
“Apakah Tuan ingin kami selidiki orang ini?” tanya Corvin.
“Iya,dia seorang dokter.Teman istriku,juga temannya Bayu saat masih kuliah di Jogja.Itu nomor ponsel Bayu, akun medsos Bayu.Juga akun medsos istriku,tapi ini sudah lama tidak aktif.Cari tahu tentang Hiroshi sedetail mungkin. Ada clue lain, di akun medsos Bayu juga cari nama Siska, itu bisa jadi rentetan dari akunya dengan Hiroshi. Aku berharap kalian menemukan secepatnya. Aku ingin tahu di mana dia tinggal saat ini, sudah berkeluarga atau belum. Carilah selengkapnya,” jawab Jim.
“Baiklah,akan segera kami cari informasinya. Ada yang lain lagi Tuan?” tanya Marcel.
“Tidak.Pergi dan temukan secepatnya,” jawab Jim.
Corvin dan Marcel segera pergi dari tempat itu.Jim menyandarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya.Ia menarik nafasnya pelan untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.
“Anita,kenapa kau begitu mudah menarik lawan jenismu? Memang bukan salahmu, tapi aku tidak tahan dengan kecemburuanku. Aku ingin memilikimu untuk diriku sendiri, apa itu salah?” gumam Jim.
“Tidak salah Boss,hanya saja lebih baik kalau kau bisa mengendalikan dirimu,” Jim menoleh ke arah Lucas yang sudah duduk di sebelahnya.
“Heh Anak Sapi,nyasar kemana jam segini baru sampai?” teriak Jim kaget.
“Segitu seriusnya sampai gue datang tidak tahu.Itu gara gara si anak monyet pake berantem sama Papinya.Jadi wasit dulu baru jemput tamu.Katanya Cuma suruh ambil barang, gak tahunya ambil dia juga,” jawab Lucas.
__ADS_1
Julian yang baru masuk langsung menoyor kepala Lucas.
“Jangan monyet monyetin bapak gua lo,” Julian duduk di sebelah Jim.
“Jim juga sapi sapiin Bapak gua.Tadi lo teriak teriak di depan Bapak lo, sekarang lo marah dia dipanggil monyet,” balas Lucas.
“Berisik,di mana tamunya?”
“Di kamar tamu atas,sedang membersihkan diri,” jawab Lucas.
Pintu ruangan terbuka,Anita masuk dengan anggunnya. Tiga orang pria itu menatap hingga tak bergerak sedikit pun dari posisinya.
Tiba tiba Jim menoyor kepala Lucas dari belakang.
“Itu istriku bukan hantu, kenapa matamu sampai mau ke luar begitu?” kesal Jim.Lucas menutup mulutnya yang sedari tadi melongo tanpa sadar.Lucas melihat ke arah Julian yang masih terpaku tak berkedip, ia segera menjentikkan jarinya di depan mata Julian untuk menyadarkannya.
“Lucas,lu tahu nggak kenapa gue tadi teriak sama papi? Gue mau dijodohin dan disuruh segera menikah.Tapi melihat Anita seperti ini aku bakal melawan papi lebih sengit lagi,” gumam Julian.Jimmy langsung memukul kepala Julian.
__ADS_1
“Gue bakal temui Uncle dan ikut maksa lu buat dinikahkan,”kata Jimmy seraya mendekati istrinya yang masih berdiri mematung.
“Ayo kita temui mereka, jangan hiraukan dua jomblo itu.Kan sudah kubilang jangan dandan terlalu cantik.Aku saja sampe ngiler apa lagi mereka.” Anita mencubit perut suaminya. Keduanya lantas pergi ke meja makan.Jim menanyakan kepada Arman apa semua sudah siap. Makan malam sudah tertata rapi di meja makan.
“Mbak tolong katakan pada tamunya, makan malam sudah siap dan saya menunggu mereka,” kata Jimmy pada seorang pelayan.
Pelayan itu pun mengangguk dan segera pergi ke kamar tamu.Anita duduk di sebelah Jimmy sambil memeluk lengan suaminya.
“Hei kau manja sekali Istriku, apa kau sedang ingin ...”Jimmy mencubit hidung Anita.
“Nanti,” bisik Anita. Beberapa saat kemudian seorang pria dan wanita muda menuruni anak tangga. Anita sampai melongo melihat siapa kedua tamunya.
“Anita ...” teriak sang wanita setengah berlari menghampiri Anita.
“Nora, awas jangan berlari,” sang pria menahan tangan si wanita yang dipanggil Nora itu.
“Jin Su, Nora Su?” gumam Anita.
__ADS_1
“Iya,putra pemilik Impack International terdahulu. Mereka selalu saja berisik setiap kali aku melakukan teleconference dengan ayahnya.Selalu menanyakan bagaimana kabarmu.Aku bilang baik baik saja mereka tidak percaya.Jadi kuundang mereka ke rumah,” jawab Jimmy.
Nora berlari dan memeluk Anita, begitupun dengan Anita.Keduanya terlihat sangat akrab.