CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption48


__ADS_3

Jim melihat ke arah Jack dan julian bergantian.Mereka tampak acuh saja melihat muka kesalnya.


"Besok ada tamu di perusahaan,kau harus menemuinya Julian.Kau juga Jack,besok kan harus ambil uang di Bank.Besok siang aku akan kembali ke rumah," kata Jim.


"Besok pagi aku dan Jack berangkat dari sini," jawab Julian.


"Hei Jim, lihat index harga saham milikmu di Amerika naik lagi.Ini juga yang di pasar saham Eropa juga lumayan.Apa kau tidak tertarik membeli lagi? Kau selalu membeli saham top ten.Kenapa sekarang tidak kau lirik sama sekali?" tanya Julian.


"I'm not interested anymore.Mungkin ADS akan kujual saja, kinerja mereka kurang bagus.Beli sahamnya FL lebih bagus prospeknya.Tapi untuk saat ini masih malas. Fokus di sini dulu," jawab Jim.


"Kau tidak pernah fokus sejak Anita di rumahmu," protes Julian.Jack tertawa kecil. Aku juga tidak bisa fokus setiap kali melihatmu bersamanya brengsek,rutuk Julian dalam hati.


"Aku sedang tertarik untuk membeli perusahaan pengolahan susu sapi yang mendapat pasokan dari calon mertuaku," gumam Jim.

__ADS_1


"Ah,itu cuma perusahaan kecil,"kata Julian.


"Low prospect,tidak terlalu menguntungkan. Kenapa tidak kau lirik usaha properti? Apartemen,jalan tol,"lanjut Julian.Jim tertawa mendengar pertanyaan adiknya.


"Itu keahlian orang tua kita,kita tidak perlulah masuk ke sana.Aku melihat masih banyak keluarga pra sejahtera di sini. Nanti bicarakan dengan ayah Anita.Kalau bisa aku kembangkan peternakan miliknya, akan kubuat menjadi lebih besar supaya bisa mengangkat kesejahteraan orang orang di sekitar sini.Aku juga sedang memikirkan tentang biogas yang mungkin bisa dimanfaatkan. Kita bicarakan dulu dengan ayah Anita,kalau dia setuju baru bisa dijalankan," papar Jim.Kau memang jenius Jim, sekarang kau sudah berubah,tidak hanya memikirkan dirimu sendiri dan Anita. Julian menggaruk kepalanya.


"Aku akan menelpon Yuki untuk menyiapkan pakaianku,apa kalian Juga?" tanya Jim.


"Aku sudah meminta Corvin mengambilkan nya tadi.Punyamu juga," jawab Julian.


"It's time to go Sir,Ayo melapor."Jack menutup laptopnya kemudian beranjak pergi.


Jim dan Julian mengikutinya.☆☆☆☆

__ADS_1


Anita menggeliatkan tubuhnya,ia melihat jam dinding sudah jam lima lebih.Rasa pusingnya sudah lumayan berkurang.Ia segera mandi dan mengganti pakaiannya.Di rumah sepi, ke mana semua orang pikirnya.Ia segera ke dapur untuk membantu ibunya.


"Ibu, Ayah dan Aksal ke mana?" tanya Anita.


"Belum kembali dari peternakan.Nah tu baru kembali," terdengar bunyi mobil diparkir di garasi.


"Tamu kita ke mana? Apa mereka pulang tanpa berpamitan padaku?" tanya Anita lagi.


"Tadi mereka pamit pergi sebentar,ada sedikit urusan katanya," jawab ibu Anita.Ia melihat bu Marni menggoreng lumpia kesukaannya.


"Bu Marni,Nita minta satu ya," Anita mengambil lumpia yang sudah matang di piring.Bu Marni dan ibunya tersenyum melihat Anita memakannya dengan lahap.


"Aku juga minta." Tiba tiba Aksal muncul dari pintu samping lalu mengambil sebuah dan memakannya.

__ADS_1


"Hei cuci tanganmu Bodoh.mandi sana,bau sapi," Anita mendorong Aksal sampai ke luar dari dapur.Aksal hanya cengar cengir lalu pergi. Anita kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya. Tidak ada pesan dari Jim.Dalam hati Anita bertanya tanya. Kenapa di rumah orang tuanya mereka masih saja punya urusan.Apa berurusan dengan Baruna lagi.Kalau mengatakan ada sedikit urusan pasti Jim tidak akan mau nemberitahunya.


__ADS_2