
Jim membelai lembut rambut Anita,dalam hati ia merasa bersalah karena bersuara keras pada istrinya.
"Maafkan aku ya,aku tadi membetakmu.Aku hanya takut kau benar benar pergi," kata Jimmy.
"Sekarang kau ingin apa? Ayo kita ke alun alun, belilah yang ingin kau beli.Beli boneka, beli balon,beli makanan yang rasanya tidak enak? Aku mau memakannya walau pun rasanya tidak enak," Jim meraih dagu Anita lalu mencium singkat bibirnya.Karena Anita tidak menjawab,Jim langsung menggendong nya dan membawanya ke lift.Anita hanya diam saja sampai di lantai bawah.
"Turunkan aku Jim, banyak yang melihat aku malu," kata Anita.
Jim tetap saja tidak menurunkannya.Ia menggendong Anita melewati restoran dan lobi hotel.
"Tuan Jimmy," tiba tiba ada seseorang memanggilnya.Jim menoleh ke arah sumber suara.Anita segera melompat turun.Pria itu menghampiri mereka.
"Hey,Tuan Agusman.Anda di sini?" tanya Jimmy berbasa basi.
"Ya, ada urusan bisnis.Cantik, apa dia teman wanita Anda?" tanyanya.
__ADS_1
"Dia istriku,bossku,ratuku," jawab Jim kesal.
"Oh, maaf.Anda tidak mengundang saya ke resepsinya jadi saya tidak tahu kalau anda sudah menikah," katanya.
"Memang belum ada resepsi, kami menikah beberapa hari yang lalu.Tunggu saja undangannya.Ayo Sayang," Jim menggandeng tangan Anita menuju ke luar hotel.
"Tuan, apa Anda sudah mau pergi? Bagaimana kalau saya mengundang Anda untuk makan malam?" Pria itu kembali mengganggu mereka.
"Maafkan saya Tuan, istri saya ingin makan di pinggir alun alun.Bagaimana kalau saya mengundang Anda makan di sana? Istri saya ingin makan makanan yang rasanya tidak enak.Jadi mau gimana lagi,kalau tidak dituruti nanti malam saya diskors," jawab Jim.Anita langsung mencubit lengannya.
"Baiklah, lain kali saja kalau begitu," pria itu tersenyum lalu berbalik pergi.Jim terkikik dan mengusap usap lengannya.
Jim dan Anita menghentikan langkahnya saat mendengar ada yang mentertawainya di tempat parkir.
"Jack!? Sial,bagaimana kau bisa menemukanku?" umpat Jim.
__ADS_1
"Kita ini kan sehati.Akan kutemukan kau walau di ujung lubang.Nona, ayo ajak aku makan makanan yang tidak enak," katanya.
Jim langsung menoyor kepalanya.
"Sendalku ini rasanya tidak enak," kesal Anita. Jim tertawa sambil memegangi perutnya. Kedua pria itu sibuk tertawa, hingga tidak melihat Anita sudah kabur meninggalkan mereka.
Anita melepas sandalnya dan berlari sekencang mungkin menuju alun alun meninggalkan Jim dan Jack.Kedua pria itu tentu saja langsung panik melihat Anita menghilang.Anita mengikat rambutnya dengan karet gelang yang ditemukannya di pinggir alun alun.Ia duduk sebentar di dekat penjual sosis bakar untuk mengatur nafasnya.
"Pak sosis, satu.Pedes dikit," Anita nerogoh saku rok panjangnya.Ada uang limapuluh ribuan tiga lembar.Kebiasaan Anita menyelipkan uang di sakunya meskipun tidak ke mana mana sekarang ada gunanya.
"Lima ribu Nona," kata penjualnya.Anita memberikan selembar limapuluh ribuan, dan pria itu memberikan kembaliannya.Anita tersenyum sumringah karena diberi kembalian limaribuan.Ia segera melanjutkan petualangannya untuk mencari milkshake coklat karena kepedesan makan sosis bakar.
Ia duduk di kursi kayu yang ada di dekat tempat itu.
"Aduh sakit kakiku,kena batu," gerutu Anita.
__ADS_1
"Sakit ya Mbak? Coba saya lihat," tiba tiba seseorang datang menghampiri Anita.
"E eh gak perlu." Anita langsung lari dari tempat itu.Ia berlari kencang ke tempat yang ramai tanpa alas kaki. Ia tinggalkan begitu saja sendalnya di kursi kayu tadi.