
Pria muda itu terpaksa melepaskan pelukannya karena khawatir Anita terjatuh. Jim memeluk pinggang Anita dengan tatapan mengintimidasi pada pria muda itu.
"Kak,siapa dia? Kenapa dia kasar sekali?" tanyanya.
"Maaf dek.Ini Jimmy pacar kakak.Kenalkan Jim, ini Aksal adikku," kata Anita.Aksal mengulurkan tangannya, sementara Jim membalas dengan keengganannya.
"Jim, calon suami kakakmu," katanya datar.Aksal hanya tersenyum tipis.
"Aku berharap kalian bisa akrab nanti," kata Anita.
" Masuklah Kak,ayah sedang ada tamu di ruang kerjanya.Ibu belum pulang dari pasar. Jadi kalian langsung ke dalam saja.Aku pergi sebentar," kata Aksal kemudian pergi meninggalkan mereka.Anita menggandeng tangan Jim dan membawa kekasihnya itu masuk ke ruang tengah.
"Duduklah Jim," Anita meminta Jim duduk di sofa ruang tengah.
"Mbak Nita," Anita disambut oleh dua orang pelayan di rumahnya.Anita tersenyum dan menyalami mereka.
__ADS_1
"Jim,maaf rumahku sangat kecil dan tidak senyaman rumahmu," kata Anita sambil menyerahkan teh jahe yang tadi dibuatkan bu Marni pelayan rumahnya.Jim meminum teh itu dan meletakkan sisanya di meja.
"Aku selalu nyaman bersamamu di mana pun itu," jawab Jim.Beberapa saat kemudian seorang wanita datang dan memeluk Anita dengan hangat.
"Sayang, Ibu rindu," wanita itu terisak sambil membelai rambut Anita.
"Ibu, Nita membawa calon menantumu.Kami datang untuk meminta restu dari ayah dan ibu," Anita membawa ibunya menghampiri Jim.Pria itu berdiri dan mengulurkan tangannya,ibu Anita pun menyambutnya.
"Ibu saya Jim,apa Ibu tidak mengingat saya? Sudah lama sekali sekitar sepuluh sebelas tahun yang lalu saya datang ke sini mencari Anita.Waktu itu ibu mengatakan kalau Anita pergi ke solo dan pindah sekolah ke sana, di rumah budhenya." Wanita itu terdiam untuk beberapa lama.
"Dulu saya masih anak anak.Sekarang saya datang untuk meminta anak ibu untuk menjadi istri saya.Apa boleh?" tanya Jim.
"Ibu, aku dan Jim saling mencintai," mohon Anita.
"Ibu tidak akan menolak siapa pun yang kau pilih Nak.Tapi saat ini ayahmu dalam masalah yang mungkin harus melibatkanmu," jawab ibu Anita.Gadis itu mengerutkan dahinya, mencoba menebak apa maksud kata kata ibunya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dua orang pria paruh baya ke luar dari ruang kerja ayah Anita.
Mereka segera menghampiri Anita.
"Ayah." Anita memeluk salah satu dari pria itu.
"Kebetulan kau pulang Anita,Baruna beberapa kali mencarimu.Ardian, katakan pada putrimu mengenai yang tadi kita bicarakan."
"Dia baru datang Fadly, beri aku waktu untuk menjelaskan semua padanya. Besok aku akan memberimu jawaban," kata ayah Anita.
"Baiklah,sekarang aku permisi dulu." Pria itu ke luar dengan diantarkan oleh ayah anita. Jim menarik tangan Anita supaya ia duduk di sampingnya.Aksal membawa banyak buah buahan dan memberikannya kepada bu Marni yang langsung nenatanya di piring buah. Ibu Anita menyuguhkannya di depan Anita dan Jim.
"Ini dipetik dari kebun sendiri, makanlah," katanya. Beberapa saat kemudian ayah Anita datang dan duduk di hadapan mereka.
"Siapa pria tampan yang kau bawa ini Nita?" tanyanya.
__ADS_1
"Dia Jimmy calon menantu Ayah.Kami saling mencintai dan kami datang ingin meminta restu dari Ayah dan Ibu untuk segera menikah," jawab Anita.Pria itu menghela nafas panjang, raut mukanya tampak gelisah mendengar jawaban putrinya. Jim tampak acuh saja melihat situasi saat itu.Ia membiarkan saja Anita bicara dengan ayahnya tanpa mau menyelanya.