CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption34


__ADS_3

Ponsel di atas meja itu terus berbunyi, Julian menyandarkan punggungnya di sofa dan tidak mempedulikan panggilan itu.


"Ju, kenapa tidak diangkat?" tanya Anita.


"Biarkan saja, mantan pacar," jawab Julian cuek.


" Ju, ada satu hal yang dari dulu sangat aku benci, diacuhkan.Pada saat orang yg kusukai mengacuhkanku,aku pasti akan pergi jauh darinya.Jangan mempermainkan perasaan seseorang," kata Anita.


"Sayang? kau tidak sedang menyindirku kan? Aku tidak pernah mengacuhkanmu kan?" Jim meletakkan gitarnya dan memeluk Anita.


"Aku tidak menyindir siapa siapa koq, diacuhkan itu menyebalkan," jawab Anita.


"Dari awal aku sudah katakan kalau aku tidak punya perasaan padanya.Aku sudah katakan kalau hatiku dimiliki seseorang.Dia yang maksa,aku katakan kalau aku cuma mau pacaran satu minggu saja, ini sudah lewat, bye," Julian membela diri.


"Sayang, sudah jangan ikut campur, Julian memang begitu,pacarnya semua cantik, semua seksi.Tapi belum ada yang ingin dia jadikan istri." kata Jim seraya mengeratkan pelukannya.


"Tidak bisa selamanya seperti itu Julian, setiap wanita itu menunggu kepastian.Kau harus menanyakan pada dirimu,wanita seperti apa yang ingin kau jadikan ibu dari anak anakmu.Kalau seperti ini kan tak ada habisnya mempermainkan perasaan orang?" kata Anita gusar.Jim menggenggam tangan Anita,ia tidak mau Anita sampai memukul Julian.

__ADS_1


"Aku ingin wanita sepertimu Anita, seorang wanita yang bisa membuatku nyaman dan selalu ingin pulang," jawab Julian.


"Hei Bocah, Jangan bilang kau jatuh cinta pada calon kakak iparmu ya.Aku habisi kalau berani," marah Jim.Julian tersenyum sinis.


"Kak, kalau sampai dia lepas dari tanganmu, aku akan membawanya jauh darimu.Jadi berhati hatilah." Julian nengambil ponselnya lalu pergi.Jim mengepalkan tangannya.Anita segera memeluk untuk menenangkannya.


"Julian!" teriak Jim.


"Jim, sudahlah. Dia cuma menggodamu," Anita menarik tangan Jim hingga duduk kembali di sofa.


"Tidak perlu Jim,biarkan dia.Julian menyayangimu, tidak mungkin dia ingin menyakitimu." Anita semakin mengeratkan pelukannya dan Jim mencium lembut kepalanya.


"Ayo kita tidur, besok kita temui orang tuamu," Jim menarik tangan Anita dan mematikan lampu studio.Anita berjalan mengikuti langkah kekasihnya.


"Mmm Jim.Malam ini aku tidur di ruang kerjamu ya," Jim menghentikan langkahnya.


"Tidak Anita,kau harus tetap bersamaku. Aku tidak bisa tidur kalau kau tidak di sampingku," tolak Jim.Pria itu menarik tangan Anita dan membawanya masuk ke dalam kamar."Klek" Jim mengunci pintu kamarnya.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa menahan hasratmu saat melihatmu tidur.Kita jangan lakukan lagi sebelum kita menikah Jim." Anita duduk di sofa,Jim menjatuhkan tubuhnya di samping Anita.


"Kau memang sangat seksi saat sedang tidur ,kemarin aku belikan baju tidur yang super seksi.Kau harus memakainya kalau sedang menginginkanku," bisik Jim di telinga Anita.


"Aih," Anita mendorong Jim supaya agak menjauh.


"Kau ini,apa tidak malu beli begituan? Seorang Jimmy, pengusaha sukses, dikejar banyak wanita, keren, agak angkuh, beli begituan buat Anita yang bisa biasa saja? Tidak malu ditertawakan penjualnya?" Anita terkekeh.Jim segera memeluknya.


"Hei,kau pikir siapa yang membelikan bajumu satu lemari itu? dari mulai CD,bra dan sebagainya? Aku yang beli sendiri dengan tangan dan uangku," jawab Jim. Anita menatap kekasihnya lekat lekat.


"Apa? Kau pikir siapa? Jim tidak akan malu untuk Anitanya.Aku tidak pernah beli benda seperti itu sebelumnya.Kalau sampai aku melihat ada yg mentertawaiku di toko, akan aku patahkan kakinya." Tawa Anita pecah seketika.


"Oh my God. Jim. Darimana kau tahu ukuranku?" Anita tertawa semakin keras. Jim memeluk dan menggelitiki Anita. Gadis itu meronta ronta karena geli.


"Aku sudah pernah pegang dadamu juga pinggul dan bagian bawahmu.Kira kira saja. Aku ini jenius menganalisa Anita."


"Ya ampuun," Anita terus tertawa sampai perutnya sakit.

__ADS_1


__ADS_2