
Arman membuatkan secangkir lagi untuk Julian.Pria itu menerima dan meminum kopinya.
"Eh mana yang lain?Kenapa mereka semua kau bawa ke sini?Apa pekerjaan Jim masih belum selesai tadi?" cecar Anita.Julian menyeringai sambil menggaruk kepalanya.
"Dia tiba tiba ngilang,ponselnya dimatiin lagi. Seorang pressdir matiin ponsel coba,itu kan haram.Juan bersikeras harus Jim yang tanda tangan di sample produknya.Permintaan Boss katanya.Barang barang itu harus dikirim hari ini,jadi kubawa saja mereka ke sini," jawab Julian.
"Apa sekarang dia kembali ke pabrik?"
"Di ruang kerjanya,semua barang juga aku bawa ke sini?" jawab Julian.
"Pempeknya sudah jadi,ajak mereka makan," kata Anita lalu beranjak meninggalkan tempat itu.Ia mengambil laptopnya di ruang kerja Jim lalu membawanya ke kamar.Anita duduk di ranjang lalu menyalakan laptop di pangkuannya.Ia baru membuka file file yang dikirimkan oleh rekan rekan kerjanya untuk diperiksa.Jim masuk dengan membawa pempek di piring.Mulutnya juga masih nampak penuh.
"Ini enak,tapi kenapa Bayu bilang..." Anita tertawa.
__ADS_1
"Yang aku buat dulu itu keras sekali,ada sebabnya.Yang buat adonan banyak tangan, aku,siska dan teman teman Bayu yang cewek juga ikutan.Kurang air ditambahi,terlalu lembek dikasih tepung lagi.Tapi aku yang terakhir pegang adonan,jadi aku yang dibuly," jawab Anita.
"Kurang ajar sekali mereka,Bayu perlu dikasih pelajaran."Jim bergumam sambil memasuk kan kembali makanan ke mulutnya.
"Tamunya sudah pulang?"
"Belum,masih makan maha karya mereka. Sebenarnya aku malas meladeni mereka. Harusnya tanda tangan Julian saja sudah cukup.Dia kan Direktur pelaksana,pressdir ndak ada juga tidak masalah harusnya,"Jim mendengus kesal.
"Jim..."
"Kenapa Bayu dan Merry tampak tidak baik baik saja?"
Jim meletakkan piringnya di atas nakas lalu duduk berhadapan dengan Anita.Jim menyingkirkan laptop yang ada dipangkuan Anita.
__ADS_1
"Sudahlah,tidak perlu mencampuri urusan mereka.Bayu itu teman mainku sejak kecil, walau pun tiap hari kami bertengkar,tapi kami selalu sharing masalah yang pelik.Kami memang tidak satu sekolah,dia tidak mau satu sekolah denganku,bosan melihatku katanya," Jim tertawa kecil.
"Berarti kamu juga tahu masalah yang terjadi antara mereka." Jim mengerutkan keningnya.
"Bayu hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.Dia bermaksud menolong Merry malah dituduh memperkosa Merry.Parahnya lagi,Merry mengiyakan tuduhan itu.Bayu terpaksa menikahi Merry karena Merry berkali kali mencoba bunuh diri waktu Bayu menolak menikahinya.Orang tua Bayu memaksanya." Anita dan Jim saling diam.
"Bagaimana kalau dirimu yang ada di posisi Bayu?Apa kau juga akan menikahi Merry?" tanya Anita.Jim terkekeh.
"Kalau kamu yang ada di posisi Merry,aku benar benar akan memperkosamu. Menghamilimu malah,tanpa disuruh menikahi sekalipun,kau menolak sekali pun,akan kuseret kau ke KUA," Jim kembali terkekeh. Pria itu tertawa lebih keras.Ia mengaduh saat Anita mencubit lengannya.
"Merry dan kamu,bukan aku," kata Anita.
"Kalau aku jadi Bayu waktu itu,biarin aja dia bunuh diri.Bukan salah gue ini," jawab Jim.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menyalahkan Bayu atas sikap acuhnya kepada Merry.Walau pun dia brengsek,tapi Bayu selalu jujur walau dia harus dicaci maki," imbuhnya.
"Aku tahu Merry sangat sedih melihat Bayu begitu semangatnya bertemu denganku. Ya walau kadang dia jahil tapi dia itu teman yang menyenangkan.Waktu fikiranku sedang be te, bisa cepet ilang kalau Bayu main ke kosanku. Ada saja yang lucu," Anita tertawa kecil. Jim memajukan bibirnya.Anita tahu Jim sangat iri.