
Ardian melihat ke arah Anita dengan marah.Anita tidak berani melihat ke arah ayahnya.
"Kenapa kau seperti ini Anita,Ayah tidak pernah mengajarimu bersikap seperti itu. Kalian nantinya menikah,punya anak anak. Kalau sering seperti ini apa tidak khawatir kalau anak anak kalian juga saling melempar piring?" kata Ardian.Anita hanya diam menunduk.
"Ya Ayah,Jim maafkan aku.Aku cuma sedikit kesal Ayah selalu membelamu.Sekarang aku menjadi anak tiri rupanya,"gumam Anita.Gadis itu kembali menyuapkan makanan ke mulut Jim yang tampak tersenyum senang.Dengan usil ia menoel hidung Anita dengan jarinya.Ia juga menyuapkan makanan ke mulut Anita. Ayah ibu Anita saling pandang lalu tersenyum. Jim,Julian dan Jack duduk di sofa seusai makan.
"Jim,kita makan seperti orang kesurupan.Aku kekenyangan," kata Julian.
"Aku juga," kata Jack.Jim terkekeh sambil memegangi perutnya.
"Seminggu di sini bisa naik lima kilo," ketiganya tertawa. Ardian tersenyum mendengar pembicaraan mereka.Ia segera menghampiri ketiganya.
"Makanan itu kesukaan Anita,masih ada lagi, ibunya sedang buatkan," katanya.
"Ayah,sepertinya kita harus banyak bicara. Saya ingin banyak tahu hal hal tentang dia yang terlewatkan," kata Jim.
__ADS_1
"Tentu,kapan saja," jawab Ardian.
"Maaf Om,kami mau pergi sebentar.Tolong sampaikan pada Anita kalau dia mencari." Julian bangkit dari duduknya, Jim dan Jack mengikutinya.
"Baiklah," kata Ardian.Ia memandangi tiga pria menawan itu menaiki mobilnya.Ia mendesah pelan,Tuhan mengirimkan seseorang untuk menolongnya.Dan orang itu adalah calon menantunya yang sungguh sangat tampan.
"Anita,kau beruntung sekali.Dia tampaknya sangat mencintaimu,"gumamnya.Ibu Anita membawakan teh jahe kesukaannya.
"Ayah kenapa senyum sendiri?" tanyanya.
"Jangan terlalu difikirkan,Sayang.Kita pasrah saja pada yang kuasa," kata ibu Anita seraya mengelus pundak suaminya.Ardian bangkit dari duduknya ketika melihat ketiga pria itu sudah kembali.
"Ayah Ibu, di mana Anita? Apa dia tadi mencariku?" tanya Jim.
"Anita tidur di kamarnya,dia bilang kepalanya agak pusing,mau tidur sebentar," jawab Ibu Anita.
__ADS_1
"Silakan istirahat di kamar tamu, ada dua kamar tamu di depan,silakan mari saya antar," ibu Anita mempersilakan.Julian dan Jack mengikutinya, sementara Jim masih diam di tempatnya berdiri.
"Ayah,izinkan saya melihat Anita di kamarnya,"mohon Jim.Ardian menganggukan kepalanya.Tanpa menunggu Jim berjalan cepat ke kamar Anita.Ia segera membuka pintu dan mendapatinya tengah berbaring di tempat tidurnya.
"Sayang,apa obatnya sudah di minum?" Jim bertanya cemas.Anita hanya menganggukkan kepalanya.
"Nita jangan begini,apa perutmu sakit lagi? Akan kupanggil dokter ke sini." Jim mencium kepala Anita.
"Tidak Sayang,aku cuma mengantuk. Sudah tidak sakit cuma sedikit pusing.Jim sayang jangan berlebihan," jawab Anita.
"Tidurlah,biar aku di sini." Jim beranjak untuk melihat lihat beberapa barang milik Anita.Ia tampak tertarik dengan deretan buku buku milik Anita yang ada di rak buku.Diambilnya sebuah album tebal, yang ternyata berisi banyak perangko.Ada beberapa yang berjatuhan,Jim segera memunguti dan menatanya kembali.
"Lumayan,tapi aku punya lebih banyak dari ini.Apa mau bertukar denganku?Aku punya banyak dari USA."
"Hmmm," Anita hanya bergumam tanpa membuka matanya.Jim meletakkan kembali album perangko itu pada tempatnya.
__ADS_1