CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption17


__ADS_3

Jim melipat tangan Anita ke belakang punggungnya tanpa melepaskan lumatannya. Anita hanya bisa pasrah sampai pria itu mendominasi dirinya.Anita mengeluh penuh kenikmatan saat Jim mulai memberikan stimulasinya.


"Aahh Jim please.. please stop it," Anita berteriak lirih.


"No! Never Anita.Jangan menolakku lagi," Jim menggigit leher Anita dengan lembut dan memghasilkan tanda merah di beberapa tempat.


"Aahh Jiim, mmhh berhenti kataku," Anita mendorong tubuh Jim hingga pelukannya terlepas.Anita mengatur nafasnya yang terengah engah.


"Lock the door," kata Anita kemudian. Jim tersenyum senang kemudian beranjak untuk mengunci pintu.Ia segera kembali dan mengangkat tubuh Anita ke atas pahanya. Anita menggigit bibirnya saat tangan nakal itu menyusup ke dalam bajunya,bibir seksi itu menyusuri lehernya dari atas lalu turun ke bawah.


"What do you feel?" bisik Jim di telinga Anita.


"Mmhh I'm nervous, scare, happy also," Anita menelan ludahnya saat Jim melucuti pakaiannya.Anita menahan nafasnya saat melihat Jim juga melucuti pakaiannya sendiri.Lengan yang berotot,dada dan perut yang terbentuk dengan baik, membuat Anita tertarik untuk menyentuhnya.Jim tersenyum.


"Do you like it?" Anita mengangguk.

__ADS_1


Anita menggigit bibirnya ketika Jim kembali menyerangnya.Sentuhan sentuhan jim di tubuh sensitifnya membuatnya serasa terbang ke atas langit.Perlahan Jim merenggangkan kedua paha Anita dan mulai menggerakkan jarinya, Anita sangat terkejut dan reflek memegangi tangan kekasihnya.


Jim mencium bibirnya.


"Just relax,will make you happy.Aku akan hati hati." Jim kembali memainkan jarinya di bawah sana.Jim mempercepat gerakannya saat Anita sangat menikmati sentuhannya.Ia mengerang penuh kenikmatan sehingga membuat Jim semakin menggila. Dada Anita turun naik dengan cepat.


"May I getting in Darling?" Jim membelai rambut Anita dan mencium bibirnya.


"Yes, do it my love." Anita mencengkeram bahu kekasihnya itu saat pahanya semakin direnggangkan.Ia menahan nafasnya saat Jim mulai melakukan penyatuan ke dalam tempat yang paling berharga dalam hidupnya. Anita menjerit tertahan saat Jim berhasil masuk dan merobek miliknya.


"Hold on me Anita, aku akan melakukannya dengan cepat."


Jim mulai menggerakkan tubuhnya dengan teratur.Ia mencium lembut bibir Anita supaya gadis itu tidak merasakan sakit.


"Oh Sayang, you are so tight,"teriaknya.

__ADS_1


Anita merasakan kenikmatan yang luarbiasa hingga iapun menyebut nama Jim berkali kali.Melihat Anita yang mengeluh nikmat membuatnya semakin mempercepat gerakannya hingga keduanya mencapai klimaks.


"Aah, oh my God, I love you Anita." Jim menindih tubuh Anita dengan kuat saat mendapatkan pelepasannya.Ia pun segera ambruk di samping Anita dengan nafas memburu.Anita berusaha mengatupkan kembali kedua pahanya.Jim segera meraih tubuh indah itu dan memeluknya.Tangan kekar iti mengusap air mata yang membasahi pipi Anita.


"Terimakasih Anita," Jim mencium dahi Anita.


"Untuk apa?"


"Karena mau berbagi hidupmu denganku. Menyerahkan milikmu yang paling berhaga kepadaku." Jim melihat Anita meringis kesakitan.Jim segera membuka selimut,Anita terkejut dan berusaha menariknya kembali.


"Aku mau lihat babe,apa kau terlula cukup parah." Jim membuang selimut itu ke lantai.


Ada bercak darah lumayan banyak di seprei. Jim mengambil tisyu dan mengusap sisa darah pada milik Anita.


"Akan kupanggil dokter sekarang," Jim meraih ponselnya.Anita menarik lengan Jim hingga ponselnya jatuh di kasur.

__ADS_1


__ADS_2