dengan Ipadnya. Jim meletakkan Ipadnya saat sandwitch sudah datang. Ia mengambilkan saus untuk Anita.Mereka makan dalam diam.Tiba tiba ponsel Jim berbunyi tanda pesan masuk.Jim segera memeriksanya.Ia melirik sebentar ke arah Julian karena pesan itu berasal darinya.
"Jim, harusnya kau berterimakasih padaku bukannya marah padaku.Kalau aku tidak kasih obat itu, tak akan semudah itu dia menyerahkan diri.Mana hadiah untukku."
Jim terbatuk batuk karena tersedak. Anita segera mengambilkan air putih dan menepuk punggung kekasihnya itu.
"Makan saja, jangan hiraukan ponselmu," kata Anita.Jim segera menyelesaikan makannya tanpa suara.Beberapa saat kemudian Jack datang dengan membawa sebuah laptop baru dan nenyerahkan kepadanya. Jim segera menyalakan laptop itu dan memeriksa isinya.
"Good,I like it. i7 isn't it?"
"Yes Sir, I think that enough for officer," jawab Jack.
"Thanks Jack, and could you please check teleconference tools in my room, I never use it in long last time. Anita will need it," Jim mematikan laptop itu kembali.
__ADS_1
"I will check all facility in your room Sir," Jack segera pergi setelah menjawab pertanyaan Jim.
"Ini untukmu ,Sayang." Jim memberikan laptop itu kepada Anita.
"Yuki," gadis yang tidak terlalu banyak bicara itu mendekati Jim.
"Kau bertugas melayani Nona,apa pun yang dia butuhkan,ke manapun Nona ingin pergi, kau harus bersamanya.Tapi sampai seminggu ke depan kau tidak boleh ke luar rumah kalau tidak bersamaku Anita." Jim meneguk minumannya kemudian pergi. Julian mengikutinya sambil melambaikan tangan kepada Anita.
"Dasar, kenapa aku sekarang seperti tahanan rumah?" Anita segera membawa laptop itu ke ruang kerja Jim.Jack tampak sibuk melakukan pengecekan pada kabel kabel jaringan yang ada di ruangan itu.
"Okey, Jack.Thank you." Pria itu segera pergi dari hadapan Anita.Gadis itu segera menyalakan laptopnya, hal pertama yang dilakukannya adalah mengecek Email.
"Oo my God, kenapa Arron mengirimiku Email sebanyak ini.Dia pasti merindukanku," Anita tertawa sendiri.Anita membuka email satu per satu, beberapa bisa langsung di repply kepada Arron.
__ADS_1
Yuki membawa segelas jus dan beberapa macam vitamin dan meletakkannya di meja Anita.
"Minumlah Nona, ini perintah dari Tuan. Jangan sampai saya dipecat gara gara Nona tidak meminumnya." Anita segera meraih gelas jus itu dan meminumnya.
" Apa ini Yuki? Kenapa rasanya seperti ini?" Anita mengelap mulutnya dengan tisyu.Yuki menyodorkan ponselnya kepada Anita.Cih Jim membuatkan menu kepada yuki apa saja yang harus diberikan kepadanya.
"Kenapa Jus buah dicampur dengan sayuran, buatkan jus buah saja tanpa gula, kalau dia marah nanti kamu buatkan lagi dan aku paksa dia minum juga," protes Anita.Yuki tersenyum.
"Vitaminnya Nona," Yuki menyodorkan satu tube berwarna hijau yang mengindikasikan kandungan vitamin B yang lengkap.Anita meminumnya satu kapsul.Ia juga meminum anti nyeri yang dibawakan Yuki.
"Kurang satu Nona," Yuki menyodorkan satu strip dengan tulisan Santa E. Anita terbelalak, ia tahu itu vitamin E dosis tinggi, tapi dulu temannya minum itu untuk menguatkan dan menyuburkan kandungan.
"Taruh di situ Yuki, nanti saja aku minum.Aku harus kerjakan punya Arron dulu ini urgent."
__ADS_1
Yuki mengangguk kemudian ke luar dari ruangan itu.Sepeninggal Yuki Anita mengambil satu kapsul vitamin E itu, membungkusya dengan kertas dan membuangnya ke tempat sampah.