CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption157


__ADS_3

Tiba tiba Jack menutup mukanya lalu tertawa saat melihat Jimmy dan Anita sama sama memajukan bibirnya.


“Hey, kenapa aku jadi ragu untuk pulang? Apa kalian akan baik baik saja saat aku tidak ada?” tanya Jack.


“Kau harus urus perpanjangan paspormu, atau kau mau ditangkap imigrasi di sini.Biar mereka aku yang tangani,” kata Julian.


“Hey,dirimu sendiri saja tidak bisa kau tangani.Pada akhirnya akulah yang menjadi wasit,” kata Lucas.


Jimmy menggenggam tangan Anita dan mencium punggung tangannya.


“Maafkan aku,Sayang.Aku hanya sedikit sakit melihatmu sangat senang mendapat coklat itu.Aku tidak masalah walau harus menghabiskan semua uangku untuk membelikan apa yang kau sukai. Harusnya aku tidak melalaikan kalau kau sangat menyukai coklat selain sosis dan cilok di pabrik,” kata Jimmy.


Akhirnya ada senyuman di bibir Anita. Jimmy membuka satu kotak untuk dimakan semua orang.Jack mengambil satu lalu memakannya.


“Aku akan membawamu ke pabriknya saat nanti kita berkunjung ke Eropa. Paspormu sudah jadi,visa ke USA sudah dapat, tapi untuk schangen belum dapat.Kau belum pernah ke luar negri, jadi agak susah. Kalau sudah sering wara wiri pasti mudah dan jangka waktunya lebih panjang.” Jim menepuk pelan pipi Anita.


“Guys,I have to go now. Pesawatku satu setengah jam lagi.Ayo Lucas,antarkan aku.Julian kami akan mendarat di rumahmu, apa kau sudah kasih tahu orang rumah?” tanya Jack.

__ADS_1


“Sudah,aku sudah suruh kosongkan halipad.Aku juga sudah suruh siapkan mobilku di luar garasi. Cepatlah kau akan terlambat,” jawab Julian.


Jim mengantar Jack ke atap, sementara Anita menikmati coklat yang tadi dibelikan Jack.


“Anita, apa aku perlu membelikanmu coklat setiap hari.Kau bisa melewatkan makanmu kalau ketemu sama coklat,” kata julian.


“Anita always eats chocolate for breakfast,I know that (Anita selalu sarapan coklat,aku tahu itu),” kata Arron.


“Ah tidak juga, aku makan coklat kalau tidak sempat makan.Di rumahku selalu ada stock, sebab aku sering tidak sempat makan, awalnya seperti itu.Lama lama jadi kebiasaan.Benson ternyata memperhatikan itu. Dia selalu membelikanku coklat setiap dia ke luar.Dia tampak kecewa kalau aku menolaknya,” jawab Anita.


“Sejak aku di sini tidak lagi, aku juga tidak pernah ke luar.Cuma kadang Arman membuatkanku coklat panas.Tapi rasanya tidak seenak coklat batangan yang keras.”


“Batangan yang keras? Apa yang sedang kalian bicarakan?Batangan siapa yang keras?” tanya Jimmy yang baru datang dan duduk di sebelah Anita. Julian langsung tertawa ngakak dan Arron melemparkan tisyu ke muka Jimmy.


“Bagaimana kau ini,kenapa Benson lebih tahu kalau Anita suka coklat,” kata Julian.


“Tentu aku tahu,tapi coklat yang di jual di pasaran terlalu banyak gula. Makanya aku tidak pernah membelikannya,” jawab Jimmy.

__ADS_1


“Di Surabaya ada toko coklat yang menjual coklat dengan memesan.Kapan kapan akan aku bawakan. Kita bisa blend and mix sendiri kadar coklat susu dan gulanya,” kata Julian.


“Kalau gitu aku ikut ya,aku pingin buat sendiri.” Kata Anita.


“Akan aku carikan mesinnya, kau buat sendiri sesukamu di rumah,” sahut Jimmy.


“Arman!!” panggil Jimmy.


“Ya Tuan?” Arman menghampiri majikannya.


“Cari tahu mesin apa saja yang dipakai untuk membuat coklat seperti yang kamu makan tadi. Kalau sudah dapat kamu cari Marcel katakan aku butuh mesin seperti itu.Kau juga harus tahu bagaimana cara membuatnya,” perintah Jimmy.


“Iya Tuan,” jawab Arman lalu pergi dari tempat itu.


“Aku bisa sekalian jualan coklat di dekat sekolahan,” gumam Anita.


Jim hanya tersenyum mendengar sindiran Anita. Jim mengajak Arron ke ruang kerjanya untuk membicarakan sesuatu, sementara Julian memilih untuk mengobrol dengan Anita sambil nonton TV.

__ADS_1


__ADS_2